"Nafas Baru" Berkat David Fincher

Setiap manusia akan bertambah tua. Dan kehidupan akan terus membawamu ke suatu tempat, dan ke suatu suasana, yang tak akan pernah kamu bayangkan, jikalau kamu masih berkeinginan untuk bertahan hidup di dunia ini.

Setelah gua menonton kembali sebuah film garapan David Fincher, "The Curious Case of Benjamin Button", lewat sebuah tayangan televisi dini hari ini, gua kembali belajar tentang sesuatu yang namanya kehidupan. Entah, setelah semua hal yang telah gua lalui, tentang betapa sakit hatinya gua kemarin-kemarin itu, lalu tentang tiada lagi yang namanya gairah kehidupan, dan tentang sangat sulitnya untuk mendapatkan seseorang yang sungguh gua cintai....... pada detik ini, sepertinya gua kembali ke dalam titik keseimbangan gua. Dimana gua merasa kalau hidup ini akan terus menggerogoti setiap pernafasan gua, dan tanpa ampun, ia akan membiarkan gua mengalami banyak hal yang makin menyakitkan tiap harinya (it means, gua sadar). Namun, dengan adanya kontrol diri seperti sekarang, gua hanya merasa, ya, gua kembali siap untuk menghadapi kejamnya dunia pada keesokan harinya, walaupun gua tidak akan berjanji untuk yang namanya "menyerah" di kemudian harinya nanti. Karena selama gua masih berwujud manusia, hati gua pasti akan berdenyut kencang untuk ingin kembali terlelap selama 17 jam seperti kemarin itu hehehe....

Maaf, gua memang tak akan menceritakan soal film yang baru saja gua tonton tadi. Namun yang pasti, film yang sudah memperoleh tiga piala OSCAR dan mendapatkan banyak penghargaan lainnya, yup, kalian harus menonton film yang isinya adalah tentang kehidupan seorang laki-laki yang memiliki penyakit "terlahir tua" dan "mati muda" ini. Ia akan banyak memberikanmu inspirasi dan juga motivasi yang sangat menenangkan untuk lebih memahami kalau hidup ini ya memang seperti ini. :)

Sejak dulu gua memang suka cerita-cerita yang menggambarkan kehidupan seseorang sejak ia lahir sampai akhirnya ia meninggal. Karena akan ada banyak pengalaman yang menarik untuk diceritakan, beserta opini pribadi dari tokoh tersebut setelah mengalami setiap kisahnya itu. Tetapi untuk film jenis ini juga harus khusus dibuat oleh para sutradara berkelas atas dan benar-benar berjiwa besar ketika ia berkeputusan untuk membuat sebuah film, sama seperti David Fincher, sang pembuat Film The Curious Case of Benjamin Button yang sungguh hebat ini.


Hhhh..... sekarang gua cuma merasa, gua benar-benar harus meninggalkan masa lalu gua. Gua tak boleh menoleh ke belakang lagi kali ini sebelum gua menemukan hal yang sangat menguntungkan isi dompet gua :p , dan pastinya, gua juga harus mendapatkan hal yang biasanya secara tak sengaja terjadi di dalam hidup ini, yaitu: "munculnya sebuah benih-benih cinta kembali".

Yup, mulai dari sekarang gua harus berjalan kembali untuk menemukan ambisi terbaru gua lagi, setelah "eksistensi" kemarin itu, yang walau tak berjalan maksimal, tapi gua sudah cukup merasakan setiap kenikmatan saat menjadi anak yang eksis tersebut. Yah, mungkin sekarang ambisi gua adalah "membuat sebuah buku", yang dimana memang itu lah keinginan gua semenjak gua masih SD. 

Gua benar-benar ingin mengisahkan sedikit kisah hidup gua ke dalam sebuah buku, karena buku dapat disimpan rapat-rapat di dalam lemari, dan hanya api yang dapat membakarnya, lalu juga air yang dapat menghanyutkannya, serta bla bla bla, hal-hal yang tak terduga lainnya deh hehehe..... 

Disini gua sebenarnya cuma takut kalau setiap tulisan yang sudah gua simpan di dalam blog Ohh Getoo ini nantinya dapat menghilang ditelan virus. Soalnya sudah banyak perasaan nyata gua yang sudah gua tuliskan di dalam dunia maya ini. Yaa...... semoga saja hal tersebut tak akan terjadi ya..... Amin!

Okeh, thanks God

Gbu all.....



"And in the spring, 2003, he looked at me. And I knew, that he knew, who I was. And then he closed his eyes, as if to go to sleep." - Daisy
....The Curious Case of Benjamin Button....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath