Tentang Film "A Good Day to Day Hard"

Baiklah, ketika jaman sudah semakin berkembang, dan tahun-tahun sudah makin bertambah, maka kadar dari suatu pertunjukan pun pastinya akan semakin meningkat juga. Dan jika kita pernah melihat sebuah film action seperti Fast Five, yang sungguh memiliki kadar action yang sangat bombastis itu, maka tak akan ketinggalan juga untuk salah satu film dari franchise terkenal ini, yang masih tetap memakai Bruce Willis sebagai pemeran utamanya, yakni: A Good Day to Die Hard.


Yup, tak akan ada yang menyangka, kalau kadar action di dalam film ini akan semakin meningkat di setiap serialnya. Dan itu pun tetap sangat menyenangkan untuk dilihat. Apalagi ketika John Moore (sutradaranya) malah memutuskan untuk kali ini, ia bakal memakai adegan yang akan banyak menghancurkan mobil-mobil di jalanan, hmm... rasanya sungguh WOW! besar! saat sedang melihat adegan itu. Dan penonton pun pastinya akan sangat bertanya-tanya, apakah hal tersebut memang real terjadi di dalam lokasi syutingnya yang terletak di Kota Moskow tersebut?

Okeh, untuk ceritanya sendiri, kali ini John McClane, si pria super yang tak pernah mati itu, memutuskan untuk menemui anaknya yang ternyata sedang menjadi salah satu anggota CIA yang sedang bertugas di Kota Moskow. 

Anaknya sendiri, Jack McClane, ia sedang bertugas untuk menyelamatkan seseorang yang bernama Kamarov, yang dikatakan mampu untuk memberikan sebuah bukti yang bisa memberatkan salah satu dari seorang anggota di dalam pemerintahan negaranya. Yang lalu, hal itu pun malah makin pelik sewaktu orang yang sedang terancam ini akhirnya memutuskan untuk mencoba membunuh Kamarov dengan cara yang sama sekali tak terbayangkan.

Dan berawal dari sebuah gedung pengadilan yang tiba-tiba saja di bom, maka dimulailah sebuah rentetan action kejar-kejaran dengan mobil, dan itu pun untuk sesi pertamanya, yang benar-benar cukup lama, dan sangat membuat mata menjadi sulit untuk tertutup disaat banyak mobil yang tiba-tiba saja harus hancur tak berbentuk di adegan tersebut.

Kemudian, kita tahu kalau pastinya John akan membantu anaknya dalam memberantas kejahatan ini. Dan sebenarnya untuk kali ini, sepertinya John Moore juga berencana untuk memberikan sebuah tontonan tentang sebuah hubungan antara ayah dengan anaknya, yang disini bisa terbilang: yang dari penuh dengan kekesalan, hingga akhirnya bisa saling menyayangi. Yah, walaupun hal tersebut sepertinya tak terlalu penting disini, karena rasanya tak bisa menyatu dengan cukup baik, seperti chemistry antara Bruce Willis dengan Jai Courtney tersebut.



Baiklah, walaupun di mendekati akhir film kita juga akan menemukan sebuah twist yang sungguh tak terbayangkan, tetapi sebenarnya film ini serasa masih ada yang kurang jika dibandingkan dengan kisah Die Hard yang sebelumnya, di Live Free or Die Hard. Karena dari bentuk ceritanya pun seperti tak bisa menyatu dengan baik, lalu juga dari akting seorang Jai Courtney pun, rasanya ia tampil biasa saja disini. Dan tak lupa juga untuk kualitas naskahnya, yang dimana terlalu awkward, seperti ketika John McClane berkali-kali ngomong beberapa kalimat yang sama di sepanjang film. Lalu juga untuk pemeran wanita jahatnya sendiri, rasanya tak sehebat seperti yang pernah ditampilkan di film yang sebelumnya itu. Namun di antara semuanya itu, oke lah, jika kita tak terlalu memikirkan hal-hal yang sudah gua sudah sebutkan tadi, dan lebih memilih untuk menikmati adegan actionnya yang rasanya sudah meningkat 2 kali lipat ketimbang yang sebelumnya.

Jadi, untuk sebuah franchise ternama dari seorang Bruce Willis ini, yah, tetaplah selalu mengagumkan untuk ditonton intinya. Walau kadar ceritanya kali ini sedikit berkurang, tetapi siapa yang tak terpesona saat sedang  melihat sebuah bentuk aksi yang sungguh menggelegar di sepanjang film disini, khususnya untuk adegan  kejar-kejaran mobil yang sudah bagaikan mesin penghancur seperti di permainan GTA tersebut. Mantap!!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath