Tentang Film "Silver Linings Playbook"

Silver Linings Playbook, sesaat gua menonton film ini, gua cuma merasa kalau akan ada sesuatu yang bakal gua dapatkan lewat tiap dialog yang banyak sekali terucap disini. Seperti yang dilakukan pada tokoh Pat, dimana ia adalah salah satu orang yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena masalah tingkat emosionalnya yang sangat tinggi tersebut, sampai-sampai ia pun sering sekali kelewatan batas tiap menjelang malam, seperti pada waktu membangunkan orang tuanya hanya untuk mengungkapkan kekesalannya akan akhir cerita dari sebuah novel. Dan Bradley Cooper terlihat bagus disini, ia pun berhasil menjadi nominator Oscar untuk tahun ini karena perannya tersebut. Namun itu pun tak ketinggalan juga untuk ke-empat pemain lainnya, yang sama-sama mendapatkan masing-masing satu nominasi sebagai pemeran wanita terbaik, lalu pembantu pria dan wanita terbaik, yakni mereka adalah: Jennifer Lawrence, Robert De Niro, dan Jacki Weaver. Sungguh, chemistry yang terbangun diantara mereka semua itu benar-benar sangatlah mantap. Oleh karena itu, walaupun banyak dialog yang sering tersampaikan, tetapi rasa bosan pun tak akan ada pada waktu gua sedang menontonnya. Dan belum lagi pada saat munculnya sebuah konflik yang begitu menegangkan, menjadikan film ini menjadi begitu menarik sekali untuk ditonton.


Oke-oke, lebih baik gua berikan terlebih dahulu kisah singkatnya. Jadi begini, Pat, yang sudah gua bilang tadi, kalau ia baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, ia pun ternyata masih harus mendapatkan perawatan di lingkungan hidup sosialnya, seperti tetap datang ke psikiater, lalu meminum obat, dan orang tua-nya sendiri harus tetap waspada jika Pat sedang mengalami sesuatu yang begitu mengesalkannya, seperti salah satunya adalah pada saat mendengar sebuah lagu yang sudah menjadi simbol pernikahannya, karena ada kejadian buruk pada waktu lagu itu terputar sebelum ia diharuskan masuk ke rumah sakit jiwa.

Lalu, di film ini kita akan diperlihatkan, kalau yang akan menolongnya untuk sembuh adalah seorang wanita yang juga memiliki kegilaan yang hampir sama dengannya. Ia adalah Tiffany, seorang janda yang kesepian, dan pada waktu Pat diundang ke acara makan malam temannya, mereka berdua pun bertemu, dan lucunya mereka malah mengeluarkan kata-kata yang aneh dan begitu menyebalkan sebenarnya.

Awalnya Tiffany begitu interest dengan Pat, sedangkan Pat merasa sangat risih dengannya. Namun itu pun berhenti pada waktu Tiffany berjanji akan menyampaikan surat ke istrinya Pat yang sedang menjaga jarak dengannya itu. Dan kita tahu saja, Pat akan sangat berantusias sekali, dan itu lah satu petanda bagus untuk perubahan dirinya tersebut.

Namun tak sampai disitu saja. Pat pun harus dengan lapang dada menuruti permintaan dari Tiffany, yaitu menjadi partner dansa-nya untuk sebuah perlombaan yang akan diadakan pada waktu musim dingin. Walau awalnya ia sangat tak mau, tetapi hari demi hari mereka berdua jalani, dan sedikit demi sedikit pula lah Pat mulai terlihat kesembuhannya. Ia seakan sedang mendapatkan kebahagiaan baru, yang sama sekali tak pernah ia sangka pada detik itu.

Kemudian, sebuah konflik yang menarik pun terjadi. Tak disangka kalau ayahnya akan bertaruh semua hartanya (yup, ini benar-benar taruhan), untuk sebuah pertandingan football, dan juga untuk perlombaan yang akan dijalani oleh Pat dan Tiffany. Ini adalah saat-saat yang paling menegangkan pada waktu kita ketahui kalau mereka berdua adalah sepasang penari yang belum profesional. Namun yang terjadi berikutnya adalah, tetap untuk membuat Pat dan Tiffany ini menjadi sembuh, dan itu sangat menyegarkan akhir ceritanya sekali.



Gua sangat suka dengan apa yang dilakukan oleh David O. Russell disini. Ia seakan sudah membuat sebuah film drama menjadi sama sekali tak membosankan, apalagi dengan konflik yang sedemikian menarik tersebut. Namun itu semua kita harus berterima kasih juga untuk Matthew Quick, yang sudah membuat novel yang pada akhirnya telah menjadi film kini. Karena ceritanya benar-benar menyenangkan untuk diikuti. Coba lihatlah, kedua pasangan yang sama-sama memiliki kegilaan secara psikologis, lalu juga proses kesembuhan mereka yang sama sekali tak terbayangkan kalau proses tersebut benar-benar dapat kita lihat sungguh melebur disini. Dan itu pun belum lagi karena juga para pemainnya, Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence, yang sungguh kelihatan sekali chemistry-nya, jadinya tak akan ada yang bosan pada saat melihat mereka berdua ini sedang beradu akting. Sungguh hebat!

Yah, ini lah Silvier Linings Playbook, sebuah proses untuk mendapatkan kebahagiaan, walaupun dengan cara yang paling tergila sekalipun, seperti hidup bersama dengan seorang wanita yang sama gilanya dengan hidup kita. Karena disaat semuanya sudah melebur, diri kita yang baru pun akan siap untuk menghentakkan dunia ini lagi. Yeah!!


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath