Tentang Film "Iron Man 3"



Robert Downey Jr, lagi-lagi ia berhasil memesona para penontonnya dengan satu karakter-nya yang unik di dalam Film Iron Man 3. Walaupun gaya-nya mirip dengan apa yang selalu ia tampilkan di film-film yang sebelumnya, seperti hal-nya Sherlock Holmes yang keren tersebut, tetapi semua orang pun sangat suka dan tentunya terhibur dengan apa yang sudah ia berikan itu.

Dan adalah alasan mengapa gua bisa bilang seperti itu. Mungkin untuk yang sudah pernah menonton Film Iron Man di sekuel-nya yang ke-dua, pastinya mengerti mengenai hal yang dapat membuat para penontonnya bisa menjadi merasa bosan. Yup, ini mengenai alur ceritanya yang cukup lambat, seperti sebuah garis yang terus berjalan lurus, lalu tiba-tiba saja menanjak dengan tingginya, dan kembali lagi turun lalu berjalan lurus kembali. Nah, di sekuel-nya yang ke-tiga pun kita semua akan merasakan hal yang seperti itu. Kita harus menunggu lama agar bisa menikmati sebuah efek yang luar biasa dan mendebarkan. Yah, ini kembali lagi ke penilaian para penontonnya, karena tentunya sudah ada banyak sekali yang nge-fans dengan film ini, terlihat dari ramai-nya para pengunjung yang berbondong-bondong untuk cepat menonton premier dari film ini.

Lalu untuk cerita, mari kita lihat..... Jadi ini adalah lanjutan dari kisah yang pernah terjadi di The Avengers, yang dimana sempat membuat Tony Stark menjadi harus mengorbankan dirinya untuk membuang sebuah nuklir ke para alien di dalam sebuah lubang pararel. Dan hal itu pun ternyata malah membuat Tony menjadi memiliki sebuah penyakit di sekuel yang ke-tiga-nya, yaitu: tiba-tiba saja ia menderita sebuah rasa panik yang berlebihan. Yap, itu adalah salah satu hal yang dihubungkan disini. Lalu, untuk kali ini kita akan dibawa untuk melihat sebuah masa lalu yang pernah terjadi di Swiss, sewaktu Tony sedang bersama dengan seorang wanita cantik, dimana ia adalah seorang ilmuwan penting yang bernama Maya Hansen (Rebecca Hall), dan juga tiba-tiba saja bertemu dengan seorang pria yang bernama Aldrich Killian (Guy Pearce), dimana pria ini sudah berhasil dikecewakan oleh Tony, sehingga kita pun tahu, kalau akan ada dendam disini.

Yah, benar saja. Bertahun-tahun kemudian Aldrich muncul dengan penampilan yang berbeda (sukses), bersamaan dengan sebuah kejahatan yang sedang meneror kota kediaman Tony, yaitu: munculnya seorang pria yang bernama The Mandarin (Ben Kingsley), dimana ia adalah seorang teroris yang selalu muncul di semua layar kaca TV (dengan meng-hack-nya), ketika ia sudah melayangkan sebuah bom yang pada akhirnya telah menewaskan banyak orang.


Kemudian, kita juga akan menemukan beberapa penjahat dengan satu kemampuan yang terbaru dan juga sama, dimana mereka ini dipanggil dengan nama "Extremis", dan mereka pun bisa menumbuhkan atau membetulkan semua bagian tubuh yang tak ada atau rusak, lalu mereka juga bisa menjadi sangat panas sekali, serta yang terakhir: meledak. Ini adalah lawan dari Iron Man yang memang sepadan, yang mampu menghancurkan baju armor miliknya yang luar biasa kuat tersebut, dan kita akan melihat kalau kali ini baju zirah itu hanya menjadi sebuah kaleng yang kurang berguna.

Namun jujur, walau alur-nya agak lambat, tetapi gua sangat suka dengan ceritanya. Berbeda dengan yang kedua, yang sudah membuat gua menjadi gerah. Dan walaupun juga kisahnya ini sudah membuat beberapa penggemar setia cerita Iron Man menjadi ilfil, karena twist yang konyol tersebut (dan dapat dengan mudahnya bisa gua tebak dari awal), tetapi entah kenapa gua suka dengan apa yang kali ini ingin ditampilkan oleh seorang sutradara yang bernama Shane Black. Dan itu mungkin karena kisahnya ini, Tony Stark digambarkan sebagai satu tokoh yang dimana sedang berada di dalam masa-masa yang akan merubah kehidupannya ke depan (kita pun dapat mengetahui perubahannya di akhir ceritanya), dimana ia akan menjadi lebih dewasa, dengan merelakan banyak hal di dalam kehidupannya (seperti rumahnya yang sudah menjadi rata dengan tanah tersebut). Yah, kali ini akan terdapat banyak sekali pendalaman karakternya.



Dan seperti yang sudah gua katakan di atas, kalau untung lah karakter yang dibawakan oleh Robert sebagai Tony Stark ini masih tetap lah sama, yaitu: seperti "menjadi dirinya sendiri", karena itu sangat lah menghibur, apalagi dengan alur cerita yang agak lambat ini. 

Dan walau perlu diakui juga, kalau disini Gwyneth Paltrow yang berperan sebagai Pepper Potts malah menjadi sangat keren dengan aksi-nya sewaktu menyelamatkan Tony Stark di pertempuran-nya yang terakhir tersebut. Pantas saja jika ia yang terpilih menjadi wanita yang paling cantik di dunia menurut majalah People. Bulan ini memang lah bulan yang khusus untuknya, yang sudah mengambil banyak perhatian banyak penontonnya, dan mengharapkan kalau ia bisa menjadi terus keren di sekuel Iron Man yang berikutnya nanti (semoga saja kalau ada lagi selain di The Avengers 2 yang sudah resmi itu hehehe).

Baiklah, jadi ini lah kisah Iron Man 3 yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang. Walau ada yang kecewa karena twist-nya yang konyol dan berbeda dengan versi komik-nya tersebut, lalu juga walau alur-nya agak lambat sehingga bisa membuat kantuk, tetapi untunglah masih ada pesona dari Robert Downey Jr yang sudah membawakan perannya tersebut dengan cukup menghibur, lalu juga tak lupa untuk efek-efek yang sudah ditampilkan di dalam setiap adegan action-nya, yang dimana sudah pasti keren, seperti pada saat aksi penyelamatan para penumpang pesawat, lalu juga waktu di klimaks-nya, disaat kita bisa melihat banyak sekali baju zirah yang keren sedang berterbangan di angkasa (lalu meledak).


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath