Tentang Film "Pee Mak"

Thailand, Negara berlambang gajah putih ini memang harus berbangga ria dengan kehadiran seorang sutradara seperti Banjong Pisanthanakun. Karena selain ia sudah berhasil menakut-nakuti para penontonnya dengan Film Shutter, 4bia, Phobia 2; lalu juga sudah berhasil meluluhkan hati para remaja dengan Film Hello Stranger-nya; Dan ternyata ia pun lagi-lagi malah berhasil memberikan satu buah hal yang baru, yaitu: lawakan!  lewat film-nya yang sekarang, Pee Mak (Pee Mak Phrakanong), yang tentunya benar-benar sangat diminati sekali di kalangan para anak muda kini.

Mungkin Banjong tahu benar kalau leluconnya, yang selalu ia munculkan di salah satu segmen dalam Film 4bia dan Phobia 2 itu memang sudah berhasil mengocokkan perut para penontonnya, jadi untuk yang kali ini pun, ia malah langsung memberikan full, satu setengah jam lebih, perjalanan yang begitu menyenangkan dengan banyak sekali lawakan yang memang sudah sangat berhasil menghibur!


Ditemani oleh Studio GTH yang selalu memberikan bentuk film yang berhasil menghibur dan juga menakut-nakuti para penontonnya (seperti pada Film Laddaland), di cerita yang sudah Banjong buat kali ini pun, studio tersebut akan membantu memaksimalkan karyanya itu, yang ternyata bakal mengambil sebuah latar yang berada di abad ke-19, dimana saat itu masih ada perang dan juga sebuah desa yang berada di daerah terpencil, di antara sungai. Lalu, ia juga akan mengambil sebuah cerita rakyat, tentang hantu wanita yang bernama Mae Nak (sebelumnya pernah difilmkan berkali-kali, seperti pada Film Nang Nak). 

Dan di awal cerita, kita akan melihat sebuah perang yang dimana berisi ke-lima pria yang terlihat tak serius. Ada Mak (Mario Maurer), Ter (Nattapong Chartpong), Aye (Kantapat Permpoonpatcharasuk), Puak (Pongsatorn Jongwilak) dan Shin (Wiwat Kongrasri). Lalu juga ada adegan dimana ada seorang wanita bernama Nak (Davika Hoorne), yang sedang berdiri di pinggiran sungai, sambil memanggil-manggil suaminya, Mak .

Kemudian, ketika ke-lima pria itu sudah terbebas dari perang, mereka pun memutuskan untuk menginap sementara di rumah Mak yang berada di desa terpencil itu. Nah, dimulai dari sana lah, banyak sekali rentetan kejadian yang tolol, gila, dan tak terduga, yang benar-benar ditampilkan secara rapih, dengan tentunya untuk bisa mengocokkan perut para penontonnya.


Disini kita akan melihat sebuah bentuk film yang sesungguhnya memang adalah ber-genre Horror-Comedy yang bisa diacungi jempol. Berbeda dengan gaya Film horcom Indonesia yang selalu memakai aurat agar bisa menghibur masyarakatnya. Film karya Banjong ini memang bisa dijadikan sebagai bahan pelajaran agar dapat membuat para moviemakers menjadi tahu benar bagaimana cara membuat gelak tawa keluar dari mulut para penontonnya tanpa harus memakai sisi yang senonoh seperti pada horcom di Indonesia kebanyakan.

Dan memang, perlu diakui juga untuk para pemainnya yang sudah benar-benar klop disini. Khususnya untuk ke-tiga pria yang sudah begitu maksimal sekali menampilkan sisi kocak mereka, yaitu, yang berperan menjadi Ter, Puak, dan Shin. Sejak awal mereka memang sudah menjadi yang "terlihat", jika dibandingkan dengan Mak (Mario Maurer), yang sungguh lebih cocok untuk masuk ke film-film jenis romcom, dan harus menjadi cool saja di setiap filmnya itu, ketimbang harus memaksa untuk melucu di beberapa adegan khusus untuknya. Dan bahkan, ia pun ternyata juga kurang bisa membangun chemistry dengan pemain wanita yang menjadi istrinya itu, Nak (Davika Hoorne). Untung saja Davika masih lebih bagus aktingnya, sehingga ia mampu memaksimalkan satu buah momen yang begitu sedih yang berada di akhir ceritanya.

Yup, jadi selain ber-genre horror comedy, film ini pun sebenarnya memiliki sisi romantisnya. Bumbu ini diberikan di pertengahan, dan juga di akhir ceritanya, yang memang lah itu sangat sukses (hanya saja sangat disayangkan untuk akting dari Mario). Lalu, ada pula bagian misteri-nya, yang dimana kita akan dibiarkan untuk ikut bermain tebak-tebakan soal siapakah hantu yang sebenarnya di film ini. 


Hmm.... Banjong Pisanthanakun, pastinya semua orang akan menunggu karya film-nya yang baru, yang masih belum diketahui kapan itu akan muncul lagi. Karena film lawakannya ini, yang tentunya akan menjadi hidup, itu juga disebabkan oleh kehadiran ketiga pemain utamanya (yup, gua bilang kalau ketiga pria itu adalah para pemain utamanya), lalu juga untuk sesosok Davika Hoorne yang sukses memberikan bumbu yang sedikit melenceng ketimbang harus menakuti-nakuti para penontonnya, yah, semua itu benar-benar sukses untuk menguruk banyak uang dari kantong para penontonnya yang sudah sangat terpuaskan dengan apa yang sudah disajikan dari film ini. Hidup Banjong! :p


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath