Tentang Film "Evil Dead" (2013)

Akhirnya muncul juga sebuah film horror terkenal pada tahun 80-an, yang pada akhirnya di-remake dan berada di bioskop pada tahun 2013 sekarang ini. Yaitu: Evil Dead, yang kini bukan lagi Sam Raimi yang bakal duduk di bangku sutradara-nya, melainkan Fede Alvarez, seorang sutradara yang lebih banyak membuat film-film berdurasi pendek, dan entah, ia pun dipercayakan oleh sang aktor pemeran Evil Dead original, yaitu Bruce Campbell yang malah menjadi sang produser-nya disini.


Lalu mari kita lihat, apakah film remake yang bisa terbilang abadi ini akan mengecewakan para penontonnya seperti film-film remake yang lain, yang benar-benar sudah membuat para penontonnya menjadi gerah (contoh: Psycho).

Hmm... beruntung, ternyata sama sekali tidak! Semua orang pun puas saat menonton film ini. Apalagi dengan munculnya banyak sekali momen yang begitu gore (yeah! I love gore!!), ternyata sanggup untuk membuat film ini menjadi tampil dengan begitu mantap! Namun untuk penonton yang tak kuat dengan adegan berdarah tersebut, lebih baik lupakan saja soal film ini, karena kontras sekali pada saat adegan potong-memotong anggota tubuh manusia yang sungguh menjijikan itu.

Baiklah, namun bagaimana dengan ceritanya?? Sebenarnya gua belum menonton versi original-nya, jadinya gua hanya sempat membaca review-nya saja dari website sebelah. Dan dikatakan, kalau kali ini kisahnya agak berbeda, karena kalau dulu itu ada lima orang muda-mudi yang memutuskan untuk pergi ke kabin di dalam hutan hanya untuk bersenang-senang, namun untuk kali ini, para muda-mudi tersebut datang untuk mengobati salah seorang teman-nya, yaitu: Mia, yang sedang terjangkit narkoba.

Kemudian, disaat mereka tiba-tiba saja menemukan sebuah buku yang akan mengantarkan mereka ke sebuah mantra pemanggil setan, baru lah mimpi buruk mereka pun pada akhirnya dimulai. Kita akan melihat kalau satu-satu dari mereka akan kerasukan dan mati dengan sangat mengenaskan. Ada yang sampai memotong mulutnya, membelah lidahnya, dan menggunakan peralatan berat untuk saling membunuh. Ah, itu benar-benar keren! Apalagi di tiap adegan itu ditampilkan dengan cukup kontras, sehingga membuat para penonton-nya menjadi bisa melihat betul tiap proses adegan pemotongan tersebut. Yaks!



Dari pertengahan hingga di akhir cerita-nya kita akan sangat dipuaskan oleh tiap adegan yang sangat mencenangkan tersebut. Yang mungkin karena adegan gore ini lah, yang menjadikan film ini tak terlalu terlihat horror, melainkan lebih ke pembunuhan yang sangat gila. Namun tak apa, yang jelas film ini masih bisa menakutkan untuk mereka yang tak suka dengan adegan berdarah, dan bisa memuaskan para pencinta gore di seluruh dunia :p. Jelas, ini adalah remake yang bagus ketimbang film-film remake yang lain....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath