Tentang Film "The Secret in Their Eyes"

Mungkin memang butuh banyak beradaptasi untuk sebuah tontonan yang berasal dari luar negara yang menggunakan bahasa inggris. Yah, negara-negara seperti Perancis, Argentina, dll. Apalagi jika tontonan tersebut dibuka dengan begitu lambatnya, yang selalu dipenuhi dengan obrolan yang cukup membosankan. Namun, siapa yang sangka, kalau pada saat proses adaptasi tersebut sudah berhasil dikuasai, dan inti cerita sudah berhasil dimengerti, maka film seperti The Secret in Their Eyes, yang berasal dari Negara Argentina ini, ternyata berhasil menjadi sebuah tontonan yang begitu menarik.


Film ini pun dibuka dengan kehadiran seorang pria yang sudah tua, Benjamin Esposito, dimana ia berencana untuk menuliskan sebuah novel tentang sebuah kisah kriminal yang pernah terjadi 25 tahun yang lalu, yang ia sendiri pun juga dibantu oleh mantan atasannya, Irene Menendez Hastings.

Kemudian, kisah 25 tahun tersebut dibuat flashback dengan begitu lambatnya. Dan kita pun dapat melihat kalau ini adalah sebuah kasus kriminal yang akan menjadi kasus terakhir di masa jabatannya Benjamin. Karena kisahnya sendiri memang sangat rumit, apalagi disaat mulai terlihat kalau di antara ia dengan Irene tersebut sama-sama memiliki sebuah perasaan yang begitu rumit untuk disatukan.

Dan untuk gua, yang sungguh harus tersiksa pada waktu sedang beradaptasi dengan semua perkataan Argentina-nya tersebut, yah, beruntunglah, pada saat di pertengahan film, ternyata kisah dari film ini sudah menjadi begitu menarik untuk ditonton. Hal tersebut pun dapat terlihat ketika kamera sedang mengambil sebuah gambar yang begitu panjang dan lama di sebuah stadion sepak bola, yang benar-benar tiada hentinya pada saat Benjamin beserta rekannya, Pablo Sandoval, sedang mengejar seorang pelaku kriminal, hingga akhirnya ia pun tertangkap. Sungguh, gua sangat terpukau dan terus bertanya, "itu beneran bisa?!"


Pantas saja jika film ini berhasil menyabet Oscar pada tahun 2010 kemarin sebagai film dengan bahasa asing terbaik. Film yang disutradarai oleh Juan Jose Campanella ini pun telah berhasil menjadi film yang berada di antara 250 film terbaik dengan rating tinggi di IMDB.com. Namun mungkin, tetaplah kita harus bersabar dan harus bisa beradaptasi ketika menonton film ini. Karena pada saat sampai di akhir cerita pun, kita akan segera dikejutkan dengan suatu hal, sesuai dengan temanya yang adalah Crime Thriller tersebut. Dan tak lupa juga untuk kisah cintanya sendiri, yang benar-benar melebur dengan baik, khususnya adalah pada saat adegan dimana perpisahan di stasiun kereta api tersebut, yang sungguh berhasil memperlihatkan kepada penonton kalau itu lah yang namanya "cinta". Dan di akhir kisah sendiri pun, penonton akan dibuat terpuaskan juga dengan kisah cinta antara Benjamin dengan Irene tersebut. Hebat!


Yah, jadi ini lah The Secret in Their Eyes, sebuah tontonan Crime Thriller yang dibuat dengan cukup lamban, dan untuk orang-orang yang tak terbiasa, mungkin bakal dapat dipuaskan pada waktu sudah sampai di pertengahan ceritanya. Karena pada saat sudah sampai, kita dapat dibuat menjadi mau untuk terlibat ke dalam rumitnya kasus kriminal yang sedang ditangani oleh Benjamin, begitu juga dengan kisah cintanya sendiri, yang sungguh sudah melebur dengan begitu baik dan mempesona.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath