Budak, Duit, dan Mata!

Kisah hidup gua selama tiga hari ini selalu bermula dari pukul tiga pagi hingga enam atau tujuh sore. Jadinya selama tiga hari ini, gua sudah melewati kehidupan malam gua, yaitu: dengan tidur pulas, tanpa ada inisiatif sedikit pun untuk terbangun. Menyebabkan buat makan malam sendiri pun akhirnya sama sekali tak gua lakukan! Sehingga pada waktu gua bangun pada pukul tiga pagi, rasanya benar-benar sudah lemas dan juga lapar sekali badan ini ckckck.

Namun bukan hal tersebut lah yang akan gua ceritakan sekarang. Karena gua ingin sekali mengungkapkan tiga hal yang sungguh sudah jadi masalah yang bisa menguras isi otak gua di beberapa hari ini!!!!

Yang pertama, kita akan menuju ke dalam dunia nyata dimana ada beberapa orang yang istilahnya 'hampir' menjadi seorang budak. Sesungguhnya gua sangat bingung dengan orang-orang yang cuma bisanya itu 'menyusahkan orang lain' saja, padahal sebenarnya mereka masih bisa melakukan sesuatu yang lain ketika mereka ingin mendapatkan sesuatu, dan itu pun kalau otak mereka memang masih berjalan lurus. Soalnya sempat ada satu dan dua orang yang dengan bodohnya malah terlalu menuntut gua untuk segera 'membantunya'. Ceritanya singkatnya gini, gua sudah kirimin ia slide penting ke emailnya, dan setelah selang beberapa minggu, ia bilang kalau datanya hilang semua di komputernya, dan langsung minta gua kirimin lewat blackberry. Lalu gua pun bilang, kenapa gak ambil dari emailnya lagi aja. Dan dia beralasan kalau internetnya sudah tak bisa. Terus gua bilang lagi, yaudah, ambil di kampus aja dan gua suruh dia bawa laptop. Eh terus dia-nya gak mau dan malah suruh gua yang bawa laptop atau pinjemin dia flaskdisk gua. Alhasil karena gua gerah dengan permintaan yang 'sangatlah menyusahkan gua' tersebut, ya gua pun bilang, yaudah, nanti pinjem laptop yang lain ajah. Namun hingga tibanya di kampus, dia langsung tanyain gua, gimana nih ton??? dengan raut muka pasrah. Di dalam hati gua sebenarnya sudah bentek habis waktu itu. Akhirnya gua pun cuma bilang, coba cari yang ada laptop dah, abis itu gua hiraukan saja dia. Dan untunglah, sekarang ia sadar dan tidak meminta-minta gua lagi! Yeah!

Jujur, gua memang akan berbuat baik ke siapa saja. Dan gua akan turut membantunya jikalau ada yang mau meminta tolong ke gua. Tetapi ada batasan-batasan dimana 'permintaan tolong itu sudah seakan menjadikan gua seperti budaknya'. Mungkin karena terlalu keenakan, ada kalanya seseorang pada waktu minta tolong itu sudah tak pakai etika lagi. Ia tak ngucap kata "tolong", dan malah ada unsur "pemaksaan", serta "pasrah" yang padahal masih ada cara lain untuk ia bisa mendapatkan apa yang ia mau. Gua sendiri pun benar-benar langsung ambil inisiatif lain jika memang sudah merasa 'permintaan tolong gua ini sudah menyusahkan dia'. Seperti pada waktu gua pernah minta pinjem sebuah kaset instalan windows 7 ke temen gua, yang ampe berminggu-minggu dia gak kasih. Ya satu dua hari sih gua coba minta terus tapi itu sendiri dengan bilang "kalau ada waktu, kita ketemu yo." atau "gua jam berapa nih bisa ke rumah lu?" Nah, enak kan kalau kita yang minta tolong kayak begitu, dan tidak memberikan kesan 'memaksa', serta juga kita sendiri lah yang mau susah sedangkan ia kita kasih kenyamanan. Okeh, lanjutannya adalah, alhasil gua putusin buat beli sendiri kaset instalan windows 7 tersebut dengan pikiran "yaudah", bukannya "gara-gara dia nih! gua jadi keluarin duit dah!!" Yah, sadar lah kalau masih ada yang menjadikan orang lain itu hampir sama seperti budak! SADAR!!!

Kedua, ini adalah masalah hutang!!! Jadi, sebelum tahun baru sempat ada yang menghutangi gua, dan sampai sekarang ia belum bayar! Padahal gua sebagai yang dihutanginya itu sudah dengan baik-baiknya meminta hutang gua dibalikin dengan cepat. Soalnya ia janji kalau awal tahun baru itu bakal segera transfer, tapi nyatanya tidak! Sepertinya gua sudah salah memberikan kepercayaan ke orang ini. Gua kira ia ini berduit, tapi sepertinya kaga sama sekali! Gua pun sampai dimarahin Nyokap gua waktu gua bilang kalau gua habis kasih pinjem duit ke orang. Dan gua sendiri langsung berbohong ke Nyokap gua kalau duit gua itu udah dibalikin sama temen gua ini, biar Nyokap gua gak marahin gua terus dan panggil gua bodoh. Tapi memang benar kata Nyokap gua ini. Gua itu BODOH!! Awalnya saja gua membela temen gua dengan bilang kalau ia pasti bakal bayar. Tapi sekarang gua malah yang kena damprat dari kegoblokan gua tersebut. Gua yang benar-benar dirugikan sekarang!!

Dan yang jadi pertanyaannya adalah sekarang,"apakah gua harus pake cara yang kejam ke temen gua ini?!" Ah, gua mana tega melakukan hal tersebut ckckck....

Yang pasti gini deh. Gua cuma mau bilang ke orang-orang yang suka ngutang ke orang lain. "KALAU EMANG GA ADA DUIT, YA JANGAN SOK PENGEN BELI APA, ATAU PENGEN PERGI KEMANA-MANA DEH!!!! KALAU EMANG ELU ITU BISA DIPERCAYA DENGAN CEPET BALIKIN HUTANGNYA, YA IT'S OK. TAPI KALAU NYATANYA ELU EMANG KERE BANGET ORANGNYA, YA KERJA PET!!" Lalu juga untuk orang-orang yang seperti gua, yang masih percaya dengan orang-orang yang mau ngutangin kita itu. Lebih baik langsung say "NO!" aja deh. Sistem hutang-dihutang itu cuma berlaku ke orang yang benar-benar ADA DUIT! Peduli dia temen kalian, keluarga kalian, atau orang yang baru kalian kenal sekalipun. Intinya kalau kalian sudah tau soal kekayaan orang yang ingin ngutangin kalian, ya gak apa-apa, kasih ajah. Itu sudah sangatlah best solution ketimbang kasih ke orang yang LAGI GAK PUNYA APA-APA!!

Namun ini beda hal-nya dengan kasih pinjem ke orang miskin atau orang semacam itu yah. Kalau ke mereka mah, intinya udah pasti "siap untuk gak bakal dibayar". Jadinya itu bukan hutang lagi, tetapi "sumbangan". Dan kita pun gak bakal kepikiran lagi soal uang yang sudah kita keluarkan tersebut, karena kita sadar kalau kita ingin membantu orang lain dengan kasih "sumbangan", bukan "hutang!".

Baiklah, sampai sudah di masalah yang ketiga.....

Sore tadi gua habis datang ke Optik Melawai dan mengambil kacamata pesenan gua. Sebelumnya gua sudah pernah cerita kalau mata gua kini sudah ada silinder-nya, dan itu menjadikan gua gak bisa pake softlense lagi ckckck.... Namun gua coba pake alternatif lain, yaitu: "mengganti frame kaca mata gua". Dan karena sudah banyak yang bilang kalau frame yang sempat gua beli di pedagang murah meriah ini bagus, apalagi dengan harga hanya Rp 30.000,-, ya sudah, gua pun akhirnya memakai frame yang berwarna hitam semuanya ini :D.

Tetapi masalahnya adalah, pada waktu gua habis dipereksa mata-nya lagi sama optik ini. Gua pun dengan bodohnya meminta,"kurangin deh min-nya", dari 6.30, gua minta jadi 6.00 ajah. Ini yang ada di sebelah kanan mata gua. Terus dengan tololnya, gua gak minta kurangin min yang ada di sebelah kiri!!! Cuma silindernya aja yang gua minta kurang di kedua mata gua ini. Alhasil, pada waktu jadi pesanan gua, yah, mata sebelah kanan gua serasa kurang enak pada waktu memakai kacamata ini. Dan pada waktu melihat keluar pun, rasanya benar-benar tak seimbang! Sampai-sampai pada waktu pulang, pada waktu gua lepas kacamatanya, rasanya tingkat kebureman mata gua jadi meningkat ckckckck..... Padahal seharusnya itu gua juga mengurangi min yang ada di sebelah kiri gua, itu biar balance. Tapi karena orang yang pereksa mata gua juga gak tau apa-apa soal pengurangan min ini (soalnya kata Nyokap gua, di tempat lain itu begitu), ya sudah deh, terima nasib! Sekarang gua harus membiarkan mata sebelah kanan gua ini menjadi tersakiti agar bisa seimbang penglihatan gua di kemudian harinya. Sip!!

Dan hal ini pun membuat gua menjadi memiliki satu lagi "tujuan hidup", yaitu: cari duit buat OPERASI LASIK!! Kabulkan oh Tuhannnn...... :'(

Okeh, sip dah semua curhatan gua untuk beberapa hari ini yang benar-benar sudah membengkakkan otak gua. Dari yang hal "ketidak tahu dirian" sehingga menimbulkan "perbudakan" secara tak sadar, " lalu ke hal yang berhubungan dengan "duit" sehingga pastinya bakal nimbulin "kerusakan hubungan", dan yang terakhir, adalah "kepasrahan soal keadaan mata" gua ini. Semua itu sudah menjadi kegilaan pertama gua di awal tahun 2013 ini. Wew!!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath