Kutatap Cinta Mereka Berdua

Entah gua harus menyebutnya apa, dikala ada seseorang yang sedang dimintai tolong oleh temannya sendiri, untuk menemaninya dalam hal "memadu kasih" dengan orang yang sangat membuatnya menjadi "tertarik" itu. Mungkin di satu sisi bisa gua sebut sebagai "kebaikan hati", untuk membantu temannya sendiri yang begitu ketakutan dalam hal "menghadapi" orang yang sudah membuat hatinya menjadi berbunga-bunga tersebut. Namun disisi lain, gua juga bisa menyebutnya sebagai suatu "kebodohan", karena jika ada yang sedang menjadi seperti gua, yaitu "sedang menunggu cinta yang tak akan pernah terbalaskan", ya sudah, "membantu" dengan menemaninya tersebut-hanyalah akan menjadi momen yang paling menyedihkan di dalam kehidupan yang sungguh panjang ini ckckck.....

Baiklah, ini semua berasal dari persektif gua sendiri, yang semuanya terjadi karena setiap pengalaman yang sudah gua rasakan, jadinya gua akan menceritakan hal "menemani" ini, dengan tentunya penuh kejujuran, dan bukanlah untuk membuat suatu perdebatan.

Okeh, coba kita lihat terlebih dahulu bagaimana nasib gua sebelum akhirnya perlakuan "membantu teman" gua tersebut sempat terjadi sebanyak beberapa kali sejak gua menginjak bangku SMA hingga yang pernah terjadi belakangan ini. Hmm.... mungkin jika kalian sudah membaca beberapa post gua mengenai "my love problem", pastinya kalian sudah tahu kalau gua sedang "ditepuk sebelah tangan". Yup, intinya adalah: sudah bertahun-tahun lamanya ketika gua memutuskan untuk stay pada satu orang saja dalam hal "mencintai" ini. Yang sayangnya memang tak pernah terbalaskan, dan pada tahun 2012 akhir kemarin, akhirnya gua putuskan untuk menghentikan hal terbodoh tersebut dengan cara "pergi jauh" dari dalam hidupnya yang selalu membuat gua percaya akan yang namanya keajaiban dan harapan (yang tak pernah jadi nyata tersebut).

Nah, untuk keadaan yang sedemikian "koma"-nya itu, bagaimana jika tiba-tiba saja ada seorang teman yang malah meminta gua untuk menemaninya dalam hal ketemu sama orang yang sedang pedekate dengannya. Ckckck...... hal tersebut adalah detik-detik penuh dengan api neraka yang akan sulit untuk gua ungkapkan dikala sedang membantu teman gua tersebut.

Untuk yang pertama, mungkin akan sedikit gua ceritakan ketika gua sedang menemani salah seorang teman perempuan gua, pada waktu kami masih duduk dibangku SMA....

Ceritanya itu mereka berdua masih belum mau jadian, tapi tanda-tanda "kepengen" tentunya ada. Dan sebenarnya gua sudah sangat menolak ketika teman perempuan gua itu sedang memohon-mohon sama gua untuk menemaninya dalam melakukan hal yang menyebalkan tersebut. Yah, memang sudah nasib gua kali ya, kalau gua selalu saja terkalahkan ketika ada yang meminta bantuan gua (bukannya sombongz gimana ya grrr). Alhasil gua pun menemaninya dengan cara "makan bareng" di sebuah kafe, dan rewardnya sendiri: "gua dibayarin", namun punishment-nya: "gua jadi iri hati sekali!"

Bayangkan, saat melihat kedua manusia yang berlainan jenis kelamin, yang sedang sama-sama "memiliki hasrat untuk memiliki" di depan mata lu sendiri, seperti halnya mereka berdua sedang melakukan "tatapan tajam", lalu juga kadang "bersender di bahu", kemudian "bercandaan yang mesra", OH MY GOD!! Di posisi gua, hal tersebut adalah sesuatu yang paling menyedihkan, menyebalkan, dan tentunya menjijikkan! untuk keadaan hati gua yang sedang mengalami "cinta bertepuk sebelah tangan". Ckckckck..... pada saat itu gua cuma benar-benar "ingin pergi" meninggalkan mereka berdua, lalu ngebut dengan motor gua menuju ke rumah dan TIDUR!

Hal seperti ini pun sama seperti pengalaman gua yang kedua, ketika sedang melihat kedua orang teman gua yang sudah jadian (yup, kali ini bukan yang lagi pedekate), mereka berdua sedang melakukan bercandaan mesra pada waktu kami bertiga sedang jalan kaki untuk cari makan. Sungguh, pada saat itu gua sangat MENYESAL sekali ketika mereka berdua, atau salah satu dari mereka ada yang meminta gua untuk menemani mereka yang katanya "sedang diambang perpisahan" atau semacamnya deh. Jadinya gua entah sedang dijadikan apa. Apakah "pelampiasan" dari setiap hal-hal yang cuman bisa mereka berdua bukakan pada orang ketiga, atau apa, yang pasti hal tersebut sungguh membuat gua menjadi IRI habis-habisan!

Namun diantara kedua hal itu, yang juga sebenarnya gua pernah beberapa kali menjadi "konselor" untuk kedua pasangan yang masih belum jadi, dan yah, gua juga sempat diajak pergi ke Mall untuk melihat teman gua yang sedang menemui orang yang lagi mengejar-ngejar dia, yup, diantara semuanya itu, yang paling menyedihkan adalah ketika ada seorang sahabat gua yang minta ditemani untuk menemui orang yang lagi suka ama dia, dan gua cuman dijadiin sebagai "patung pajangan"!

Ceritanya begini, gua pernah dimintai tolong sama salah seorang teman gua, dan dia ini adalah laki-laki, untuk menemui seorang wanita yang sedang menunggunya untuk mengobrol dan memberikan sebuah hadiah untuknya. Dan menyedihkannya, gua sama sekali tak diajak berkenalan dengan wanita tersebut, yang alhasil-nya, gua cuman dibiarkan menunggu bersenderan di mobil orang, sambil terus-terusan mengotak-atik Blackberry gua tanpa tujuan yang pasti. Yup, memang bodohnya gua mau diperlakukan seperti itu. Tapi susahnya keadaan gua tersebut adalah, gua juga sedang sangat tertarik dengan wanita ini, dan gua memang berharap untuk bisa berkenalan dengannya, yang tau-taunya kaga sama sekali!

Yang gua lihat waktu itu adalah: gua sama sekali gak dianggap! Wanita tersebut hanya memandang penuh kebahagiaan ke teman gua ini, hingga akhirnya sebuah "hadiah" diberikan ke teman gua tersebut, yang benar-benar langsung menyentak habis-habisan hati gua ini pada waktu itu!

Saat itu pun untuk pertama kalinya gua benar-benar diambang KEBENCIAN ke teman gua ini. Gua merasa kalau semua hal yang sudah gua ceritakan ke dia itu (mengenai masalah cinta gua), ya semua itu hanyalah sia-sia belaka. Dia sama sekali tak mengerti kalau hati gua benar-benar sudah kering karena kisah cinta gua yang begitu hancur tersebut. Tetapi sekali lagi, kebaikan hati gua tak mengijinkan gua untuk membenci teman gua ini, dan selanjutnya pun, hubungan kami kembali normal dan biasa-biasa saja seperti sediakala.

Memang sungguh menyedihkan. Kehidupan manusia di bumi ini akan menjadi sangat menyedihkan ketika sedang mengalami "masalah hati". Khususnya adalah ketika sedang menjadi seperti gua, hal tersebut adalah kebobrokan dunia yang harus terus-menerus gua syukuri kepada Tuhan. Karena setiap orang itu memang memiliki masalah terberatnya masing-masing, dan ini adalah salah satu masalah terberat untuk gua, dan yah....  sekali lagi, entah terjadi itu karena "kebaikan hati" atau memang karena "kebodohan" gua sendiri.

Yang jelas, tolong jangan paksa gua lagi untuk melihat "bagaimana sebuah hasrat untuk saling memiliki itu sedang berada di puncaknya." Jangan biarkan gua melihat ketika ada diantara kalian yang sedang bercanda mesra, bertatapan tajam, adu mulut yang terkadang ada yang menjadi si manja dan juga si dewasa, dan apalagi ketika sedang memberikan sebuah hadiah, tolong dengan sangat-sangatnya, jangan meminta gua lagi untuk menemani kalian, apalagi sampai memohon-mohon sama gua, karena hati gua sangat lemah untuk menolak, tetapi sangat kuat untuk mau membantu, sama seperti ketika gua sudah membantu teman gua untuk meminjamkan duit ke dia, yang pada akhirnya sampai sekarang gak dibayar-bayar, hingga akhirnya gua sekarang malah menjadi murka ke dirinya itu ckck. Please DON'T!

Tetapi gua bakal menemani ketika gua gak pernah bilang ke kalian kalau gua "gak mau!", pada saat itu soalnya gua sudah menganggap kalau apa yang bakal gua lihat, ya itu tak terlalu membuat gua menjadi iri hati sekali. Yah, intinya jangan sampai memaksa gua ketika gua sudah bilang "gak mau" deh, karena kalian akan sangat menyakiti hati gua, dimana keadaan kalian pada waktu itu adalah: yang sedang mengalami asmara yang begitu mendalamnya di detik-detik paling sial di dalam kehidupan gua tersebut.

Okeh, itu saja, sebuah cerita dari salah satu hal yang paling buruk yang pernah gua alami di dalam kehidupan gua ini..... hehehe.....

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath