Maaf....

Berawal dari sebuah mimpi, dimana aku sedang berada di atas sebuah kereta, duduk di bagian paling depan (ujung keretanya), dan tangan kiri-ku pun sedang merangkul dirinya... Yah, ia, sang masa lalu yang sudah membuat hati ini menjadi penuh dengan luka dan siksaan, sampai-sampai sebenarnya sudah berbulan-bulan lamanya aku sudah sama sekali tak menghubunginya lagi.

Namun, ternyata mimpi tersebut sangat memberikan kepadaku sesuatu yang bernama "harapan" kembali. Karena lagi-lagi aku merasa sangat "kangen" dengannya. Dan kangen-nya itu benar-benar sungguh besar, sampai akhirnya aku pun langsung meminta kembali pin BB-nya, lalu kami berdua akhirnya dapat kembali mengobrol seperti sedia kala....

Awalnya bisa terbilang aku sangat senang, karena ia tetap seperti dulu, meresponku dengan biasa-biasa saja, seperti hal-nya responan seorang teman. Apalagi ketika aku sedang mengajaknya pergi lagi, ia pun mau walaupun harus minggu depan, dan sepertinya tak bakal jadi. Karena pada malam ini lagi-lagi aku sudah berbuat satu hal yang seharusnya tak aku lakukan lagi....

Malam tadi, aku kembali berbicara dengannya lewat BBM. Dan entah kenapa aku malah langsung membicarakan mengenai mimpi yang sempat aku dapatkan mengenai dirinya itu. Yah, ini bisa terbilang adalah posisiku, yaitu: selalu saja berkata jujur dengannya, apapun.... yang ada di dalam pikiranku ini. Dan kuceritakan semua kepadanya, kalau di atas kereta itu, aku sedang meminta maaf kepadanya.... Dan kuucapkan kata "maaf" itu secara berkali-kali, sampai rasanya aku malah menjadi sedih, hingga menangis di pundaknya....

Lalu pembicaraan aku langsung kembali beralih ke hal yang mungkin sangat ia tak sukai. Karena lagi-lagi aku mengungkapkan semua yang aku rasakan terhadapnya, tentang betapa aku tersiksa, apalagi saat sudah lama tak menghubunginnya, dan mengetahui kabarnya. Soalnya sungguh, aku sangat kangen dengannya, aku benar-benar ingin berada di sampingnya, merawat dirinya, dan menjagai ia sampai aku pada akhirnya mati.

Hhhh....... responnya pun berubah menjadi jawaban yang singkat-singkat. Dan aku merasa sudah sia-sia kembali, serta merasa sudah percuma aku melakukan usaha untuk mendekatinya lagi. Karena toh, aku tetap bertujuan untuk ingin mendapatkannya, mencuri hatinya.... Namun gagal lagi.

Dan, yang berikutnya terjadi, sewaktu saking singkatnya ia berkata dan bertanya, aku tak menyangka kalau aku malah melakukan sesuatu yang begitu menyakitkan sekali. Karena sewaktu ia bertanya, "terus?" yang berarti ia seakan sama sekali sebodo amat sama bbm yang sudah aku berikan (aku rasa yah), yah, aku tiba-tiba kepikiran soal mimpi aku tersebut, yang ada di atas kereta itu.....

Puluhan kata maaf dan sory pun aku berikan untuknya. Dan agar tak terlihat copy paste, aku buat kata-kata tersebut menjadi ada tambahan hurufnya, seperti maaf, menjadi maafff, dan terus-terusan aku katakan, sampai pada akhirnya aku malah menjadi mengeluarkan air mata....

Yup, hahaha.... sudah lama aku tak merasakan sesakit itu seperti tadi, sampai-sampai aku sama sekali tak menyangka - kalau aku bakal nangis dengan cukup lama tadi itu, sambil jari-jari ini terus-terusan mengetik kata maaf dan sory untuknya....

Hhhh.... sekarang mungkin aku tahu apa maksud dari mimpi-ku itu. Mungkin memang aku harus mengakhiri semua ini dengan benar-benar tak mengganggunya lagi, soalnya mungkin ia juga sudah sangat tersakiti karena kenyataan yang berasal dari diri-ku ini, sehingga aku menjadi terus-menerus merasa bersalah di hadapannya karena rasa cinta-ku ini.... 

Yah, duniaku sudah berubah sekarang. Kuharap ini adalah yang terakhir kalinya aku berharap kepadanya sampai sesakit itu rasanya tadi, sampai-sampai air mata terus keluar, dan yang bisa aku lakukan setelah itu adalah, yah cuma menulis di blog-ku ini.

Mungkin satu perpisahan resmi harus aku adakan dengannya. Dan satu benda yang dapat mengungkapkan semua perasaan-ku ini, harus aku kasih nanti untuknya....

Aku tak tahu.... Yang jelas, cinta ini masih ada, dan terus menyiksa sampai aku bisa mendapatkannya di kemudian hari nanti. Namun semuanya harus cepat berhenti.....

Maaf.....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath