Berteman dengan Dunia Mimpi

Yang akan terjadi pada gua disaat gua sudah tidur adalah benar-benar sesuatu yang sungguh mengerikan. Tak pernah ada yang tahu apa saja hal yang ada di dalam otak gua ini, sampai-sampai gua pun menjadi sangat malas untuk terbangun dari tiap mimpi dan khayalan yang dengan sengaja gua buat sendiri di kala kepala gua ini masih berada di atas bantal.


Masalah terberat gua, semenjak gua sudah duduk di bangku SMA kelas tiga adalah, tidur. Sejak saat itu gua sudah sering melakukan yang namanya bergadang, dan tidur dari pukul lima sore, semenjak gua pulang dari sekolah dan melakukan PM (Pelajaran Tambahan). Pada waktu itu gua sering sekali tidur dari pukul lima sampai dua belas malam, lalu lanjut melakukan aktifitas gua dengan cara menonton DVD lewat laptop, kemudian melakukan hal-hal lainnya seperti menonton TV dan memakan indomie. Dan semua hal itu selalu membuat gua menjadi sangat mengantuk tiap sudah sampai di sekolah. Oleh karena itu lah, di kelas tiga gua sering sekali tidur di kelas ketimbang belajar, karena sudah benar-benar berat tiap pelajarannya waktu itu (yah untuk semua orang yang sudah merasakan kenikmatan hidup di SMA sudah pasti tahu lah ya).

Nah, kebiasaan buruk gua itu pun pada akhirnya malah menjadi semakin buruk sampai detik ini. Dan itu selalu terjadi pada waktu liburan panjang, seperti yang sedang gua rasakan sekarang ini, yaitu liburan setelah mengakhiri semester 5 (dengan hutang 4 UAS mata kuliah yang tiba-tiba saja ditunda karena masalah banjir kemarin itu). Dan belakangan ini pun gua sudah sering sekali tertidur dari pukul 12 malam sampai tiga sore!! Yup, walaupun gua sudah bertekad untuk tidak bangun siang atau sore lagi, tetapi entah, hidup diantara khayalan dalam otak itu sungguh lebih menyenangkan di kala kepala gua masih berada di atas bantal.

Dan itu pun belum gua kasih tau hal yang lebih parahnya lagi, yaitu: sering menderitanya kepala gua ini, seperti harus sakit ketika sudah lepas dari bantal. Gua pun pernah mengalaminya sekali, sampai-sampai gua musti selalu minum vitamin tiap pagi, dan juga pil penambah darah tiap malamnya. Dan tadi pagi sebenarnya gua kira kalau gua sudah sembuh, kepala gua rasanya sudah tak sakit lagi ketika sudah lepas dari bantal, tetapi karena kebodohan gua lagi, akhirnya pun gua kembali lagi tidur sampai jam tiga sore, dan itu membuat kepala gua sakit lagi seperti sekarang. Lalu, ketika gua sempat meminum pil penambah darah pada sore tadi, entah kenapa, rasanya rasa sakit di kepala gua masih sama, dan hal tersebut pun sangat membuat gua menjadi ketakutan sekali sampai sekarang.

Sungguh, gua meminta sama Tuhan untuk tak memberikan gua penyakit yang gila dan parah karena kebodohan gua ini. Gua benar-benar ingin diberikan kesempatan satu kali lagi untuk mencapai cita-cita gua, dan itu pun dengan cara tak selalu dikuasai oleh emosi gua ini.

Nah, kata-kata gua barusan sudah mengungkapkan apa isi dari otak gua, yang pada akhirnya sanggup membuat gua menjadi tak ingin terbangun dari tidur. Yup, masalah emosi, yang sudah kita ketahui adalah soal percintaan gua, yang benar-benar sekarang ini makin terasa sungguh menyedihkan. Dan itu pun dimulai ketika keputusan gua untuk memberhentikan mencintai orang yang sudah gua cintai selama empat tahun kemarin itu. Lalu juga sebenarnya sudah ada satu orang yang pernah "bersama" dengan gua, dan tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan (gua sempat menuliskannya di tahun 2012 kemarin). Lalu juga untuk orang yang sedang gua dekati sekarang ini, yang benar-benar gua sudah melihat kemustahilan dari dirinya itu.

Yah, gua harus jujur bilang, kalau gua memanglah sedang merasa sangat kesepian sekali sekarang. Dan rasa kesepian itu benar-benar sudah membunuh gua, yang tepatnya adalah membunuh banyak waktu berharga gua dengan cara tidur, tidur, dan tidurrr.....

Karena yang selalu ada di dalam pikiran gua pada waktu sedang tidur adalah, bagaimana mendapatkan sebuah kebahagiaan dengan cara bisa mendapatkan si "dia" yang sudah mustahil tersebut. Sungguh, gua selalu memikirkan orang-orang yang sangat gua sayangi, dan itu pun sangat dikhususkan untuk "dia" yang sudah gua cintai selama 4 tahun lamanya (bahkan sampai sekarang sebenarnya). Ini adalah hal paling tergila di dalam kehidupan gua, yang benar-benar tak ada satu obat pun yang bisa menyembuhkan gua, kecuali dirinya itu yang seakan sudah menjadi obat di dalam jurang yang sungguh terjal. Dan mendapatkannya adalah harus mati dulu. Itu lah hukum yang sudah gua sadari sekarang.

Hahaha..... yah ini lah curhatan sekilas gua dari salah satu masalah yang begitu besar di dalam kehidupan gua, yaitu: tidur dan tetap, soal si "dia". Sekarang ini gua cuma berharap untuk bisa segera menemukan penggantinya, dan gua juga berharap kalau penggantinya tersebut tak akan membuat gua berpikir untuk selalu merasa "kalau gua memang pantas mendapatkan tiap kesakitan yang sungguh berat ini".

Namun tetap gua harus mempersiapkan segalanya yang terburuk jikalau harapan gua tersebut tak akan pernah terjadi. Dan gua tahu, gua tak akan pernah mempersiapkan hal tersebut, karena gua lebih memilih untuk tidur saja dan tentunya kembali berteman dengan dunia mimpi gua yang tak pernah hilang itu.

Thanks
Gbu all

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath