Tentang Film "Les Miserables"


Kepedihan, itu lah yang mungkin akan selalu kita rasakan ketika sedang melihat sebuah film musikal besutan Tom Hooper yang terbaru, Les Miserables ini. Film yang berasal dari sebuah novel Perancis karya Viktor Hugo dan juga diambil dari panggung musikal karya Alain Boublil dan Claude-Michel Sconberg ini, bisa dikatakan adalah salah satu yang terbaik di tahun ini, apalagi jika dilihat dari puluhan penghargaan yang sudah mereka dapatkan, dan itu pun sudah pasti termasuk "8 Oscar dan 4 Golden Globes" yang paling terkenal tersebut. Kita benar-benar akan melihat sesuatu yang dalam, menyentuh, dan pastinya indah, yang akan selalu terkatakan lewat tiap lagu yang sedang dinyanyikan, serta tiap ekspresi yang terpancar dengan gemilangnya dari para aktor dan juga aktris yang sudah mampu menguasai isi hati para penontonnya ini.

Ceritanya sendiri berawal dari betapa kejamnya kehidupan yang dirasakan oleh Jean Valjean (Hugh Jackman) yang tiba-tiba saja harus di penjara karena sudah mencuri sebuah roti karena alasan yang sangat penting. Dan setelah 19 tahun kemudian, ia akhirnya memutuskan untuk kabur dari masa percobaannya, hingga label buronan pun berhasil didapatkannya, dan seorang inspektor bernama Javert, yang sangat taat pada hukum pun akan menjadi pengejar dirinya selama bertahun-tahun.

Namun di tengah pelarian Jean, tak pernah ia sangka, kalau Tuhan malah mempertemukannya dengan beberapa orang yang akan mengubah hidupnya pelan-pelan. Seperti yang pertama, ia bertemu dengan seorang pendeta yang mau menyelamatkannya dari genggaman polisi yang sudah menangkapnya karena telah mencuri beberapa perak dari dalam gereja. Lalu yang kedua, kita akan melihat kalau Jean ini akhirnya berhasil mengubah dirinya menjadi seorang walikota; Dan pada saat itu, ia akan bertemu dengan Fantine (Anne Hathaway), seorang janda beranak satu, yang mau menjual rambut, gigi, dan seluruh tubuhnya untuk menebus hutang untuk membebaskan anak semata wayangnya sendiri, Cossete (Isabelle Allen). Dan ketika mereka bertemu, Jean berjanji untuk menjaga anaknya tersebut setelah akhirnya Fantine meninggal. Lalu yang ketiga, kita akan dibawa ke belasan tahun kemudian, ketika Cossete sendiri akhirnya sudah menjadi seorang perempuan yang dewasa. Saat itu, Cossete (Amanda Seyfried) akan bertemu dengan Marius (Eddie Redmayne), yang adalah salah satu pemimpin dari para pemberontak yang ingin merevolusi Perancis. Dan mereka berdua pun jatuh cinta, namun sayangnya hal tersebut malah mematahkan hati dari seorang perempuan yang sebenarnya adalah teman dari Cossete, Eponine (Samantha Barks), yang juga mencintai Marius, tetapi rasa cintanya itu hanyalah bertepuk sebelah tangan....



Yup, seperti yang sudah gua katakan, kalau film ini akan menampilkan tiap kepedihan yang sebenarnya memang pernah tiap manusia rasakan. Seperti pada saat Cossete bertemu dengan Marius, kita hanya akan difokuskan ke rasa sakitnya Eponine, yang harus menerima kenyataan kalau ia tak akan pernah bisa mendapatkan laki-laki yang sangat dicintainya tersebut. Dan pada saat itu juga, kita akan melihat kalau Jean Valjean sendiri bakal mengalami ketakutan yang sangat besar, ketika ia tahu kalau putri angkatnya tersebut akan segera diambil oleh laki-laki lain.

Namun tenang saja, film ini tak hanya berputar dari tiap rasa sakit dari yang namanya ketidak-adilan hidup. Karena di akhirnya nanti, kita akan diberikan sebuah pesan yang sungguh manis, yang pada akhirnya mampu untuk memberikan Jean Valjean sendiri sebuah kedamaian di dalam hatinya setelah berpuluh-puluh tahun lamanya ia harus mengalami banyak kebencian di dalam kehidupannya.


Sebelumnya pernah ada beberapa film musikal yang hampir sama seperti Les Miserables ini. Seperti Moulin Rouge, Sweeney Todd, dan Mamma Mia. Dan perlu gua peringati, kalau Film Les Miserables ini akan tampil "lebih" dari ketiga film yang sudah gua sebutkan itu. Hanya untuk para penikmat panggung musikal seperti Broadway lah yang bisa menikmati film ini, karena semua pemain akan diwajibkan untuk selalu bernyanyi, dan sangat sedikit berkata-kata. Jadinya harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum kalian akan menontonnya, atau kalian malah akan merasa bosan lalu keluar di tengah perjalanan yang akan berlangsung selama hampir tiga jam ini. 

Dan jika sejak awal kalian sudah bisa menikmatinya, lalu juga mau untuk mengikuti alur ceritanya tersebut. Kalian akan benar-benar terpuaskan dari apa yang sudah disajikan oleh Tom Hooper ini. Apalagi dengan para pemain jempolan seperti Hugh Jackman, Sasha Baron Cohen, Helena Bonham Carter, Eddie Redmayne, Russell Crowe, dan masih banyak lagi, namun tentunya yang paling sulit dilupakan adalah untuk Anne Hathaway dan Samantha Barks, kedua orang wanita yang sama-sama menampilkan sebuah rasa sakit lewat kedua buah lagu yang sudah berhasil mereka nyanyikan dengan penuh perasaan dan penghayatan. Namun memang tetaplah hanya Anne Hathaway yang paling gemilang disini, yang sudah membuat seluruh isi bioskop menjadi bungkam ketika sedang melihatnya bernyanyi dengan ekspresi yang sudah benar-benar meyakinkan, yang oleh karena itu lah, kemenangannya sebagai pemeran wanita pembantu terbaik, akan selalu ia dapatkan di banyak tipe penghargaan di luar sana.


"Cinta, perang, dan pengorbanan", itu lah ketiga unsur yang paling terasakan dari film ini. Walaupun akan ada banyak kepedihan yang sudah kita lihat, dan kita sendiri pun bisa memilih salah satu atau bahkan semuanya dari apa yang pernah kita rasakan di dalam kehidupan kita, tetapi tetaplah, akan ada perjuangan yang harus terus kita lanjutkan, sama seperti apa yang sudah dilakukan para tokoh dari film ini, yang sudah mau berkorban demi orang-orang yang sangat dicintainya....

Hhhh..... Tom Hooper, dengan bantuan musikal dari Claude-Michel Schonberg, dan juga para pemain gemilangnya, khususnya untuk Anne Hathaway, yah, ini sungguh adalah salah satu film yang akan sulit untuk dilupakan secara pribadi.....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath