Tentang Film "MAGNOLIA"

Mungkin para movie mania sudah pada tahu siapa itu PTA (Paul Thomas Anderson). Dan mungkin untuk kalian semua yang sudah mengenalnya, pastinya akan sangat ketagihan dengan film-film ambisius buatannya yang memang sangatlah menarik untuk ditonton. Coba kita sebut saja seperti: "There Will Be Blood", "Punch-Drunk Love", "Magnolia", dan yang terbaru pada tahun 2012 kemarin, yang juga sayangnya tidak bakal tayang di Indonesia, adalah "The Master". Semua film buatannya tersebut adalah benar-benar sebuah karya yang bisa dikatakan cukup rumit untuk cepat dicerna, namun tentunya sungguh bisa untuk dinikmati ketika kita mau mengikuti alur ceritanya dari awal hingga akhir credit title-nya muncul. Karena hal yang tak disangka-sangka pun akan diberikan oleh PTA, sama seperti pada Film Magnolia, yang akan gua ceritakan lebih dalam lagi disini.

Seperti halnya Film Babel, Love Actualy, dan Crash, Film Magnolia pun memiliki unsur cerita yang mengisahkan bukan hanya dari satu tokoh saja, tetapi disini ada sembilan tokoh yang sama-sama memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Dan kisahnya sendiri hanya terjadi pada satu hari saja. Namun, satu hari yang dimana ketahanan emosi mereka akan sangat diuji sekali. Jadinya sudah jelas, kalau kita akan langsung dibawa ke dalam konflik, yang tentunya sama-sama berbeda dari ke sembilan tokoh tersebut.


Untuk pertama kali mulainya Film ini, para penonton akan disuguhi terlebih dahulu tentang ke-tiga buah urban legends dalam durasi yang cukup singkat, yang diujungnya akan berinti pada sebuah pertanyaan,"apakah itu semua terjadi secara kebetulan?" 

Kemudian, kita akan langsung diperkenalkan dengan ke-sembilan tokoh utamanya yang sama-sama akan memiliki hari yang tidak begitu menyenangkan nantinya. Mereka adalah Claudia Wilson Gator (Melora Walters), seorang wanita pecandu narkoba yang begitu kesepian; Jim Kurring (John C. Reilly), seorang polisi yang religius; Frank T.J. Mackey (Tom Cruise), sebagai pembawa acara fenomenal dalam sebuah tayangan tentang sex; Jimmy Gator (Philip Baker Hail), sebagai pembawa acara juga, namun ia ada di dalam acara game tv "What Do Kids Know?" (WDKK), dan ia sendiri sudah tua; Lalu ada Stanley Spector (Jeremy Blackman), seorang anak jenius yang mengikuti acara WDKK; Dan ada Donnie Smith (William H. Macy), yang dimana ia adalah salah satu pemenang dalam acara tersebut pada waktu ia masih kecil, namun kini ia sudah dewasa dan adalah seorang sales; Kemudian ada Earl Partridge (Jason Robards), pria tua yang sedang sekarat karena kanker otak dan paru-paru; Yang ia sendiri memiliki istri muda bernama Linda Partridge (Julianne Moore); Serta seorang perawat bernama Phil (Philip Seymour Hoffman). Dengan iring-iringan musik yang dibawakan oleh Aimee Mann, ke-sembilan tokoh ini akan diperlihatkan secara rapih tentang sekilas dari kegiatan sehari-hari mereka.

Setelah itu, baru lah cerita mulai berjalan langsung ke beberapa konflik-nya, yang makin lama ternyata akan makin terlihat menegangkan, hingga ke klimaks-nya nanti yang akan terjadi secara bersamaan dari ke-sembilan tokoh tersebut. Dan ketegangannya itu sendiri juga akan dibantu dengan scoring musik-nya Jon Brion yang sungguh sudah pas untuk membuat para penontonnya menjadi ikut merasakan deg-deg-an nantinya.


Mungkin kalian harus melihatnya sendiri tentang apa saja konflik yang sudah terbangun di film ini, dan juga ada keterkaitan apa saja diantara ke sembilan orang yang sedang bernasib sial ini. Karena itu akan lebih menyenangkan pada waktu kita sudah menontonnya selama tiga jam lebih nanti, dimana PTA akan membuat kita menjadi tak bisa berhenti menatap karena jelas kita ingin tahu bakal seperti apa kelanjutan dari tiap kejutan yang akan menimpa para tokoh tersebut.

Yang terpenting, inti dari film ini adalah, tentang betapa seorang korban kejahatan akan memiliki kebencian yang begitu besar terhadap orang yang sudah melakukan kejahatan tersebut, lalu juga tentang betapa sang pelaku kejahatan akan merasa sangat menyesal dengan perbuatannya itu, serta, yang paling uniknya disini adalah, tentang campur tangan Tuhan dalam membuat semua penderitaan manusia menjadi harus merasakan satu ketakutan yang sama, dengan tujuan, agar mereka bisa tersadar akan satu hal: kalau mereka tidaklah sendiri.


Ya, memang gua sudah sangat terlambat untuk menonton film yang tayang pada tahun 1999 ini, yang dimana ia sudah mendapatkan langsung: tiga nominasi OSCAR, yang dimana Tom Cruise sendiri bahkan sampai berhasil menang di dalam ajang penghargaan Golden Globe sebagai pemeran "pembantu pria terbaik". Yah, memang di film ini pemain yang paling menonjol adalah Tom Cruise. Walaupun itu bukan berarti para pemain lainnya tidak sebagus Tom Cruise juga, karena mereka semua sudah sama-sama memberikan performa yang sungguh baik, sehingga bisa membuat film ini menjadi enak untuk ditonton.

Dan itu semua belum lagi dengan kualitas naskah yang sangat bagus, yang juga PTA sendiri lah yang menjadi Writer-nya selain ia menjadi Director dan Producer. Membuat para penonton menjadi sangat yakin kalau di film-film PTA yang berikutnya sudah pasti akan sama bagus, menarik, dan unik! sama seperti dalam Film Magnolia ini.

Akhir kata......


"I loved her so. And she knew what I did. She knew all the fucking stupid things I'd done. But the love... was stronger than anything you can think of. The goddamn regret. The goddamn regret! Oh, and I'll die. Now I'll die, and I'll tell you what... the biggest regret of my life... I let my love go. What did I do? I'm sixty-five years old. And I'm ashamed. A million years ago... the fucking regret and guilt, these things, don't ever let anyone ever say to you you shouldn't regret anything. Don't do that. Don't! You regret what you fucking want! Use that. Use that. Use that regret for anything, any way you want. You can use it, OK? Oh, God. This is a long way to go with no punch. A little moral story, I say... Love. Love. Love. This fucking life... oh, it's so fucking hard. So long. Life ain't short, it's long. It's long, goddamn it. Goddamn. What did I do? What did I do? What did I do? What did I do? Phil. Phil, help me. What did I do?" 

--Earl Partridge--



Thanks
Gbu


N.B: Sekedar info saja. Kalau campur tangan Tuhan yang sudah kita lihat di film ini sempat dibocorkan sekilas oleh PTA sendiri yang sedang menjadi cameo pada waktu dalam acara What Do Kids Know? Waktu itu ia menjadi salah satu dari para penontonnya dan sedang menaikkan sebuah karton putih dengan tulisan Exodus 8:2.

Lalu, jika ingin tahu kenapa PTA memilih Magnolia sebagai judul film ini, bisa dilihat disini ya. Karena referensi mengenai asal mula memilih nama Magnolia itu ternyata cukup banyak juga hahaha....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath