Motor Mati, Tak Makan, Banjir, dan Ngangkot!

Kemarin, Kamis, 02 Mei 2013, gua kembali lagi menggunakan jasa Angkot dan ojek sebagai cara gua untuk bisa pulang ke rumah. Dan sungguh, seakan gua sedang kembali lagi ke masa lalu, sewaktu kedua kendaraan itu adalah satu kesatuan yang musti gua pakai di setiap gua sedang pulang pergi menuju kampus dan rumah gua, ckck... rasanya gua benar-benar tak mau berada di masa itu lagi!! Hahaha....!! *belagu*

Di hari sebelumnya, yaitu Hari Rabu, sebuah insiden telah terjadi pada motor gua. Disaat gua akan berangkat ke kampus pada pukul dua belas siang, lalu gua pun sudah mengeluarkan motor gua dari rumah, eh---- tiba-tiba aja motor gua langsung tak menyala, mati total!! Gua yang kebingungan dengan keadaan tersebut, langsung saja gua panggil Nyokap gua, dan meminta duit untuk pergi ke kampus dengan menggunakan Ojek (harganya goban atau 50 ribu coy!! ckckck), soalnya gua musti cepat-cepat sampai ke kampus, yang dimana akan dimulai ujian pertengahan semester atau UTS pada pukul satu siang! Dan parahnya, dari rumah gua (Dadap) ke UBM itu bisa satu jam lamanyaaa!! Gua pun langsung berjalan cepat menuju ke pangkalan ojek, dan caw dah ke kampus!

Ini memang karena kemalasan gua, yang dimana pada hari itu gua sungguh sedang menginginkan untuk bangun pada pukul 11.30. Jadinya setelah bangun, gua langsung mandi, berpakaian, makan sedikit, dan langsung caw pada pukul 12.00. Dan pada saat itu juga, gua harus berharap kalau gua bisa sampai ke kampus sekitar 40 menit lamanya, agar 20 menit terakhirnya itu bisa gua pakai untuk belajar, soalnya gua memang belum belajar sama sekali pada waktu itu hahaha....

Nah, memang ada untungnya juga sih kalau gua bisa naik ojek, karena gua bisa belajar terlebih dahulu di kursi belakang motor. Gua pun langsung bertanya ke teman gua, Stefanie, (lewat BBM) soal beberapa jawaban dari kisi-kisi yang sudah dikasih, yang lalu langsung juga gua hapalkan di saat Stefanie sudah memberikan jawabannya, waktu masih di jalan itu. Ckckck Hajar dah!!!

Kemudian, setelah ujian selesai, gua pun memutuskan untuk meminta tolong Leo, untuk gua bisa nebeng sampai di pintu air lagi, sama seperti pada waktu kami masih semester satu dan dua (kalau ada waktu yang pas untuk gua bisa nebeng). Kemudian, di luar perkiraan, kami pun harus pergi ke kos-an Angga Budi terlebih dahulu untuk berbicara mengenai kepergian kami ke Bali, yang malah berujung ke hujan besar yang juga awet!!

Bayangkan, hujan yang terus turun dari sore hingga malam, sekitar 5 jam-an. Dan jalanan pun malah banjir pula, menyebabkan gua sama Leo jadi harus menginap di dalam kos-an mereka (lagi).

Tapi bukan disitu saja parahnya, karena pada saat kami (gua, Leo, dan Angga) sedang sangat kelaparan pada waktu sore harinya, kan seharusnya ada warteg di depan kos-an tersebut, eh tiba-tiba aja warteg-nya malah tutup! Dan pada waktu kami memutuskan untuk merebus indomie dengan menggunakan telor (dan kami sudah membelinya di toko sebelah warteg tersebut, yang memang berjualan sembako), eh tiba-tiba aja kami melihat kalau kompor khusus kos-an tersebut malah habis gas-nya wkwkwkwk.... Alhasil gua dan Leo  jadi tak makan yang berat-berat, hanya sebungkus indomie yang kami makan mentah-mentah saja ckck (Tapi kalau Angga, ia enak, ia udah titip burger sama Budi yang lagi di luar, jadinya kenyang deh).

Keesokan harinya, karena masih ujian, dan untungnya itu adalah UTS yang terakhir, akhirnya kami pun musti ke kampus lagi. Dan pada waktu pulangnya, ya sudah, Leo pun mengantarkan gua sampai ke Pintu Air sesuai dengan perjanjian. Lalu gua pulang dengan menggunakan angkot dan ojek kembali disaat keadaan sedang sangat macet-macet-nya ckckck....

Btw, setelah gua pulang ke rumah, ternyata Nyokap gua sudah membawa motor gua ke bengkel, dan ya, motor gua tak bisa hidup karena aki-nya yang memang sudah harus diganti. Thanks berat deh buat Nyokap gua hehehe.....

Namun yang pasti, pengalaman gua yang kemarin itu adalah salah satu pengalaman yang sungguh tak mengasyikkan!! Namun tetap gua syukuri yah akan hal yang tak mengasyikkan tersebut (semoga orang yang sudah menganggap gua sebagai orang yang tak pernah bersyukur bisa membaca ini!). :p

Thanks God... :D
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath