Mengejar Eksistensi Diri

Mumpung gua memanglah lagi banyak berceloteh, dan rasanya gua jadi kepengen lagi bercerita soal kejadian-kejadian yang sudah menimpa gua belakangan ini. Lebih baik langsung saja gua ceritakan kalau sekarang-sekarang ini gua memang sedang dihadapkan kepada dua buah job yang kalau boleh jujur, adalah sebuah kebanggan tersendiri untuk gua.

Mari gua mulai semua ini dengan sebuah tujuan yang walau belum begitu maksimal, tetapi setidaknya gua sudah berhasil mencapainya, yaitu: "membangun relasi sebanyak mungkin". Itu adalah salah satu kalimat dari gua ketika ditanya "akan melakukan apa nantinya disaat kuliah." Dan memang, gua sungguh-sungguh menjalani hal tersebut.

Di kampus, gua bertindak selayaknya "individual", yang tak mau terlalu banyak minta bantuan sama orang lain, tetapi kebanyakan adalah "berusaha sendiri". Gua pun berusaha untuk membangun sebuah image kalau diri gua itu gak ngarep-ngarep banget untuk punya teman banyak. Namun, gua selalu mencoba untuk menjadi funny man (secara, gua kan juga pengen jadi entertainer hehe), yang setidaknya bisa mencairkan suasana di dalam keadaan apapun (yah, itu mang selalu gagal haha. Tapi kadang juga bisa berhasil sih :p). Kemudian, walau gua individual, tetapi gua juga secara pelan-pelan mendekati banyak orang. Dengan ikut makan bareng di dalam sebuah kelompok tertentu. Yang enaknya, untuk semester pertama dan kedua, karena pengelompokan masih belum terlalu terikat habis, jadinya gua masih lebih mudah untuk mencoba masuk di dalam kelompok-kelompok yang ada. Yang walau tak bisa dipaksakan juga jika gua memang gak bisa masuk di dalam sebuah kelompok yang ternyata "gak pas", yang mungkin itu dari cara pikir dan lain-lainnya. Tetapi gua tak menjauh dari mereka, karena gua terus ingat, "gua musti tetap jaga hubungan!"

Nah, gua tadi bilang kalau untuk di semester pertama dan kedua itu enak. Dan oleh karena itulah, akhirnya gua berhasil mendapatkan setidaknya dua kelompok yang bisa dikatakan "klop" hingga sekarang. Namun tetap ada kemungkinan juga kalau gua masih bisa masuk ke kelompok yang lainnya, dan bahkan, kalau boleh jujur gua memang sudah 90% mengenal dan dikenal dengan cukup baik untuk anak IKOM angkatan gua :D. Karena gua juga berusaha jadi netral, tak peduli seperti apa karakter-karakter dari setiap kelompok yang ada. Gua pun tetap jadi diri sendiri yang masih banyak tersenyum agar terlihat ramah atau tidak jutek. Lalu juga, banyak memuji, karena ada sebuah buku yang menuliskan hal tersebut. Yah setiap orang mah pasti suka dipuji lah yah hahaha....

Kemudian, pada saat sudah pembagian peminatan, dimana gua mengambil broadcasting, dan salah satu kelompok bermain gua ada yang mengambil PR, itu mungkin adalah kunci utama gua untuk terlihat "eksis". Sebab, untuk teman-teman gua yang ada di semester satu memang kebanyakan mengambil di broadcast, dan di semester dua itu mengambil di PR. Dan gua pun pada saat semester dua, memiliki sebuah cara yang paling ampuh agar gua bisa dikenal, yaitu: dengan "presentasi". Yup, bayangkan, disaat gua sedang presentasi, gua seperti sudah bisa mengundang banyak sekali tawa (bukan sombong yahhh) dengan gaya lebay dan aneh bin ajaib gua, murni dari dalam diri gua sendiri. Gua hanya sama sekali tak menyangka, kalau gua sudah berhasil belajar cara presentasi sesuai dengan gaya gua sendiri. Padahal pada waktu semester satu itu, gua sudah gagal berkali-kali untuk mengundang banyak perhatian, apalagi dengan "tawa" itu sendiri. Best semester deh waktu yang ke-2 itu! :D 

Jadi (lanjut soal kunci utama gua bisa eksis), setelah di semester tiga dan empat, gua pun nyatanya menjadi bisa banyak mengenal anak-anak dari PR dan juga broadcast, dengan cara selalu saja "setia pergi-pergi dengan mereka semua". Jika ada yang ngajak nonton, ayok deh! Kalau mau patungan ngerjain ultah bareng, ayuk gan!! Nah, pastinya kan pergaulan mereka sendiri juga bertambah banyak, dan gua pun mengambil celah tersebut untuk "dikenal" mereka (inget yah, intinya dikenal!) awalnya dengan segala gaya dan tingkah laku gua. Hingga pada waktu mereka ngerasa nyaman sama gua, saat sudah mengenal gua tersebut, yasudah deh, lanjut gua untuk menjadi "rendah diri" hahaha (yah, kalau dia ngerasa gak nyaman sama gua, gak bakal dah gua rendah-rendah diri segala).

Namun, gua melakukan semua itu bukan berarti gua gak tulus. Gua pun sangat menikmati soal mengejar relasi yang banyak, atau sebenarnya berubah menjadi "mengejar eksistensi diri" ini. Karena memang jika dilihat dari masa lalu gua, yang dimana tak punya teman, gua jadinya ngerasa untuk "memiliki hati" di bidang seperti ini. Yah, istilah katanya, gua memang mau untuk jadi orang baik deh untuk sesama (walau gak maksimal juga).

Yang lalu, sampailah pada di semester lima ini, setelah perjalanan panjang untuk mengejar eksistensi diri ini akhirnya "setidaknya" ada pencapaian. Karena tak disangka, tenaga gua pun akhirnya dipakai sama dua kelompok PR yang dimana memang mengenal gua. Yang pertama, gua diminta jadi videografer dan juga editornya, lalu yang kedua, gua diminta jadi MC. Nahhhh...... yang kedua ini sebenarnya adalah salah satu TUJUAN gua yang lainnyaaa.... Apalagi diminta jadi MC-nya itu di lobby UBM, dimana pastinya bakal ditonton banyak orang juga. Dan besok adalah hari pertamanya (soalnya dua hari gua jadi MC-nya). Dan parahnya, gua belum beli buah naga!!! (buah yang sekarang sangat gua percaya tuh buat stamina tubuh gua hehe). Semoga saja besok berjalan dengan lancar deh yaa..... AMIN!!! :p 

Intinya, lakuin aja semuanya pake hati. Tapi tetap pintar-pintar juga untuk menjalani visi hidup. Dan tanya sama diri sendiri, "have fun apa kaga ngejalanin itu semua??" dan "siap untuk yang terburuknya apa kaga??" Karena gua pun sudah siap jika memang bakal dimusuhin banyak orang lagi atau mungkin dibenci karena salah satunya adalah "salah persepsi ketika membaca post gua ini haha" (gua juga nulis kayak gini agak ngeri dikira apa gitu sih ckck). Yah untunglah, gua sudah merasakan hal tersebut bahkan terburuknya sekalipun, dimana padahal gua pun masih menjadi anak yang pendiam, pemalu, dan pengecut.

Thanks
Gbu


Anton Suryadi

Independent but not a sociopath