Menjadi MC di UBM (part 2)

Sabtu, 15-12-2012, akhirnya terjadi juga. Hari puncak dimana gua harus menjadi MC di dalam sebuah event bernama "Communication Day". Dan pada hari tersebut, gua musti berkewajiban menampilkan banyak hal yang menarik perhatian (sesuai dengan yang sudah gua tulis di post yang sebelumnya), yang pastinya yang dapat mengundang banyak penonton agar dapat memeriahkan acara yang memang berada di luar lobby UBM ini.

Namun, apakah yang terjadi pada hari kemarin itu? Seperti sebuah bencana yang bertubi-tubi, itu lah yang gua rasakan sewaktu harus mengeluarkan banyak kata-kata lagi sesuai dengan beberapa tulisan yang sudah ditentukan (promosi, isi acara, dll).

Gua sama sekali tak menyangka, kalau gua harus menjadi LUPA untuk membawa topi vedora kesayangan gua. Ya, vedora yang berwarna abu-abu dan hasil dari pemberian seorang sahabat gua, Angga, karena pada waktu itu ia mendapatkan dua benda seperti itu dari pekerjaannya menjadi gritter. Dan, bodohnya gua, walaupun gua kali ini tidak telat datang, dan bahkan cuacanya waktu itu sangatlah panas sekali, eh malah otak gua sama sekali tak ingat akan satu benda terpenting di setiap gua harus "tampil" tersebut. Padahal untuk pakaian sendiri, gua sudah membawa blazer hitam merek Baleno kesayangan gua, yang intinya adalah: tak ada masalah untuk cara berpakaian gua. Hanyalah topi vedora yang seharusnya menutupi rambut gua yang sudah lembut dan mudah terombang-ambing tak beraturan di tiap kena hembusan angin (ribet juga punya rambut yang lemas dan lembut itu) ckckck....

Yah, gua sih dengan berat hati, ya mau tak mau-gua harus tampil di atas panggung dengan rambut yang sudah pasti bakal acak-acakan. Apalagi saat itu angin benar-benar sedang kencang, menandakan akan turun hujan, yang memang turun pada waktu sore harinya.

Namun untunglah, saat itu sebenarnya banyak orang yang tak terlalu mempermasalahkan soal topi vedora gua tersebut. Jadinya cuma gua sendiri yang memang terlalu keklabakan soal hal ini. Hahaha.... tapi tetaplah lumayan bikin gua jadi sedikit "menyesal".

Hahaha..... memang sangatlah menyebalkan buat gua. Dan apa kau tahu?! Ternyata masih ada beberapa kata dari gua yang harus kembali "keblipet" pada waktu ngemci kemarin itu?! Lalu juga, bahkan ada yang langsung bilang ke gua tentang kekurangan dari cara peng-MC-an gua, dan itu adalah: gua masih suka kecepetan ngomong, jadinya kurang terdengar jelas. Dan kata-kata tersebut pun baru gua dengar kira-kira 20 menit sebelum event dimulai. Yuhuuu....!!!! seperti sebuah shock theraphy buat gua, yang harus segera gua dapatkan lagi pada waktu ada teman gua yang bilang,"bagusan suara tu cewe. Kalau suara lu mah cempreng Ton!" Yup, ada sesi dimana gua memang harus ngemci berdua, dan langsunglah kritik-kritik pedas menghajar kuping dan perasaan gua dengan keras!!

Ini memanglah sesuatu hal yang cukup sulit buat gua terima. Bahkan semua orang pun pastilah begitu juga. Namun bukan berarti kalau gua bakal menyerah dan tak menerima setiap kritikan yang ada ya. Inget!! Ini cuman PERASAAN yang sedang gua UTARAKAN ya!! (Soalnya selalu aja ada orang yang langsung nge-judge kalau gua bukanlah seseorang yang memiliki tipikal "pemenang". Orang-orang seperti itu mah memang GAK TAU DIRI!). Yup, intinya adalah, gua cuma mau cerita aja disini. Memang disinilah tempat gua bisa bebas soal menunjukkan semua emosi yang ada. (yah, selamat menemukan terus ya kata-kata seperti ini disetiap curhatan gua. Karena gua benar-benar sudah tak betah dengan orang yang langsung main nge-judge seperti yang sudah gua bilang tadi hahaha).

Okeh-okeh, lanjut soal peng-MC-an gua. Yah intinya gak ada masalah yang sampai serius banget sih. Bahkan gua masih bisa bikin orang-orang ketawa, dan itu sudah memuaskan gua habis. Dan juga, "sebuah situasi dimana nasib fee gua sendiri" pun sebenarnya juga membuat gua menjadi positive thinking soal cara peng-MC-an gua hehehe (cuma beberapa orang dah yang ngerti soal ini :p).

Yang pasti, suara gua benar-benar hampir habis pada waktu kemarin itu. Tenggorokan gua juga terasa banget sakitnya. Badan pun bisa dibilang sudah hampir 20 persen lagi untuk terjatuh. Sampai-sampai pada waktu acara sudah selesai, gua jadi cuma duduk terus ampe terdiam tanpa senyum sedikitpun, beda pada saat gua lagi ngemci yang dimana musti banyak-banyak senyum ampe gila.

Hhhhh........ ini lah pengalaman gua soal menjadi MC pertama di UBM. Dan sekarang, tetap yang menjadi pertanyaan adalah: "apakah gua bakal dipakai lagi di next event yang mungkin bakal diadain oleh marketing dan organisasi-organisasi lainnya??" Let we see.....

Oh God, thanks for everything. Dan juga untuk Lumos Organizer yang sangatlah luar biasa sudah bisa memberhasilkan event yang bisa terbilang cukup gede ini. :D

Gbu....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath