Tentang Film "Silent Hill: Revelation 3D"

Tahun 2006, seorang sutradara bernama Christophe Gans bisa dikatakan sudah berhasil membuat sebuah film bergenre horror yang benar-benar memiliki ciri khas-nya sendiri, dan juga pastinya sangat enak untuk dinikmati bagi para penggemar film bergenre tersebut. Film yang berjudul Silent Hill ini pun, yang dimana selalu bernuansa kabut nan pekat dan abu-abu yang berjatuhan dengan lambatnya, sebenarnya diambil dari sebuah game yang berjudul sama. Dan hebatnya, Christophe sudah benar-benar tuntas memberikan sebuah kengerian terbaru bagi para penonton, serta sebuah harapan yang besar agar franchise yang satu ini dapat dibuat sekuel-nya sebab adegan terakhir dari ceritanya yang menyesakkan tersebut.

Saat enam tahun akhirnya berlalu, tak disangka-sangka, kini hadirlah "Silent Hill: Revelation" yang sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya tersebut (termasuk gua). Dan Michael J. Bassett lah yang kali ini duduk di kursi sutradara, dimana seseorang yang pernah membuat Film Salomon Kane ini benar-benar harus memiliki tanggung jawab yang besar agar bisa membuat sekuel-nya menjadi lebih di atas dari yang pertama atau mungkin sama kekuatannya dengan apa yang sudah diberikan oleh Christophe Gans lewat atmosfer mencekam dari Kota Silent Hill yang mengerikan itu.


Coba kita lihat sejenak ceritanya. Kembali lagi kita saat Rose Da Silva bersama anaknya, Heather, yang masih terjebak di dalam selimut kabut yang tebal dan juga dikelilingi oleh debu-debu yang berterbangan. Yang lalu, entah bagaimana caranya, ibu-nya berhasil membuat Heather menjadi kembali lagi ke dunia nyata ke pelukan ayah tercintanya, Christopher Da Silva. Dan selama bertahun-tahun, ayahnya selalu memberikan cerita yang bohong ke Heather yang tiba-tiba saja hilang ingatan mengenai dirinya yang pernah datang ke Silent Hill tersebut. Dan selain diberikan cerita yang bohong, ayahnya juga membuat kehidupan Heather menjadi harus berpindah-pindah tempat tinggal dan mengganti identitas  karena ternyata ada suatu hal yang masih belum terselesaikan, dan itu pun masih tetap dirahasiakan oleh ayahnya.

Lalu, saat Heather berada di umur-nya yang ke-18, dan ia juga baru berada di sekolah-nya yang baru, ia pun menemukan banyak hal yang janggal. Ilusi-ilusi mengenai ia yang terkadang berada di Kota Silent Hill, makhluk-makhluk yang menakutkan, dan juga ada seseorang yang tiba-tiba saja mengikutinya. Hal-hal tersebut membuat Heather menjadi makin bingung dan takut akan keadaannya saat itu.

Dan tak usah berlama-lama lagi, kita akan langsung menemukan kalau ayahnya Heather kini benar-benar menghilang dan dikatakan telah diculik masuk ke Kota Silent Hill. Sehingga membuat Heather menjadi ingin sekali pergi ke kota di dunia lain itu, yang padahal ia sebenarnya selalu saja dilarang oleh ayahnya sendiri untuk jangan pernah pergi kesana. Tetapi apa daya, dengan bantuan salah seorang lelaki yang baru saja dikenalnya, Vincent, ia pun akhirnya pergi ke dunia yang sebenarnya sudah dikutuk tersebut. Dimana saat kegelapan datang, kota yang tadinya penuh kabut dan debu, akan berubah menjadi sesuatu yang gelap, yang berisi banyak monster dan makhluk yang haus sekali akan yang namanya darah dan daging manusia.


Senang rasanya saat bisa menikmati kembali sebuah tempat yang normal tiba-tiba saja terkelupas bak kertas yang sedang terbakar dan terobek-robek. Lalu juga untuk kembalinya makhluk-makhluk menyeramkan khas Silent Hill, seperti suster-suster "cantik", kemudian, sebuah eksekutor besar berkepala piramid, dan juga para makhluk berbadan manusia tetapi tanpa mata dan bibir dan juga bertubuh kurus. Semua itu adalah sebuah kekuatan yang pada akhirnya mampu untuk membuat franchise Silent Hill ini menjadi booming dimana-mana.

Namun tunggu dulu, karena sekarang lah saat-nya buat gua untuk mengungkapkan soal betapa gak bagusnya sekuel buatan Michael J. Bassett ini!

Pertama, coba lihat akting dari para pemeran-nya yang nanggung itu. Walau secara fisik, pemeran Heather (Adelaide Clemens) memang cantik, tetapi saat ia muncul sebagai sosok Alessa yang sebenarnya menyeramkan dan penuh kebencian, waduh! keliatannya tadi itu bener-bener lucu banget penampilannyaaa...!!! Make-up-nya saat menjadi Alessa sendiri pun keliatan seperti sosok EMO, bukan ketimbang sang iblis dengan hati penuh benci. Payah!!

Next, bagaimana dengan setan kecil yang memakai baju ungu itu. Ada dua adegan untuknya yang dimana kamera mengambil gambar close-up mukanya dengan harapan kalau gambar tersebut adalah sesuatu yang menyeramkan, waduh! buat gua jadi pengen bilang,"apaan sih?!?!?!" tadi dah beneran sumpah!!


Selanjutnya, untuk make-up-nya lagi. Yah, ada beberapa penampilan dari manusia-manusia yang berada di Silent Hill, yang memang sudah salah diberikan Make-Up-nya, yang sebenarnya terkesan murahan banget!! Coba liat si Claudia, sang pemimpin orde kegelapan itu, yang cuma dikasih bedak ampe putih tebel dah mukanya! Dan ayahnya Claudia, Leonard, waduh! Dia ini Malcolm McDowell, sungguh, dari antara tiga film yang pernah gua tonton dimana ada dia-nya, cuma film Halloween yang paling oke dah! Kalau yang ini, lucu!

Kemudian, saat adegan mengalahkan para monster. Sangat gampang dan gak oke!!

Untuk Design tempatnya, yahh... cuma dikasih pelastik-pelastik doang gua tau itu (waktu di rumah sakit jiwa). Dan juga untuk beberapa tempat lainnya, yang paling parah adalah saat di "TAMAN BERMAIN". Itu benar-benar TAMAN BERMAIN versi SILENT HILL versi SAMPAH HABIS!!


Lalu, suasana-nya juga kurang mencekam. Dan PARAHNYA! Soal kabut dan abu yang seharusnya menjadi kebanggaan dari franchise yang satu ini. Saat Heather keluar dari motel dan menemukan kalau jalanan sudah diselimuti oleh kabut dan abu, EDITANNYA itu benar-benar gak halus bangetttt!!!! Parah parah parahhh!!!!

Jalan ceritanya sendiri banyak banget yang bikin gua kesel. Tapi karena ada "twist" yang sebenarnya masih bisa gua tebak atau sama sekali gak buat gua kaget, jadinya kalian lihat sendiri saja yah.

Namun tenang saja. Bukan berarti film ini masih belum bisa untuk dinikmati. Walaupun sangat DIBAWAH dari buatan Christophe Gans, tetapi gua pun masih bisa sedikit merasakan "kaget" karena suara buka pintu yang bombastis (di setiap film horror pasti selalu ada haha), lalu juga untuk beberapa monster yang masih keliatan oke disini (kecuali untuk laba-laba yang berasal dari boneka manekin editan tersebut), yang tetaplah, para suster-suster "cantik" itu memang adalah yang paling "terkuat" dari penglihatan gua.


Entah, mungkin ini memang karena ekspektasi gua yang begitu besar soal franchise yang satu ini atau memang ada banyak kesalahan yang sudah ditampilkan di film ini? Yang pasti, sama seperti kasus dari Film Resident Evil yang kini sudah dibuat menjadi  hancur tersebut, gua cuma bisa bilang,"kecewa". 

Ini perasaan gua soal film ini. Bagaimana dengan kalian?

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath