Tentang Film "EPIC"

Film animasi yang baru pun muncul di akhir Bulan Mei ini. Yaitu: Epic, yang disutradarai oleh Chris Wedge (Ice Age, Robots), dan diangkat dari buku anak-anak karya William Joyce, yang berjudul: "The Leaf Man and the Brave Good Bugs".

Film yang diproduksikan oleh Blue Sky Studios ini bercerita tentang sebuah kehidupan yang berada di dalam hutan belantara. Namun kehidupan tersebut sangat lah unik, karena penghuninya adalah para makhluk yang berukuran sangat kecil, dan berbentuk hampir menyerupai tumbuh-tumbuhan, dan serangga, tetapi juga ada yang seperti manusia.


Awal cerita, kita akan melihat sebuah pertempuran dari para makhluk kecil tersebut. Yang adalah para pasukan leaf man (dengan tubuh menyerupai manusia), mereka sedang melawan para pasukan serangga yang bernama Boggans. Disini Boggans berencana untuk menghancurkan hutan, dengan sasaran utama-nya adalah sang ratu, yaitu: Queen Tara (Beyonce Knowles). Soalnya dengan membunuh Queen Tara, maka hutan pun akan menjadi sulit untuk terus hijau, karena sudah tugas dan kemampuan dari Queen Tara untuk terus menjaga kestabilan di dalam hutan tersebut. Namun para Boggans yang dipimpin oleh Mandrake (Christoph Waltz) itu sama sekali tak suka dengan penghijauan. Mereka sangat ingin membuat hutan tersebut menjadi mati. Maka dari itu, pasukan leaf man akan terus menjaga Queen Tara dari ancaman para Boggans tersebut.

Di sisi lain, ada pun manusia yang ikut serta disini. Adalah Mary Katherine (aka MK), yang sedang mengunjungi ayahnya, Profesor Bomba, yang sudah lama hidup sendiri di tengah-tengah hutan belantara tersebut. Namun MK terpaksa, karena ia baru saja kehilangan ibunda tercintanya, jadinya ia harus mencoba untuk hidup bersama dengan ayahnya yang sangat freak tersebut, karena obsesi besarnya, yang adalah: mencari bukti nyata dari para makhluk kecil yang hidup di sekitar hutan itu.


Lalu, sebuah peristiwa yang menyedihkan pun terjadi. Pada saat Queen Tara sedang mencari penggantinya, tiba-tiba saja pasukan Boggans menyerang. Dan penyerangan tersebut berhasil membunuh Queen Tara dengan satu lesatan panah.

Di waktu yang bersamaan, MK sedang berada di dalam hutan untuk mencari anjingnya yang sedang hilang entah kemana. Dan secara tak kebetulan, ia tiba-tiba saja melihat Queen Tara yang sedang tergeletak lemah di atas tanah. Lalu, sebuah magic pun terjadi. Pada waktu Queen Tara melemparkan pod yang berisi kekuatannya ke arah MK, ternyata hal tersebut malah menyusutkan tubuh MK menjadi seukuran para makhluk di dalam hutan itu.



Kemudian sebuah tugas yang besar pun terjadi. MK harus bertanggung jawab untuk membawa pod itu ke Nim Galuu. Dan ia pun dibantu oleh sang pemimpin dari anggota leaf man, yaitu Ronin (Colin Farell), beserta seorang pria seumuran MK yang nakal, bernama Nod (Josh Hutcherson). Lalu, mereka juga akan mendapatkan dua orang teman yang baru dan lucu, serta memang sangat berperan penting untuk menjaga pod tersebut, yaitu Mub dan Grub. 

Berikutnya adalah sebuah pertempuran dan sekaligus sebuah kisah cinta yang sangat lah menarik, yang memang harus kita tonton sendiri nantinya.


***

Epic adalah film animasi yang memang memiliki sebuah cerita yang sangat lah menarik. Dan jikalau film ini akan dibuat ke dalam versi game-nya, sepertinya para gamers akan sangat senang untuk memainkannya. Karena coba kita lihat dari setiap kemampuan para makhluk kecil tersebut. Seperti Queen Tara yang bisa menggerakkan semua tumbuhan sampai ke akar-akarnya; Lalu juga untuk Mandrake, yang dimana ia memiliki sebuah tongkat yang bisa menghancurkan satu pohon dengan sekali banting. Waw! Itu sangat hebat! Tetapi sayangnya untuk versi filmnya sendiri, package-nya masih sangat lah kurang.

Pertama, mari kita lihat dari unsur dramatisnya. Yang seakan berlangsung biasa saja, dengan lagu latar yang tidak dikeluarkan secara maksimal. Dan hal itu juga terjadi pada saat di adegan komedi-nya. Benar-benar serasa sepi, padahal adegan-nya sudah oke, tapi musik latar-nya itu loh yang hilang entah kemana.

Kedua, dari chit-chat-nya. Yang masih terlalu buat anak-anak, dan sudah basi sekali. Seperti pada saat Ronin sedang berdebat dengan Nod,"aku sudah dewasa, bla bla bla...." Hal seperti ini sudah biasa didendangkan di film-film jadul sejak dulu, mengapa sekarang masih dikumandangkan?

Ketiga, dari beberapa keanehan plot-nya. Coba saja lihat pada waktu munculnya adegan dari seekor ulat yang bernama Showman, yang sampai-sampai ia menyanyi, dan berceloteh ria di depan banyak penduduk. Ah, awkward sekali momen itu! Mungkin dari pengisi suaranya yang agak tak terlalu sinkron dengan karakter animasinya kali ya (sudah masuk ke yang ke-empat nih).

Yap, dari ke-empat kekurangan tersebut, dapat membuktikan kalau film Epic memang lah tak se-epic judulnya. Hanya animasi-nya saja yang bagus, lalu nama besarnya seperti Beyonce Knowles, dan dongengnya yang unik tersebut, tetapi sayangnya, masih ada banyak hal yang membuat penonton menjadi merasa kurang nyaman ketika sedang menyaksikkan adegan komedi dan juga dramatisasi-nya. Ckck.... Padahal seharusnya ini bisa menjadi salah satu film animasi yang sangat lah hebat.


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath