Tentang Film "AMOUR"

Amour, atau di dalam Bahasa Indonesia berarti "Cinta" ini, sebenarnya gua agak bingung ingin mengartikan kata tersebut dengan cara apa sekarang. Karena setelah gua sudah menonton film ini, gua pun sekarang malah menjadi makin percaya, kalau hanya emosi dari dalam diri kita sendiri lah yang dapat mempresentasikan secara langsung apa arti dari kata "cinta" itu, yang bukan lah dengan mendengarkan kata-kata dari orang lain, karena mereka sendiri pun memiliki presentasinya masing-masing dalam hal mengartikan kata tersebut.

Okeh, mari kita lihat sejenak sedikit review dari film buatan Michael Haneke ini, yang sudah menjadi pemenang dalam ajang penghargaan Cannes, dan bahkan Golden Globes sebagai film dengan bahasa asing terbaik.



Awal film, kita akan diperlihatkan sejenak tentang akhir kisah dari film ini, yang itu adalah sebuah kematian dari seorang wanita tua, yang dimana ia sedang berada di tempat tidurnya yang sudah bagaikan tempat untuk kuburannya sendiri (seperti dengan adanya banyak bunga di sekeliling kepalanya).

Kemudian, kita akan melihat sebuah hubungan dari sepasang kekasih manula, bernama Georges dan Anne (wanita tua yang berada di awal cerita tersebut). Dan langsung saja, ketika di suatu sarapan pagi, tiba-tiba saja Anne menjadi terdiam cukup lama dengan tatapan yang begitu kosong, yang sangat membuat Georges menjadi begitu ketakutan, namun tetap 'tenang' tentunya (itu lah salah satu karakter dari Georges ini). Lalu, walau akhirnya Anne bisa kembali pulih, hal tersebut pun sebenarnya adalah suatu pertanda kalau Anne akan mengalami sebuah penyakit yang begitu mematikan, yang dimana kata Dokter, kalau kondisi tubuhnya Anne akan menjadi semakin parah tiap harinya.

Dan benar saja, Anne pun mulai tak bisa menggerakkan tangan kanannya lagi, lalu juga kedua kakinya yang makin lama malah makin lumpuh. Hal tersebut pun membuat Georges menjadi harus merawatnya dengan susah payah tiap harinya, dan itu sendiri karena janjinya terhadap Anne, yang dimana Anne tak mau kalau dirinya dibawa ke Rumah Sakit.

Setelah itu, hanya dengan hitungan hari, keadaan Anne mulai kelihatan makin tak berdaya, karena ia pun akhirnya sudah tak bisa berbicara dengan jelas dan bahkan menggerakkan semua tubuhnya. Ia hanya bisa mengeluarkan suara-suara yang susah sekali untuk diucapkan, dan itu juga yang keluar satu atau dua patah kata saja.



Disini kita rencananya akan dibawa masuk ke dalam emosi dari kehidupan sepasang manula tersebut, yang benar-benar sangat menyentuh batin, karena kita pun mungkin akan mengalami masalah yang serupa seperti Anne itu nantinya, yang sungguh tak berdaya lagi, sebab masa tua itu memang lah masa yang penuh dengan penurunan kondisi tubuh, apalagi dengan sebuah penyakit mematikan yang sudah tak bisa terelakkan lagi.

Namun, bukan hanya karena masalah kondisi itu lah yang akan lebih ditekankan disini. Tapi kita akan dibawa melihat langsung dari perspektifnya Georges, yang sudah sangat kebingungan harus bagaimana lagi caranya untuk merawat istrinya tersebut, yang bahkan, waktu ingin memberikan minum pun, Anne sama sekali tak mau, karena mungkin memang mati adalah jalan satu-satunya yang paling baik disaat keadaan yang sungguh menyedihkan seperti itu. Dan Georges, gua mungkin akan sangat setuju dengan apa yang sudah dilakukannya di dalam klimaks yang sangat tak terduga tersebut, yang benar-benar langsung membuat gua mengerti kalau perlakuannya itu adalah, memang karena atas dasar dari yang namanya cinta tersebut, yang jujur berasal dari lubuk hatinya Georges yang paling dalam.

Dan mungkin untuk kebanyakan penonton, kalian pastinya akan sangat tak terbiasa pada saat melihat sebuah sajian film yang sangat lambat seperti pada Film Amour ini. Karena ada banyak sekali pengambilan gambar yang serasa sama sekali tak ada artinya, lalu juga durasinya yang begitu lambat pula. Dan bahkan, kita tak akan mendengar dialog-dialog yang puitis, serta satu musik latar pun disini, kecuali untuk sebuah permainan piano yang akan diperdengarkan sebentar pada saat Georges yang sedang menyetel musik tersebut di tip-nya. Hal ini ditujukan agar kita bisa lebih mendalami emosi yang terpancar dari akting yang sudah diberikan dengan secara maksimal dari para pemainnya itu, yang itu pun akan sangat dibawakan dengan begitu perfect oleh Emmanuella Riva, sebagai Anne yang benar-benar sangat kesal dan juga sedih pada waktu mengetahui kalau dirinya sedang mengalami penyakit yang begitu mematikan tersebut. Dan oleh karena itu lah, dirinya pun berhasil menjadi wanita tertua yang akhirnya menjadi salah satu nominator Oscar di tahun ini.


Yah, ini lah dia Amour, yang sudah berhasil menyuntikkan kadar emosinya ke dalam hati gua, sehingga gua pun sungguh sangat mengerti kalau apa yang sudah terjadi di dalam film ini, adalah karena atas dasar dari yang namanya cinta semata. Dan untuk para pemain utamanya, Jean-Louis TrintignantEmmanuelle Riva, dan satu lagi anak dari mereka berdua Isabelle Huppert, sudah benar-benar memberikan kualitas akting yang benar-benar luar biasa, jadinya dapat membuat film yang beralur lambat ini menjadi begitu perfect untuk ditampilkan kepada semua penontonnya yang mungkin harus lebih bersabar untuk bisa menikmati inti dari film ini.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath