Fantine, Eponine, and Me

Les Miserables memang adalah salah satu film yang sangat sulit untuk gua lupakan hingga saat ini. Setelah gua selesai menontonnya kemarin itu, yang gua ingat hanyalah kedua tokoh yang paling menyentuh hati gua pada waktu gua sedang di perjalanan pulang. Soalnya siapa yang sangka, kalau akting yang diberikan oleh Anne Hathaway dan juga Samantha Barks, sudah benar-benar mengingatkan kembali ke gua kalau gua pun sedang mengalami hal yang sama, yang di dalam film tersebut adalah kepedihan dari tokoh Fantine dan Eponine ini....


Yang pertama, coba kita lihat pada tokoh Fantine, yang dimana ia adalah seorang janda beranak satu, yang harus merelakan rambut, gigi, bahkan tubuhnya, untuk membebaskan anaknya yang sedang ditawan karena hutang yang sudah membengkak. Dan pada waktu Anne sedang memerankan tokoh ini, ia pun berhasil membuat gua menjadi sangat bersimpati dengannya. Apalagi sewaktu ia pada akhirnya sedang menyanyikan sebuah lagu yang sebelumnya pernah kita dengar di sebuah ajang pencarian bakat bernama "Britain Got Talent", yang dinyanyikan oleh Susan Boyle dahulu. Yup, "I dreamed a dream"..... yang tak disangka sangat dibawakan dengan begitu penuh penghayatan oleh Anne Hathaway. Sehingga lirik-nya yang sangat pedih tersebut bisa tersampaikan dengan baik ke semua penontonnya. Dan oleh karena itu lah, penghargaan demi penghargaan pun berhasil ia dapatkan, seperti yang the best, pada penghargaan OSCAR dan Golden Globes.

Berikut adalah lirik dari lagu ini.....


There was a time when men were kind
When their voices were soft
And their words inviting
There was a time when love was blind
And the world was a song
And the song was exciting
There was a time
Then it all went wrong

I dreamed a dream in times gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung
No wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame

He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder
He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came

And still I dream he'll come to me
That we'll live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather
I had a dream my life would be
So different from this hell I'm living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Memang benar, pernah kita semua merasakan kalau cinta itu bisa membuat kita buta, dan semua yang ada di sekeliling kita adalah sebuah kebahagiaan yang sulit untuk diucapkan dengan kata-kata. Namun pada suatu hari, ketika semua keindahan dalam hati kita tersebut menghilang, baik itu karena dusta, atau mungkin pengkhianatan, maka kita pun sadar, kalau semua yang kita rasakan dulu itu adalah "suatu kesalahan".

Dan itu sering terjadi sewaktu kita semua masih muda. Sewaktu kita semua masih kuat dan tak takut pada apapun juga. Dan berharap kalau Tuhan akan selalu memaafkan dosa kita, serta berharap kepada Tuhan kalau cinta yang kita rasakan itu tak akan pernah mati kepadanya.....

Namun kemudian ia pergi.... Membuat pedih di hati selama berhari-hari lamanya..... Dan yang kita lakukan hanyalah "terus bermimpi". Bermimpi kalau ia bisa kembali ke kehidupan kita lagi.... Dan itu adalah sebuah neraka yang paling menyedihkan di hati kita..... Hingga kita tersadar, kalau kehidupan sudah membunuh semua mimpi indah kita tersebut.....

Sama seperti kehidupan gua, yang dimana sekarang ini gua masih bermimpi untuk bisa memilikinya. Yah, dirinya yang sudah berkali-kali gua sadari kalau itu adalah suatu kemustahilan. Tetapi hanya dengan bermodal sedikit harapan dan juga mimpi, akhirnya selama bertahun-tahun lamanya gua cuma menjadi...... "sampah". Perasaan yang gua alami selama ini hanyalah sebuah rasa sakit yang tak akan pernah berhenti. Apalagi jika gua lihat kalau ia sudah memiliki seorang kekasih, dan mungkin jika ia sudah menikah nanti..... sungguh, gua tak akan kuat jika harus melihat ia berucap sumpah di hadapan Tuhan di dalam pernikahannya tersebut!

"Now life has killed the dream I dreamed" , yah.... gua sudah menyia-nyiakan banyak hal hanya karena untuk mendapatkannya. Selama bertahun-tahun lamanya, waktu gua juga sudah terbuang percuma hanya untuk mencari cara agar bisa memenangkan hatinya tersebut.....

Yah, walau gua memang sedang move on..... tapi siapa yang sangka, kalau mimpi kecil yang indah gua tersebut sebenarnya masih bersinar di dalam hati gua hingga saat ini. Rasa rindu sendiri pun masih sangat kuat gua rasakan..... Dan "menyesal" adalah kata yang sudah bosan gua ucapkan sekarang......


....


Yang dibawakan oleh Anne Hathaway itu memang adalah yang paling menyentuh dan terbaik ketimbang para pemain yang lainnya. Namun jika kalian mungkin satu hati dengan gua, penampilan Eponine adalah yang terbaik kedua setelah Anne Hathaway tersebut. Tak peduli jika ia sama sekali tak mendapatkan satu pun penghargaan, dan yang seharusnya kedua itu adalah Hugh Jackman yang sudah menang di ajang penghargaan Golden Globes sebagai pemeran pria terbaik. Soalnya kepedihan yang dialami oleh Eponine adalah salah satu yang paling nyata dan sangat menyakitkan yang pernah semua manusia rasakan, yaitu: "cinta bertepuk sebelah tangan".

Berikut adalah lirik dan lagunya.....


On my own
Pretending he's beside me
All alone
I walk with him till morning
Without him
I feel his arms around me
And when I lose my way I close my eyes
And he has found me

In the rain the pavement shines like silver
All the lights are misty in the river
In the darkness, the trees are full of starlight
And all I see is him and me forever and forever 
And I know it's only in my mind
That I'm talking to myself and not to him
And although I know that he is blind
Still I say, there's a way for us 

I love him
But when the night is over
He is gone
The river's just a river
Without him
The world around me changes
The trees are bare and everywhere
The streets are full of strangers

I love him
But every day I'm learning
All my life
I've only been pretending
Without me
His world would go on turning
A world that's full of happiness
That I have never known

I love him
I love him
I love him
But only on my own

Ini adalah salah satu kebohongan dalam hidup, dimana ada seseorang yang begitu mencintai seseorang lainnya, namun ia hanya lah seorang diri. Ia tak didukung oleh siapapun, dan hanyalah akan dihujat oleh banyak temannya jika ketahuan ia melakukan hal seperti ini, yaitu: mencintai seseorang yang tak pernah dan tak akan mencintainya balik.

Yah, ini adalah kesakitan yang begitu sulit untuk dikatakan. Hati kita hanyalah menjadi ruang yang hampa, dan kita terkadang tak sadar, kalau kita sudah menjadi pengemis cinta untuknya....

Dan itu selalu terjadi di tiap detik dalam kehidupan kita. Pagi, siang, sore, dan malam, tiada hari yang bisa menggantikan dia di dalam pikiran kita. Hanyalah dengan cara pergi jauh dalam jangka waktu yang lama, yang dapat membuat kita menjadi melupakannya.... Namun memang sangat sulit, karena ia adalah salah satu yang terbesar dari harapan-harapan kita yang lainnya, dan atau mungkin memang lah yang paling besar di dalam kehidupan kita, sampai-sampai kita pun ingin selalu berkorban dan memberikannya banyak kebahagiaan dengan cara menyakiti diri kita sendiri....

I love you
But every day I'm learning
All my life
I've only been pretending

Tak usah gua katakan lagi, ini memang adalah gua. Ini lah yang sejak dulu selalu gua rasakan ketika gua sudah menemukan dirinya..... Sehingga gua hanya bisa selalu membohongi diri gua sendiri kalau suatu hari nanti pasti gua akan mendapatkannya. Dan kalau suatu hari nanti, pasti seluruh upaya gua akan membuahkan hasil yang sangat manis, yang selalu gua impikan di saat gua sedang menutup mata, membentuk suatu adegan yang indah tentang gua dan dirinya...... 

Namun....... ya, gua hanya membohongi diri gua sendiri..... Dan ketika gua sudah berbohong, semuanya akan berakhir hampa, penuh derita, dan kehancuran......


Hhhh..... Oh Tuhan..... sungguh..... Aku sangat mencintainya........ Benar-benar menyayanginya dengan sepenuh hati......



....



Yah, itu lah sedikit kisah dari kehidupan cinta gua yang sungguh pedih, yang memang sama seperti apa yang dirasakan oleh Fantine, dan khususnya untuk Eponine yang paling menyedihkan tersebut, karena harus selama bertahun-tahun lamanya hidup dalam cinta yang takkan pernah terbalaskan......


I love you....

I love you....

I love you....


But only on my own.......

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath