Pertemuan....

Gua sama sekali tak menyangka, kalau gua akan menjadi manusia yang sungguh lemah pada waktu malam minggu tanggal sembilan kemarin itu. Seakan gua sedang ditimpa banyak sekali bebatuan yang sungguh berat, hingga akhirnya membuat badan gua ini menjadi sungguh lemas pada saat itu.

Pertemuan singkat yang sudah terencana secara mendadak, itu lah yang gua lakukan pada waktu kemarin itu. Dan pada saat orang ini mengirimkan kepada gua sebuah BBM yang berisi sebuah ajakan untuk bertemu di dalam sebuah Mall sambil menonton sebuah film khusus midnight, gua pun langsung mengambil kesempatan itu. Hingga pada saat gua masih di Dadap pada pukul delapan malam, gua pun langsung cepat-cepat memakai pakaian yang pas, dan tentunya membawa semua perlengkapan yang ada, untuk bisa akhirnya sampai di dalam tempat tujuan dengan waktu yang tepat.

Semuanya sudah gua lakukan, gua sudah wangi, dan pastinya memakai pakaian yang gua anggap itu sangat lah cocok buat gua. Tetapi sayangnya, gua pun harus menghormati salah satu rasa yang pastinya akan selalu terjadi di dalam kehidupan setiap manusia, dan rasa itu adalah: "sakit hati".

Yup, dengan harapan agar orang tersebut dapat tertarik dengan gua, seperti saat ia sudah tertarik hanya dengan melihat foto di BBM gua, yah, semuanya ternyata tak sesuai dengan rencana dan segala imajinasi kebahagiaan di dalam pikiran gua ini. Padahal gua sudah sangat tertarik dengan dia, tetapi kalau dia yang malah tak tertarik sama gua, ya sudah, gua akan mengalami lagi satu hal yang memang pernah gua rasakan dulu, yaitu: "cinta bertepuk sebelah tangan". Dan itu tentunya sangat lah menyakitkan sekali.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah, gua jadi agak dicuekin sama dia (sampai selesai nonton), lalu gua anterin dia ke parkiran, hingga akhirnya pada waktu gua bilang "hati-hati di jalan", dia sama sekali tak memandang wajah gua, yang kemudian langsung pergi pulang dengan motornya itu.

...

Gua kira kalau gua bakal kuat ketika menghadapi satu konsekuensi ini (yup, ini adalah salah satu konsekuensi yang sudah gua pikirkan kalau memang orang ini tak tertarik sama gua). Tetapi ternyata gua sudah salah, benar-benar salah besar! Karena pada waktu ia sudah pergi, gua pun harus berjalan kaki menuju ke parkiran motor gua yang sangat jauh, dan sungguh, itu dengan sangat lemas sekali. Benar-benar tak gua sangka, pikiran gua saat itu seakan sedang melayang entah kemana, dan tentunya sedih, sehingga menyebabkan badan gua ini rasanya ingin langsung sampai ke rumah, dan mendekap di dalam selimut yang tebal.

Yah, ini adalah salah satu pengalaman yang baru buat gua, yang tentunya sangat membuat gua menjadi ingin mengeluarkan air mata. Karena baru kali ini gua dibuat sampai selemas itu kemarin. Bahkan gua pun menyempatkan diri makan di Sevel sebentar sebelum akhirnya pulang karena lapar. Dan di dalam sevel itu, gua hanya duduk sendirian di antara banyak orang yang sedang ngobrol bareng teman-teman mereka. Jadinya membuat gua seakan sudah menjadi orang yang paling kasihan saat itu (menurut gua hahaha).

Tetapi gua tentunya tak lemas terus-terusan. Walau awalnya ada teman gua yang sudah gua hiraukan ketika mereka menanyakan soal keadaan gua pada saat malam itu, tetapi untuk keesokan harinya, gua pun langsung memberitahu mereka tentang apa saja yang sudah terjadi terhadap gua pada saat malam yang paling menyedihkan itu. Dan itu pastinya langsung membuat gua menjadi sangat semangat untuk "melakukan hal tersebut lagi".

Hahahaha...... Gua cuma bercanda akan hal itu. Karena gua sungguh tak tahu kalau nantinya akan ada pertemuan-pertemuan yang bakal menjadi seperti itu lagi. Dan gua rasanya sungguh tak siap jika harus menerima satu konsekuensi yang sangat menyakitkan seperti kemarin itu.

Namun biar lah..... Gua biarkan ini semua menjadi masuk ke dalam salah satu pengalaman yang sungguh buruk di dalam kehidupan gua yang sungguh panjang ini.....

Tentunya gua sangat berterima kasih kepada Tuhan karena pengalaman yang baru ini. Karena memang gua tak peduli akan setiap pengalaman yang baik, buruk, menyakitkan, dll yang akan gua dapatkan. Soalnya juga, gua sudah bisa menikmati semua rasa menjadi manusia ini.... *dan itu sungguh menyakitkan!!* hahaha....

Thanks

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath