Selintas Gemerlapnya Jakarta Malam

Mengitari malamnya Kota Jakarta, hingga akhirnya menemukan Monas, itu lah yang sempat terjadi pada malam minggu kemarin, pada tanggal 26 Januari 2013. Dan tak hanya sampai disitu saja, gua bersama dengan salah seorang teman gua pun-akhirnya sampai juga di sebuah tempat tujuan, yang di dalamnya terdapat banyak sekali asap rokok, yang semerbak memberikan bekas yang begitu mendalam di setiap pakaian dan juga tubuh gua ini.

Ciri-ciri dari tempat ini adalah, seperti aula, namun tak lebar, pencahayaannya pun dibiarkan gelap remang, dengan banyak sekali cahaya tembak warna-warni dari atas. Dan tak terlupakan juga untuk sebuah musik yang bervolume besar, yang pada akhirnya mampu untuk membuat kuping menjadi pengang ketika sudah keluar dari dalam ruangan tersebut. Yah, gua harap kalian sudah bisa berspekulasi "tempat apakah ini".


Okeh, yang gua lakukan kemarin malam itu adalah sebuah keputusan yang sangat besar dari yang namanya "keingintahuan akan sesuatu" yang sama sekali belum pernah gua jamah.

Dan gua pun berhasil melakukan hal tersebut, walau hanya berdua saja dengan salah seorang teman gua yang belum terlalu gua kenal, yang juga baru kedua kalinya pergi ke tempat seperti itu. Jadinya dia sendiri masih agak malu-malu, dan membuat gua jadi bingung juga sebenarnya pada waktu badan gua sudah mulai banyak bergerak-gerak ria mengikuti tiap irama lagu yang sudah dipermak habis-habisan (rasanya agak terpaksa sih, karena kebingungan itu wkwkwk...).

Namun ini adalah pengalaman yang begitu menyenangkan sebenarnya, walau tetap "kurang enak" sebab masalah "kurangnya orang". Karena yang gua tahu kemarin itu adalah: orang-orang-nya sama sekali tak mengganggu gua, seperti tak ada yang nyopet atau "main gila" sendiri (if u know what I mean). Dan gua pun merasa, kalau kami semua ya sama, yaitu: sama-sama orang yang cuman mau datang dan tentunya ingin have fun, tanpa terlalu memperdulikan orang sekitar (yah, agak peduli sedikit sih hehe). Apalagi ketika awalnya itu seharusnya setiap dari kami musti berjogat-joget ria di tengah-tengah panggung, yang lucunya, gua banyak melihat orang yang masih malu-malu untuk melakukan hal tersebut, hingga akhirnya menunggu sampai ada sekelompok orang yang mau maju dengan beraninya, yang baru deh, akhirnya yang lain pada berani untuk bergerak-gerak ria seperti uler sancha.

Yup, banyak tatapan dari mereka yang sudah gua lihat, ya sama seperti gua. Ada yang sedang mencari-cari orang yang mungkin bisa diajak berkenalan (walau ini butuh banyak keberanian sekali hahaha), lalu juga ada yang mencari perhatian dengan bergoyang-goyang ria bersama teman-teman mereka, yang memang hal tersebut lebih asik untuk dilakukan bersama-sama. Yah, semuanya intinya sama ajah. Asalkan masuk di dalam kelompok yang udah klop, akhirnya bisa tancap gas deh untuk banyak melakukan hal yang gila di tengah-tengah jalanan atau di atas panggung. Gua sama sekali tak melihat makhluk yang penuh dengan dosa kemarin itu. Mereka semua sama-sama memiliki kebutuhan yang sulit untuk diucapkan, yang mungkin hanya bisa keluar jika sudah mabok (btw, gua belum melihat ada yang ampe mabok sekali kemarin itu, apalagi seperti pake sabu-sabu atau semacamnya, karena sekali lagi, banyak yang kelihatannya itu masih seperti manusia yang biasanya, ada "rasa malu" atau tak berani melakukan hal yang gila hahaha....).

Dan perlu diingat, gua pun disana hanya menjadi perokok pasif, karena minuman disana memang sangat mahal sekali! Yah, mungkin karena menjadi "perokok pasif" ini lah, yang memang akan menjadi salah satu alasan gua untuk tak datang lagi. Karena benar-benar mata gua serasa sakit ketika beberapa kali kena asap sial itu, apalagi pada waktu gua udah sampai di rumah, semua pakaian gua pun langsung gua buang dah ke bak cuci karena bau rokokkkk!!!

Namun sekali lagi, gua sama sekali tak menemui orang-orang yang sungguh merugikan gua (kecuali para perokok itu), karena yang gua lihat hanyalah: orang-orang yang ingin melepas topeng mereka di hadapan publik, orang-orang yang ingin have fun bersama dengan teman-temannya, yang tentunya adalah: sama-sama tetap memiliki "rasa malu", sampai akhirnya ada para leader yang akhirnya bisa mendorong mereka untuk mau ke tengah-tengah jalanan dan ke atas panggung untuk bergila bersama-sama.

Hahahaha...... gua gak tau apakah gua bakal balik lagi ke tempat seperti itu atau tidak. Yang mungkin sih gua bakal balik lagi jika pada mau pergi rame-rame, gak berdua sama seperti kemarin. Karena gua ingin lebih banyak menggerakkan tubuh gua dengan bebasnya, walau harus siap-siap untuk kena penyakit karena telah menjadi perokok pasif ckckck..... 


Yup, ini lah selintas dari dunia malam Jakarta, yang berdasarkan dari penglihatan gua, ya masih biasa-biasa saja. Hanya penuh dengan orang yang masih malu-malu hingga akhirnya ada yang bisa memotivasi mereka untuk melakukan suatu hal yang gila. Dan tentunya adalah: yang terjadi kemarin malam itu mampu untuk membuat kuping gua menjadi "pengang" sampai siang tadi! Ckckck.... Payah dah!


N.B: Kurang enak sepertinya jika pengalaman pertama gua ini tak diberikan sedikit pemanis di akhirnya oleh Tuhan. Karena pada waktu lagi jalan pulang ke rumah, tiba-tiba saja ban belakang motor gua bocor habis-habisan!! Untungnya masih ada tukang tambal ban, yang sayangnya ia bilang kalau ban gua udah banyak bocornya, yang gua gak tau karena dia akalin atau memang begitu kenyataannya. Alhasil gua pun harus membeli ban dalam baru yang gua gak tau bagus atau tidak dengan harga Rp 37.000,- ckckck.

Yah, apalah arti hal tersebut, yang mungkin ada yang bilang sebagai "teguran dari Tuhan karena perbuatan nekat gua semalam", atau mungkin yah sebagai pemanis pengalaman saja. Intinya, kalau buat gua sih, yang kedua lah yang gua pilih, karena ada satu hal yang manis yang belum gua ceritakan pada waktu malam atau pagi hari itu :p.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath