Perspektif dan Keterbukaan Diri

Entah kehidupan gua ini sudah dianggap seperti apa oleh sebagian orang-orang yang sudah gua kenal. Karena entah mengapa, sejak semester lima kemarin, gua jadi suka pada yang namanya "keterbukaan diri". Dan itu berarti sudah ada beberapa orang yang memang tahu tentang rahasia terbesar gua (walau tak semuanya juga), dan beruntungnya, orang-orang yang sudah gua pilih untuk dapat mendengarkan rahasia gua itu tentunya sangat lah tepat. Mereka tak terlalu bawel, dan mengatakan yang macam-macam mengenai hidup gua. Dan yup, tentu saja gua pun merasa sangat kurang kalau hanya menceritakan tentang siapa diri gua hanya dengan secara personal, sehingga gua pun pada akhirnya menjadi salah satu user di situs jejaring sosial, Twitter (@OhhGetoo), yang sungguh sudah sangat bawel, karena otak gua ini serasa ingin terus-menerus berceloteh ria mengenai "apa saja hal yang sedang gua pikirkan", dan itu tentu saja mengenai satu hal, yaitu "kehidupan yang berasal dari sudut pandang gua sendiri".

Banyak hal yang sudah gua buka-kan dengan blak-blak-an mengenai siapa diri gua (namun tentunya diharamkan untuk beberapa rahasia terbesar gua hahaha), gua hanya memberitahukan tentang bagaimana cara gua dalam hal "menjalani hidup ini", dengan pastinya lewat setiap peraturan dan juga prinsip-prinsip yang sudah gua anut dengan sangat kuat. Seperti saat gua memberitahukan kalau gua adalah seorang pemberontak dan juga penentang untuk para pikiran mayoritas yang sudah dari dulu sangat tidak gua setujui (alasannya masih dirahasiakan); Lalu juga gua sendiri pun pernah menonjokkan banyak kata mengenai cara orang-orang yang sudah dengan seenak jidat mereka dalam hal menegur dengan memakai nama Tuhan untuk membenarkan hal tersebut (menegur yang gua maksud itu adalah dengan meng-attack orang tersebut dengan kata-kata yang tak sepantasnya). Yup, entah mengapa gua sudah menjadi orang yang sangat berani, dan akan terus menjadi berani untuk dapat mendukung para pikiran minoritas, yang khusus ada di Negara Indonesia ini, yang jika dibandingkan dengan dunia luar, tentunya negara ini masih ketinggalan jauh.

Gua pun tak main-main saat berbicara seperti ini, karena gua sendiri sudah banyak melihat dunia luar, dengan belajar mengerti tentang segala sudut pandang dari mereka semua yang sempat dipublikasikan. Apalagi untuk semua tulisan-tulisan dari para penulis terkenal, ada banyak sekali filosofi hidup menurut mereka yang tentunya akan sulit untuk diterima di dalam masyarakat seperti di Indonesia ini. Karena satu hal yang pasti, ada sebuah doktrin yang sudah menutup pikiran mereka dengan satu gembok yang begitu kuat, dan ada banyak dari mereka pun yang malah tenang saja dengan hal tersebut, tak memperdulikan jika ada yang salah di dalam doktrin itu, yang dimana sudah banyak menyakiti sesama manusia.

Nah, kita balik lagi ke masalah banyaknya keterbukaan yang sudah gua lakukan, yang mungkin kalau boleh jujur, sebenarnya keterbukaan tersebut gua lakukan bukan hanya untuk memperkenalkan diri gua sendiri, tetapi ada satu pesan yang gua harap dapat dimengerti oleh para user lainnya di dalam Twitter. Tentang betapa jahatnya untuk para manusia yang sudah dengan seenaknya "menegur parah" sesamanya dan itu dengan memakai nama Tuhan untuk membenarkan hal tersebut; Lalu juga tentang hidup ini yang tak bisa lepas dari perspektif atau sudut pandang dari setiap manusia yang sama sekali tak bisa disalahkan; Dan yang terakhir, ada beberapa hal yang sebenarnya adalah bukan "salah" atau bukan lah "bangkai" yang selalu dikatakan akan tercium baunya suatu hari nanti. Namun itu semua balik lagi ke dalam standar "kebenaran" yang sudah banyak manusia anut, yang memang tak bisa gua salahkan juga atas semua pilihan hidup mereka semua. Tetapi satu hal yang gua mohon, tolong lah untuk jangan menyakiti sesama manusia walaupun pandangannya sudah sangat berbeda dengan pandangan mayoritas masyarakat. Jangan karena "dukungannya lebih banyak", sehingga menghalalkan segala cara untuk menjadikan orang-orang tersebut (yang menjadi minoritas) menjadi seperti binatang yang tak pantas hidup di dunia ini.

Namun untuk diri gua sendiri pun, tentunya tak luput dari kesalahan juga. Apalagi dalam hal merangkai kata-kata di dalam Twitter, dan juga mengambil satu keputusan yang dapat membuat orang lain menjadi nyaman di dalam kehidupan sosial gua. Sama seperti pada saat ada beberapa orang yang mengatakan kalau gua itu sudah menjadi Atheis, lalu juga "tak bersyukur" dan tidak "menghormati kehidupan", hahaha..... hati gua hanya tertawa dan juga kesal, namun ini memang karena kata-kata gua yang sebenarnya harus dirangkai lagi dengan sedemikian rupanya agar terlihat lebih indah. Dan juga satu hal lagi di dalam kehidupan sosial gua, sama seperti yang sudah terjadi pada hari ini, disaat ada teman gua yang sedang mengajak gua untuk debat tentang perspektif gua yang sepertinya sudah dianggap salah olehnya, dan memang kebodohan gua, gua malah meladeni perdebatan tersebut. Yah, we know lah, di dalam perdebatan - intinya adalah "lawan gua harus kalah!" "dengan cara apapun, yang penting semua kata-kata gua lah yang benar!" Padahal sejak gua kecil - gua sudah diwanti-wanti sama Nyokap gua untuk "JANGAN PERNAH BERDEBAT" dengan orang lain, karena itu akan memperkeruh suasana, dan memberhentikan sebuah pertemanan. Ah, seharusnya tadi itu gua hanya bilang, "sory gua gak mau debat. Yah, pikiran lu tetap pikiran lu, sama seperti pikiran gua, ya pikiran gua. Semuanya ada sebab dan akibat kenapa kita semua bisa punya pikiran yang berbeda." Yah, semua sudah terlambat wkwkwk.....

Memang, semakin hari itu gua akhirnya akan terus belajar bagaimana untuk "bertahan hidup" dan juga bagaimana caranya untuk bisa "bermain cantik di dalam kehidupan ini", seperti bagaimana caranya agar tak menimbulkan keributan, dan juga bagaimana caranya agar bisa mendapatkan respect dari orang lain (salah satunya adalah dengan menghargai segala perspektif dari orang tersebut, dan tak mempertentangkannya). Walau tetap, masih banyak yang harus gua pelajari, tetapi gua setidaknya sudah tahu bagaimana caranya agar menjadi terlihat "baik" di mata banyak orang.... :p *belagu dah*

Hahahaha..... sebenarnya walau gua tahu, tetapi karena ini adalah sebuah kehidupan, tetap lah gua akan melakukan hal-hal yang di luar batas. Misalnya adalah "melakukan kesalahan yang dapat membuat orang-orang bisa jadi membenci gua", mungkin itu karena malas, tak tepat waktu, dan juga yang lainnya. Walaupun sifat natural gua itu adalah "sabar" dan "tak suka melawan" , tetapi tetap saja akan ada hal-hal dari dalam diri gua ini yang bakal tak disukai oleh banyak orang, dan hal tersebut akan membuat semua perkataan gua di dalam twitter dan juga disini, yah, seperti layaknya sebuah sampah yang tak berguna, benar bukan?

Ada yang mendukung, dan tentunya juga ada yang membenci. Untuk diri gua sendiri, yang bisa gua katakan kalau sudah ada cukup banyak orang yang telah mengenal gua, gua pun tak akan kaget jika ada yang akan menjadi sangat membenci diri gua ini (walau tetap bakal sedih sih :( ). Namun yang pasti, tetap lah gua akan kembali lagi ke sifat nature gua, yaitu "tetap membantu sesama gua" , khususnya adalah untuk para kaum minoritas yang akan terus gua wakili lewat tulisan gua ini....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath