Tentang Film "Cloud Atlas"


Lagi-lagi kita akan menyaksikan sebuah film yang memiliki unsur cerita yang terdapat bukan hanya satu tokoh utama saja disini, melainkan banyak, sama seperti pada Film Babel, Magnolia, Love Actually, dll. Namun kini kita akan melihat sebuah sajian yang berbeda dari unsur cerita yang intinya adalah "mencari keterkaitan satu sama lainnya", yang sudah didapuk dengan sedemikian rumitnya oleh pasangan kakak adik, Andy dan Lana Wachowshi, serta satu lagi sutradara tambahan: Tom Tykwer. Dimana mereka bertiga bertugas untuk membuat enam kisah dari sebuah novel yang sudah mendapatkan multiple award buatan David Mitchell. Dan uniknya, film ini pun ternyata tak diproduksikan di Hollywood seperti film-film papan atas kebanyakan, tetapi dari sebuah rumah produksi yang berasal dari Jerman yang nekat mengeluarkan budget sebesar 100 juta dollar untuk mencoba mengadaptasikan novel ini dengan ambisi yang sangat besar.

Walaupun bukan diproduksikan dari Hollywood, tetapi kita akan tetap bisa menyaksikan kemegahan dari dunia Cloud Atas ini, yang ceritanya sendiri akan berada di setting waktu yang sangat berjauhan. Yang pertama, adalah cerita yang berada pada tahun 1849, dimana mengisahkan seorang pengacara muda bernama Adam Ewing (Jim Sturgess) yang sedang berada di lautan pasifik bersama dengan seorang budak berkulit hitam dan juga seorang pria yang sedang menjahatinya (The Pacific Journal of Adam Ewing - Wachowskis); Kemudian pada tahun 1936, ada seorang komposer muda biseks, Robert Frobisher (Ben Whishlaw) yang sedang terjebak dengan seorang maestro tua terkenal juga kejam, Vyvyan Ayrs (Jim Broadbent), dimana ia juga suka sekali menulis banyak surat selama bertahun-tahun ke kekasihnya, Rufus Sixsmith (James D'Archy) (Letters From Zedelghem - Tykwer); Lalu berlanjut lagi ke 1973, ada Luisa Rey (Halle Berry), seorang jurnalis handal yang sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus nuklir politik di negaranya, yang tentu saja hal itu akan sangat berbahaya sekali untuk kehidupannya sendiri (Half Lives: The First Luisa Rey Mystery - Tykwer); Dan masih ada tiga kisah lagi, yang pertama akan berada di masa kini, yaitu: kisah kocak dari seorang publisher tua, Timothy Cavendish (Jim Broadbent) yang sedang terjebak di dalam rumah panti jompo dengan para penjaga yang kejam (The Ghastly Ordeal of Timothy Cavendish - Tykwer); Kemudian sampailah kita di masa depan, dengan tentunya akan ada banyak sekali mesin-mesin yang canggih disini. Yaitu di New Seoul, Korea, dengan seorang klon bernama Sonmi-451 (Doona Bae), yang tiba-tiba saja diajak kabur oleh seorang pria tak dikenal (An Orison of Sonmi-451 - Wachowskis); Hingga akhirnya yang terakhir, di sebuah dunia paska kiamat, akan ada Zachry (Tom Hanks) dengan tubuh kumuh yang tinggal di sebuah desa, dimana dia akan berpetualang bersama dengan seorang wanita berkulit hitam yang memiliki berbagai macam peralatan canggih, bernama Meronym (Halle Berry) (Sloosha's Crossin' an' Ev'rythin' After - Wachowskis)


Memang, dari ke-enam kisah tersebut, para pemainnya akan terus-menerus muncul, walaupun itu bukanlah menjadi pemeran utamanya. Dan mereka akan sama-sama diberikan make-up yang aneh di setiap kisahnya, sebelum akhirnya mereka akan mendapatkan peran full sebagai tokoh protagonis yang sangat penting di masa-nya sendiri. Hal ini dibuat agar dapat memasukkan filosofi reinkarnasi-nya, dan juga ada keterikatan apa saja setiap dari mereka masing-masing di setiap masa-nya itu, baik dari masa lalu, kini, dan masa depan.

Sungguh rumit jika kita sudah menontonnya nanti. Karena setiap kisah akan kejar-kejaran, dan kita harus berpikir cepat untuk mengikuti alur yang ada, sebelum akhirnya kita akan benar-benar diberikan jawaban yang relevan dari setiap kejadian yang menimpa mereka semua di ke-enam kisahnya tersebut. Soalnya juga, ini bukan lah sebuah film yang hanya terdapat genre "drama" dan "cinta" saja. Selain itu akan ada unsur politik, misteri, action, bahkan comedy, yang akan menguras daya kerja otak kita ini sampai akhirnya bisa bersantai kembali setelah mengetahui akhir kisahnya yang manis dan pedih tersebut.



Dan tak akan gua lupakan juga untuk para pemeran lainnya yang sama-sama penting di dalam film ini. Khususnya adalah untuk Hugo Weaving yang terus-terusan menjadi si antagonis disini, sama seperti pada film buatan Wachowskis, The Matriks trilogi dahulu. Lalu juga, akan ada Susan Sarandon, Hugh Grant, Keith David, Xun Zhou, dan masih banyak lagi. Mereka pun sama seperti tokoh utamanya, akan terus-menerus muncul di beberapa kisah dari ke-enam kisahnya tersebut, dengan tentunya akan ber-make-up yang aneh pula.

Selama tiga jam kita akan dibawa terjun langsung ke dalam Dunia Cloud Atlas yang megah ini. Scoring music-nya pun bakal memberikan sentuhan yang berbeda ke dalam diri kita masing-masing saat sudah melihat betapa pedih, dan bahagianya akan yang namanya kenyataan itu. Karena, sesuai dengan kata Sonmi-451, kalau kehidupan kita itu adalah bukan milik kita sendiri. Kita semua sama-sama terikat satu dengan yang lainnya. Dan untuk masa lalu dan masa sekarang. Serta untuk setiap kejahatan dan juga kebaikan, kita akan melahirkan masa depan untuk kehidupan kita sendiri nantinya....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath