Perantara

Kehidupan, akan selalu membawamu ke dalam sebuah pengalaman yang sungguh tak menyenangkan, dan sering, pengalaman tersebut akan membuat sebuah goresan di dalam hati, yang akan terus membekas hingga di akhir kehidupanmu.

Hahaha...... lagi-lagi gua memiliki satu buah pengalaman yang sungguh menyedihkan. Ini adalah sebuah kisah yang harus terjadi pada Bulan April kemarin, dimana diri gua ini sedang terputuskan untuk menjadi seorang "perantara" dari sebuah kisah cinta yang begitu menggelikan.

Awalnya, gua suka dengan orang ini, cukup suka. Hingga gua terbawa untuk menjadi seseorang yang harus mau jika sedang diminta tolong (ah, gua merasa jijik dengan diri gua sendiri ini). Padahal gua sudah tahu kalau akhir ceritanya bakal menjadi seperti apa, tetapi tetap saja gua lakukan satu pekerjaan yang sudah ngebuat gua jadi kembali mengalami sebuah kegalauan yang akut saat kemarin itu.

Jadi gini, ia suka dengan teman gua, tapi teman gua itu tak suka dia. Dan ia sudah sering dihiraukan, namun orang yang gua sukai ini tetap ingin berhubungan dengan dia. Alhasil, gua yang merasa kalau ada kesempatan untuk mengambil hatinya, gua pun malah menyerahkan diri untuk mau menjadi perantaranya. Dan salah satunya adalah pada saat momen dimana gua harus mengantarkan sebuah oleh-oleh yang lumayan memenuhi motor gua, ckckck, malam itu adalah malam yang sudah ngebuat gua jadi sedih, se-sedih-sedihnya.....

Walau ia juga memberikan ke gua sebuah oleh-oleh, tetapi sampai sekarang sungguh sama sekali tak gua pakai! Dan tak gua ambil dari rumah teman gua tersebut. Karena gua merasa kalau itu adalah sebuah "bayaran" darinya.

Benar-benar, saat momen malam pemberian oleh-oleh tersebut, gua selalu mengingat pada waktu kami berjabat tangan. Sungguh, jabat tangan itu adalah satu momen yang langsung menghentakkan hati gua, karena gua jadi sadar tentang sebuah kenyataan, kalau gua itu memang sudah digunakan sebagai seorang "perantara", yup, hanya-seorang-perantara-semata.

Kemudian, ketika semua ini berakhir, disaat gua sudah banyak sekali mendengarkan kisah hidupnya..... yang malah sudah ngebuat gua jadi makin suka dengannya..... Dan yah, setelah ia sudah mau untuk menjalani kehidupannya lagi, kontak BBM gua pun langsung dihapus olehnya. Namun memang gua sudah mengetahui kalau pada akhirnya memang bakal menjadi seperti ini. Gua menjadi satu tokoh yang sudah berbuat satu hal yang begitu menjijikkan, dan tak pantas untuk diberikan simpati sama sekali. Karena disaat gua tahu kalau akhirnya akan menjadi seperti ini, gua masih merasa untuk terus berharap dan tetap percaya akan keajaiban Tuhan.

Tidak lagi! Gua anggap ia adalah orang yang terakhir, dimana gua harus menjadi seorang perantara yang begitu menjijikkan (sebenarnya gua juga pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya).

Btw, anehnya, padahal gua sempat dua kali menghapus kontak BBM dia, karena gua tau kalau pada akhirnya kisah sial ini akan menjadi seperti sekarang, tapi mengapa ia waktu itu selalu meng-add gua lagi ya? Apakah karena ia masih membutuhkan gua ataukah benar, ia memang ingin menjadi teman gua sesuai dengan kata-katanya? Itu adalah satu misteri yang belum bisa gua jawab. Namun sewaktu ia sudah menghapus kontak BBM gua, gua pun tau..... ini memang benar-benar adalah "hal yang begitu menjijikkan!!"

Thanks God for the experience.....
Gbu (buat dia)

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath