Sudah Lama....

Sungguh, sudah lama sekali gua tak bertemu dengannya. Yah, dengan dia yang sudah lama berada di dalam hati gua. Dan walaupun sering gua mencoba memasukkan beberapa orang lain ke dalam hati ini, berbagi ruangan dengan dia, tetapi tetap saja hanya dia yang pada akhirnya mampu untuk mengusir mereka semua, dan membuat gua menjadi berbalik lagi memandang wajahnya, di dalam mimpi....

Berkali-kali gua mencoba untuk mengobrol dengannya, dan kadang gua berikan kata-kata kalau gua sangat kangen dengannya. Entah napa gua memang sedari dulu selalu ingin berkata jujur dengan orang yang selalu gua anggap sebagai cinta sejati gua ini. Sehingga meskipun sudah tak bertemu lagi, tapi gua tetap ingin jujur ketika hati gua sedang dilanda kegalauan yang sungguh berat.

Menyebalkan, memang.... Apalagi untuknya, yang mungkin sudah sangat membenci gua. Dan gua akui itu karena sejak awal memang lah kesalahan gua, yaitu: pada saat gua dengannya sudah mulai sering berbicara mengenai hidup.

Namun mengapa? Padahal sudah lama gua tak melihat wajahnya lagi, walaupun kadang gua sempat melihatnya di sebuah album foto (i hate u facebook!), bahkan bicara dengannya pun sudah tidak lagi, tetapi selalu saja ada satu momen yang dimana hati gua berkata,"yes, I still loving you...."

Hhhh.... andai gua dapat memberitahukan kepada dunia mengapa gua bisa sampai menyukai orang ini sampai sedalam dan selama, hingga sekarang. Yah, ini adalah mengenai sebuah perjanjian yang tak bisa gua langgar. Dan gua pun akhirnya mau untuk merelakannya. Khususnya adalah membiarkannya bersama dengan orang yang juga menyukainya.....

Tapi seperti lagunya Dewi Lestari, kalau malaikat pun juga tahu, gua lah yang kan menjadi juaranya. Namun hua adalah seorang juara yang harus terus belajar melihat dan menerima, kalau kenyataan di dalam dunia ini memang lah sungguh pahit. Dan hanya dengan embel-embel "terus bersyukur" mereka pikir kalau segalanya akan menjadi lebih baik. No, karena gua tak pernah bisa mendapatkan dia..... But yes, kalau kata syukur tersebut tiba-tiba saja dibumbuhi dengan sebuah keajaiban yang dimana "gua bisa melupakan dia untuk selama-lamanya.....".

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath