Tentang Film "There Will Be Blood"


Nah, ini lah yang paling gua suka saat menonton sebuah film berunsur drama, dan itu pun kembali lagi karya dari Paul Thomas Anderson, yang sama sekali tak membuat gua mengantuk walaupun berdurasi sekitar dua jam setengah lebih. Karena rasanya sangat menyenangkan ketika sudah melihat tiap pengambilan gambar yang mampu untuk melebur ke gambar-gambar berikutnya, sehingga sebuah cerita pun bisa menjadi tersampaikan dengan sangat baik.

Seperti pada awalnya saja, kita akan dibawa melihat terlebih dahulu pada sesosok laki-laki yang sedang bekerja sendirian di dalam sebuah galiannya sendiri. Namanya adalah Daniel Plainview (Daniel Day-Lewis), dan ia sangat bersusah-payah untuk menemukan satu hal yang begitu berharga untuknya, yaitu: minyak, sampai-sampai kakinya sempat patah karena sebuah kecelakaan gara-gara pencahariannya tersebut. Dan hebatnya, Daniel pun berhasil menemukannya, sehingga membuat dirinya menjadi seorang milyuner di kemudian hari.

Namun di tengah pendapatannya akan minyak itu, entah kenapa selalu saja memakan korban. Seperti yang pertama kalinya, ada pekerja tambang yang akhirnya meninggal, dan ia pun ternyata harus meninggalkan seorang bayi laki-laki yang selalu ia bawa di tempatnya bekerja, yang pada akhirnya membuat Daniel menjadi berniat untuk merawatnya hingga ia tumbuh dewasa. Kemudian, pada waktu muncul seorang pria ke dalam kantornya, dan ia mengatakan kalau ada minyak di lahan tempat tinggalnya, Daniel pun langsung segera menuju kesana dan membeli semua tanah tersebut, namun tentunya, lagi-lagi ada korban yang harus terjatuh pada waktu usaha pertambangan minyaknya itu sedang berjalan. Dan parahnya, pada waktu di lahan yang berikut ini, ternyata anak angkatnya yang bernama HW (Dillon Freasier), tiba-tiba saja harus mengalami hal yang menyedihkan, yaitu: ia menjadi tuli pada waktu munculnya sebuah gas yang besar dari dalam pertambangan.



Awalnya kita akan melihat kalau Daniel ini bisa dikatakan termasuk pria yang bersifat baik, yang juga begitu sayang terhadap anaknya sendiri, tetapi seiring berjalannya waktu, ternyata "minyak" ini sanggup mengubah hidupnya secara perlahan. Tiba-tiba saja ia menjadi sangat kasar dan bahkan menjadi seorang pembunuh yang begitu sadis. Hatinya pun akan terlihat menjadi sangat hitam pada waktu sudah sampai di akhir ceritanya nanti. Yup, sehitam minyak yang sudah ia dapatkan selama ini.

Namun di sisi lain, kita akan dibawa melihat ke sebuah bentuk religi disini. Dan itu akan dibawakan dengan begitu mengesalkan oleh sesosok pendeta muda bernama Eli Sunday (Paul Dano), yang di film ini ia akan menjadi lawan main dari Daniel. 


Yah, jadi ini lah film adaptasi karya Paul Thomas Anderson selain Film Magnolia yang begitu menegangkan tersebut, yang kali ini pun lagi-lagi Oscar sangat menatap film buatannya dengan cukup banyak, yang bahkan sampai-sampai membuat pemeran dari Daniel sendiri, yakni Daniel Day-Lewis, ia berhasil menjadi pemenang Oscar sebagai pemeran utama pria terbaik, dan itu pun memang karena pesona-nya yang begitu luar biasa di sepanjang film ini diputar. Yah, untuk seorang Daniel Day memang lah hal ini masih terlihat sangat mudah ketimbang pada waktu dirinya yang sedang menjadi seorang Presiden Abraham Lincoln di film terbarunya pada tahun 2012 kemarin.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath