Bertepuk Sebelah Tangan

Sejak dulu, arti cinta untuk aku adalah: sesuatu yang aneh, menggetarkan hati, menyenangkan hati, dan memberikan sensasi yang damai di dalam hidup... namun semua yang aneh, menggetarkan, menyenangkan, dan mendamaikan tersebut, sama sekali tak bisa kunikmati selamanya. Bahkan bisa dikatakan banya sebentar. Dan aku, harus bisa pasrah, jikalau cinta itu harus pergi pada akhirnya.

Definisi cintaku ini memang lah menyakitkan. Karena aku tak pernah sekalipun mendapatkan cinta itu. Aku hanya bisa merasakannya ketika "ia" sedang berada di dekatku; Lalu juga saat ia sedang tersenyum kepadaku; Bercanda denganku; Dan tentunya saat sedang pergi berdua bersamaku. Yah, memang, aku selalu damai ketika sedang berada di dekatnya.... 

Hanya sebatas "di dekatnya saja", bukan "memilikinya".

Bertahun-tahun lamanya aku sudah jatuh cinta pada orang yang sama. Pada seseorang yang sanggup membuatku tahu, apa itu artinya kata "setia". Dan pada ia, yang sudah membuatku berkeputusan: "Ia adalah untuk yang pertama dan juga yang terakhir."

Hahaha..... Tentunya itu hanya bersangkar di pikiranku saja. Bukan di pikirannya. Karena hanya aku yang sedang mengalaminya. Dan hanya aku lah, sang manusia yang sedang dikutuk oleh Tuhan, dengan sebuah perasaan yang tak ada batasnya ini. Ya, sebuah perasaan yang sudah memenjarakan hidupku. Dan penjaranya tersebut sangat lah luasss sekali. Aku tentunya masih bisa berjalan jauh, bahkan hingga ke ujung dunia. Namun tetap, aku masih bisa melihatnya. Dan sekali lagi, goresan demi goresan yang dalam dan berdarah pun akan terjadi di dalam hati ini.

Payah, bodoh, dan tolol. Itu lah aku. Seseorang yang masih terjebak, dan tak tahu bagaimana caranya untuk lepas. Padahal sudah ada banyak cara yang ku ambil. Namun semuanya gagal. Karena aku masih kembali untuknya, teringat dengannya. Dan tentunya aku masih menghubunginya ketika mukanya yang manis itu sedang berada di dalam benakku ini.

Dan kurasa, ada sebuah definisi yang salah, yang sudah kuikuti, namun hasilnya tetap lah gagal. Soalnya ada yang mengatakan,"jikalau kamu rindu, hubungi lah dia. Dan jikalau kamu cinta dengannya, katakan lah. Hidup itu singkat, jadi jangan pernah menyia-nyiakannya." Dan yah, aku sudah mengikuti hal tersebut. Namun memang kata-kata itu tidak ada lanjutannya lagi, seperti sebuah kalimat,"maka kamu akan mendapatkan orang yang kamu cintai itu." Hahaha..... jelas aku lah yang salah. Karena pada waktu aku sedang mengikuti perkataan tersebut, aku malah berharap bisa mendapatkan dirinya nanti, meluluhkan hatinya. Tetapi nyatanya tidak. Semuanya malah berubah menjadi lebih kacau. Jadinya aku hanya mendapatkan kata-kata: "tidak menyia-nyiakan hidup."

Lalu aku juga sempat mengikuti perkataan,"berusahalah, maka semuanya tak akan ada yang sia-sia." Dan yap, aku pun sudah berusaha. Seperti berusaha meminta maaf kepadanya di saat aku sudah melakukan kesalahan. Kemudian juga seperti terus membuatnya senang, dan satu lagi, terus membuatnya merasa nyaman, dengan banyak dukungan yang sulit untuk aku katakan disini....

Sudah. Sudah ada banyak hal yang sudah aku lakukan untuknya....

Dan jujur, aku suka sama film yang berakhir tragis ketimbang yang bahagia. Atau lebih jelasnya, untuk kisah cinta yang berakhir gagal (total), ketimbang yang pada akhirnya selalu berisi ciuman, pelukan, atau pernikahan. No. Aku tidak suka dengan akhir yang mengumbar banyak harapan seperti itu. Karena aku sudah mengalami banyak kesakitan di dalam hidup ini. Dan hal tersebut lah yang nyata. Kalau semuanya tak akan berubah menjadi lebih baik. Tetapi akan selalu menjadi lebih buruk.

Hal-hal seperti: Harapan dan keajaiban, kedua kata itu hanyalah sesuatu yang bullshit untuk sebuah kisah cinta di dalam kehidupan ini. Dan untuk di usiaku yang sudah menginjak 20 tahun sekarang, aku pun sudah mengerti akan hal tersebut.

Dan apakah yang akan aku lakukan sekarang? Apakah aku akan terus bekerja tanpa pernah melangsungkan sebuah pernikahan? Ataukah aku akan berusaha mencari uang yang banyak terlebih dahulu, lalu memilih sendiri dengan mudahnya, untuk orang bodoh yang bisa kunikahi nanti?

Tentunya tidak. Atau mungkin, aku tidak tahu. Karena seperti yang sudah aku katakan di awal, kalau aku masih terpenjara pada satu orang ini. Dan yang jelas, aku akan terus terkutuk. Banyak rasa sakit yang akan aku rasakan. Dan mungkin sebentar lagi aku akan menjadi gila. 

Gila karena cinta. Karena ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath