Tentang Film "LINCOLN"

Melihat kembalinya Daniel Day Lewis dalam memerankan sesuatu di film layar lebar, gua pun langsung dengan segera ingin melihat bakatnya lagi, setelah ia berhasil memukaukan mata gua lewat beberapa film andalannya seperti Nine, Gangs in New York, (dan satu lagi, There Will Be Blood, walaupun gua belum menontonnya, tapi banyak yang bilang kalau film tersebut adalah debut terbaiknya). Nah, untuk kali ini, ia akan bermain dalam film yang akan disutradarai oleh seorang sutradara papan atas pencetus Film Jurassic Park, Steven Spielberg, dan juga dari jalan cerita yang berasal dari sebuah buku biografi, Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln, buatan Doris Kearns Goodwin, yang tak usah terlalu banyak informasi lagi soal para kru-nya. okeh... langsung saja.......


Awalnya gua kira kalau Steven Spielberg akan kembali membuat film tentang peperangan sama seperti Film Saving Private Ryan atau War Horse dulu, tapi pada kenyataannya adalah tidak. Walaupun memang dibuka dengan adegan perang yang lagi-lagi terlihat realistis dan disturbing sama seperti pada Film Saving Private Ryan, tetapi pada waktu tokoh Abraham Lincoln sudah menampakkan dirinya, film ini pun langsung memperlihatkan kalau yang akan terjadi seterusnya, selama dua jam setengah adalah: sebuah adegan yang banyak berisi dialog tentang politik, dan sekilas tentang kehidupan keluarganya Abraham Lincoln yang tinggal satu atap dengannya di White House.

Kisahnya sendiri adalah tentang pekerjaan dan pengorbanannya terhadap bangsa pada waktu ia sedang mendamaikan perang sipil yang sudah terjadi selama bertahun-tahun, lalu juga pada saat ia sedang memperjuangkan pengesahan amandemen ke-13, yang berisi pembebasan untuk semua masyarakat kulit hitam dari perbudakan. Dan selama bertahun-tahun, tekanan yang ia dapatkan pun ternyata sangatlah banyak dari sana-sini, seperti dari anggota kongres-nya, dan bahkan dari keluarganya sendiri, yang itu diperlihatkan sewaktu istrinya sendiri sedang memberikannya kata-kata negatif soal pengesahan amandemennya yang ke-13 tersebut. Namun ini lah kenyataan yang akan diperlihatkan dari kehidupan asli orang nomor satu di Negara Amerika Serikat tersebut, yang oleh karena semua masalahnya, dan juga oleh karena Abraham telah berhasil mengatasi semuanya itu lah, yang pada akhirnya membuat dirinya tersebut menjadi dicap sebagai Presiden yang paling hebat ketimbang para presiden yang lainnya hingga kini.

Dan lewat film ini sendiri, kita akan mengetahui tentang strategi-strategi politik yang hebat dari Abraham Lincoln, yang pada akhirnya mampu untuk mengesahkan amandemennya yang ke-13 tersebut. Sehingga kita tak akan dibawa ke hal yang dejavu, yang mungkin yang kita tahu, kalau ia ini sangat dikenal dengan pidatonya yang sangat bagus itu. Karena disini kita akan sedikit sekali mendengarkan pidatonya, namun kita akan banyak mengenal lebih dalam dari sosok Abraham Lincoln itu sendiri, seperti beberapa sifatnya yang adalah tenang, dan gemar bercerita tentang sesuatu hal yang bisa menjadi pelicin suasana, khususnya untuk suasana yang berasal dari para pria yang terlalu banyak mengeluarkan emosinya, seperti yang terjadi di persidangan yang penuh dengan amarah tersebut.


Sayangnya, film ini pun bisa dibilang tak akan muncul di Indonesia walaupun sudah mendapatkan 12 nominasi Oscar, karena memang lah film dengan unsur politik ini akan sangat sulit untuk diterima oleh masyarakat Indonesia yang notabane-nya lebih gemar akan film-film yang memanjakan mata seperti yang berunsur action, fantasi, dan animasi. Apalagi jika dilihat dari dialog-dialog pilihan yang diberikan dari film ini, yang memang tak main-main Steven Spielberg dalam menggarapnya. Karena perlu intelektual yang tinggi, dan pembendaharaan kata yang luas dari segala macam pengetahuan tentang politik, agar pada akhirnya kita semua dapat mengerti akan setiap pembicaraan yang ada di film ini.

Dan Daniel Day-Lewis lagi-lagi sudah berhasil menjadi sosok yang pantas diacungi jempol kali ini. Kemenangannya di ajang penghargaan Golden Globes kemarin itu sebagai pemeran pria terbaik, dan kemungkinan besarnya juga akan terjadi di Oscar yang bakal diberitakan sebentar lagi, tentunya adalah satu-satunya tokoh yang menjadi nafas hidup di film ini, yang akan terasa sekali 'kesedihannya' sewaktu kita sudah mencapai di akhir ceritanya, yang dimana ia tiba-tiba saja harus meninggal karena ditembak di Ford Theater setelah kita semua sudah melihat jasa-jasa-nya yang luar biasa tersebut. 

Namun hal itu bukan berarti Steven Spielberg juga bakal memilih para aktor dan aktris yang ngasal untuk film terbarunya ini ya. Karena untuk Tommy Lee Jones dan Sally Field sendiri, ternyata juga sudah berhasil bermain dengan apik, dan itu pun terlihat pada waktu 'label nominasi Oscar' sebagai pemeran pembantu terbaik telah berhasil mereka berdua dapatkan. Membuat film ini menjadi benar-benar film yang sangat serius, karena memang sangat menyangkut tentang sejarah dan biografi dari kehidupan orang nomor satu di Amerika Serikat, yang telah mengedepankan kesetaraan di dunia ini.



Yup, sekali lagi, perlu diacungi jempol untuk para pemain, penulis, tata rias, dan juga untuk sutradaranya sendiri, Steven Spielberg. Karena memang pantas jika film ini bisa mendapatkan nominasi Oscar sebanyak 12 kali. Walaupun memang akan sangat sulit untuk diikuti atau dinikmati oleh banyak orang, tetapi jika ada yang mau menelan tiap dialognya dan bersabar, maka film ini akan sangatlah bagus untuk menjadi inspirasi dan motivasi, khususnya untuk para pemimpin yang ada di dunia, agar mereka semua bisa menjadi lebih berani dalam membuat sebuah keputusan penting, yang akan menghasilkan sebuah sejarah baru, yang sangat menyangkut tentang perdamaian dan kesetaraan yang ada di muka bumi ini. Dan itu pun sangat sesuai dengan sedikit ucapan terkenalnya Abraham Lincoln yang sampai sekarang masih terukir di salah satu dinding tugu peringatan Lincoln (Lincoln Memorial) di Washington DC, Amerika tersebut, bunyinya adalah:

"Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita sekarang, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa."

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath