Tentang Film "The Bay"

Setelah menonton film-film berjenis mockumentari atau menggunakan kamera genggam dan semacamnya sehingga terlihat menjadi berupa dokumentari, gua pun tak pernah sampe berpikir akan menjadi seperti apa film yang baru saja gua tonton ini. Karna kalau kita lihat seperti Paranormal Activity, Blair Witch Project, yang walaupun dulu itu memanglah mereka sangat begitu menyenangkan untuk ditonton, tetapi rasanya tidak untuk jaman sekarang ini, dimana akan selalu ada banyak hujatan setelah menonton sesuatu hal yang sebenarnya memang selalu saja kurang jelas tersebut.

Okeh, kembali lagi ke film yang baru saja gua tonton, yang disutradarai oleh Barry Levinson ini. Yang pada intinya adalah, gua rasa untuk kali ini kalian akan sangat suka dengan jenis mockumentari yang akan gua berikan sinopsis-nya sebentar lagi. Soalnya ada lumayan banyak hal yang ternyata begitu menarik untuk ditonton lewat film yang berjudul "The Bay" ini.


Untuk awal, seperti biasa, pengenalan akan sang tokoh utama-nya, yaitu Donna Thompson, seorang reporter yang sedang melaporkan tentang suatu kejadian yang "sebenarnya" di tempat tinggalnya tersebut. Dan pada saat ia sedang berbicara dengan orang yang bakal meliput semua ceritanya itu, video-video yang lain pun bermunculan. Seperti pengenalan akan sebuah kota kecil yang memiliki masyarakat yang begitu ceria di Maryland, lalu juga kasus-kasus dimana ada banyak kejadian aneh, seperti ikan-ikan yang pada mati, lalu juga terdapatnya dua orang yang tiba-tiba saja diketemukan menjadi mayat dengan bentuk tubuh yang sangat mengenaskan.

Nah, tak berlama-lama lagi lah film ini memperkenalkan tentang semua hal yang setidaknya penonton memang harus tahu di awalnya. Karena setelah itu, alur pun langsung beranjak naik dan terus naik, hingga dimana baru diketahuilah kalau ada sebuah wabah yang disebabkan oleh sebuah makhluk yang pada akhirnya bisa membunuh banyak sekali orang di dalam kota tersebut.

Dan kita pun tak akan pernah menyangka-nyangka soal pengambilan gambar dari film ini yang benar-benar begitu mengerikan, karena melibatkan juga sebuah bentuk dari yang namanya darah berceceran, lalu daging-daging yang sungguh tak enak dipandang. 

Lalu juga, seakan seperti sebuah klimaks yang lumayan lama, kita bakal terus dipacu dari rasa penasaran soal mengapa wabah tersebut bisa terjadi, lalu juga dipacu soal rasa ngeri saat ditampilkan beberapa kumpulan video yang memang menakutkan.

Dan pada saat kita sudah sangat menginginkan soal bagaimana cara menyelesaikan masalah yang sudah menggila itu, di akhir nanti kita akan diberikan sebuah gambaran dari yang namanya "sindiran terhadap pemerintah", yang dimana mereka memang mampu mengubah banyak fakta yang ada menjadi sebuah cerita khayalan.


Karena gua sudah hidup di jaman sekarang, yaitu ketika gua sedang cukup gemar untuk menonton film berjenis mockumentari atau found fotage ini, jadinya gua sudah pasti tak akan tertipu lagi dengan kata-kata awalnya yang dimana mengatakan kalau video-video yang ada adalah berasal dari banyak media yang dikumpulkan jadi satu. Apalagi sewaktu aktris pemain Film Cabin in the Woods juga ikut memeriahkan film ini dengan kecantikannya, yaitu Kristen Connoly, ya sepertinya sang sutradara memang sudah tahu kalau penonton sudah tak bisa dibodohi lagi seperti dulu.

Namun yang pasti, film ini memanglah bisa dikatakan sudah berhasil untuk membuat sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Dan untuk pikiran ingin percaya kalau kejadian dalam film ini sungguh terjadi pun sebenarnya sempat ada atau "ingin ada" di benak gua, karena memang begitu "hidup" sekali baik itu dari cara pengambilan gambarnya, aktingnya, scoring music-nya, jalan ceritanya, dan juga editingnya. Membuat gua jadi terbawa emosi juga dengan gubernur yang sudah mengambil langkah yang begitu mematikan untuk masyarakatnya tersebut ckckck.....

Okeh, overall, gua sangat suka. Ini adalah salah satu film dengan bentuk tampilan yang terbaru, yang memang begitu menyenangkan untuk ditonton. Tak disangka, untuk video-video yang patah-patah bahkan tak terlalu jelas, tetapi untuk di film ini, ternyata masih bisa menjadi sesuatu menarik untuk disaksikan :D.


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath