Tentang Film "Jack the Giant Slayer"

Nicholas Hoult, kita semua mungkin tahu dia setelah ia bermain di dalam Film X-Man: First Class. Dan di Bulan Febuari kemarin, kita pun langsung disuguhkan dua buah film utamanya yang dimana ia sendiri yang kini menjadi pemeran utamanya, yaitu: Warm Bodies, dan yang akan gua review pada detik ini, Jack the Giant Slayer. Kehadirannya di kedua film ini pun langsung menuai tanggapan yang positif dari para kaula muda, yang langsung mengganti DP BBM mereka dengan muka dari Nicholas Hoult tersebut.

Tetapi gua tak akan membahas lebih dalam mengenai Nicholas Hoult disini, karena sekarang gua akan me-review film keduanya di bulan 2013, yang dimana film ini sudah pasti hampir dari kita semua sudah tahu bagaimana ceritanya. Yup, sebuah dongeng tentang biji kacang polong, pohon raksasa, dan juga sebuah kerajaan di atas awan, namun kini dengan tentunya sebuah kisah yang sedikit dirombak.


Adalah Jack, seorang rakyat jelata dan pastinya biasa, yang tiba-tiba saja harus bertemu dengan seorang biarawan yang diam-diam habis mencuri beberapa biji kacang polong ajaib, namun karena ia ketahuan, ia pun langsung meminta tolong Jack agar membawa biji ajaib tersebut ke tempat yang aman, dan ia juga harus menukarkan kacang polong itu dengan kuda milik Jack yang seharusnya segera dijual di pasar, lalu uang-nya diberikan langsung ke paman-nya. Dan yah, setelah banyak pikir panjang, Jack pun mau menerima penukaran tersebut dan jelas-jelas hal tersebut langsung membuat paman-nya menjadi marah besar. Sungguh hari yang tak menyenangkan untuk Jack pada saat itu.

Kemudian di lain sisi, ada seorang putri kerajaan yang baru saja kabur dari istana-nya yang megah. Ia bernama Isabelle (Eleanor Tomlinson), yang selalu terkekang dengan peraturan dari ayahnya sendiri, yang pada akhirnya juga ia kembali kabur pada waktu hari sudah menjelang malam. Dan langsung, pertemuan antara Jack dengan Isabelle pun terjadi (namun sebenarnya ini yang kedua kalinya, setelah kejadian yang ada di rumah teater kecil saat siang). Yup, karena malam itu sedang hujan besar, akhirnya Isabelle pun memutuskan untuk menetap sementara di rumah Jack yang sungguh jauh dari kota.

Dan jika kita sudah pernah menonton kartun-nya dahulu, tentunya ini hampir sama. Karena setelah paman dari Jack marah lalu pamannya langsung melemparkan semua biji kacang polong tersebut ke lantai, namun ternyata ada satu yang malah terjatuh di tanah, bawah rumah Jack. Dan karena pada waktu malam harinya itu sedang hujan, langsung saja kekuatan dari biji tersebut keluar, setelah air hujan yang pada akhirnya menggenangi biji itu. Menyebabkan rumah Jack menjadi terbawa ke atas, sebab pohon besar-nya yang cepat sekali keluar dari dalam tanah. Namun disini Jack ceritanya akan terlontar ke tanah yang lalu pingsan, sedangkan Isabelle menjadi harus terjebak di dalam rumah Jack hingga segalanya berhenti.

Lalu di pagi harinya, semua kru kerajaan pun datang, hingga pada akhirnya ditarik lah satu keputusan dari raja untuk segera mencari para volunteer yang mau untuk memanjat pohon tersebut dan menyelamatkan sang putri. Disini Jack seperti biasa, mau untuk ikut, dan ia pun diiringi dengan para penjaga terhebat dari kerajaan, berikut juga dengan sang pemeran antagonis yang sebenarnya sudah memiliki rencana jahat, yaitu: Roderick (Stanley Tucci).

Mampukah Jack beserta kawan-kawan-nya berhasil menyelamatkan sang putri? (dari pada gua bakal keterusan nulis sampai di akhir ceritanya, lebih baik gua suguhin pertanyaan kayak gini aja yah hahaha..... :p ).


Jack the Giant Slayer, sebenarnya terkesan seperti film keluarga, yang cukup sederhana, dengan kisah kebaikan yang melawan kejahatan. Jadinya jangan terlalu berekspektasi macam-macam mengenai film ini. Namun kita semua pun akan terpuaskan dengan jalan ceritanya yang bisa dikatakan lumayan keren. Apalagi pada saat Jack dan kawan-kawan sudah bertemu dengan para raksasa, itu adalah hal yang sedikit memacu adrenalin kita semua. Lalu juga untuk di akhir ceritanya, yang ternyata malah ada klimaks yang baru, setelah satu klimaks yang semua orang sudah mengira - kalau "semuanya sudah berakhir". Yah, satu hal yang langsung memborbardir ekspektasi para penontonnya deh.

Namun sejujurnya, akting para pemainnya sebenarnya terlihat biasa saja disini. Hanya Stanley Tucci lah yang sejak dulu sangat gua kagumi (coba lihat perannya di Film The Lovely Bones). Sedangkan Nicholas Hoult dan Eleanor Tomlinson, yah, biasa-biasa saja, tak ada yang spesial. Just menjual tampang mereka saja rasanya.



Namanya juga sebuah film keluarga lah ya (agak lebih buat ke anak-anak), jadinya ya, it's just an ok film for me.....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath