Amarah di Minggu Ini

Liburan menjadi sangatlah malas, itu sudah pasti. Apalagi jika sekarang, untuk menikmati hari-hari menjelang akhir tahun ini, gua setidaknya memiliki lumayan banyak acara yang dapat membuat gua menjadi inginnya di rumah saja. Jadinya gini, karena acara-acara tersebut, gua merasa kalau enakan itu berada di rumah saja. Santai-santai dan tidak menghabiskan banyak duit. Soalnya juga, uang gua memanglah cukup tipis untuk bisa menikmati liburan akhir tahun ini. Menyebabkan gua menjadi sangatlah tersiksa ketika sedang diajak untuk pergi-pergi, yang pastinya akan menghabiskan banyak uang secara sadar dan tak sadar. Dan walaupun acara perginya itu adalah sesuatu yang sangatlah seru, tetapi untuk gua, ya akhirnya akan berujung menjadi "malas". Bahkan untuk menulis di blog gua pun seakan hanya menjadi angin lalu di otak gua, yang terus-terusan bilang "Anton! Elu harus banyak-banyak nulis!! Elu punya banyak cerita untuk dimusiumkan tonnn!!!" Yah, dan sekarang pun akhirnya gua memenuhi apa yang ada di dalam otak gua tersebut. Membuat gua menjadi berada di depan laptop gua lagi pada pagi hari (sekitar jam satu sampai jam tiga pagi), untuk mencurahkan segala macam hal yang ada di otak gua.

Lalu, apakah yang akan gua tulis kali ini? Untuk film, ya karena gua sudah gak nonton-nonton lagi baik itu di bioskop dan di DVD, pastinya gak ada review yah. Kalau begitu, gua akan langsung memberitahukan kalau ini bakal ada hubungannya dengan masalah percintaan gua. Yup, tentang dua orang yang sudah gua putuskan untuk berada di dalam hati gua, yang bahkan sampai-sampai membuat gua menjadi "ingin sekali untuk berlaku baik kepada mereka berdua ini". Jadi, walaupun ada yang berkata kasar, gua akan membalasnya dengan kata-kata yang baik. Dan walaupun ada yang sampai membuat gua menjadi memilih pilihan yang sangat menghancurkan gua, dan dia ini sama sekali tak merasa bersalah, yah-gua pun tetap merahasiakan hal ini ke semua orang yang memang tak boleh tahu (berarti ada beberapa yang tau). Entah, untuk masalah perasaan, gua itu benar-benar menjadi sesuatu yang dirugikan sekali. Mungkin ini adalah salah satu kutukan dari Tuhan untuk kehidupan gua yang penuh dengan hal-hal yang gila dan luar biasa yah (kutukannya itu dalam artian positif yah).

Okeh, jadi ini adalah hal-hal yang gua lakukan untuk minggu-minggu belakangan ini. Yaitu: "marah-marah!" Untuk yang menjadi followers gua di twitter pastinya sudah pada tau kalau belakangan ini gua sering mencurahkan emosi terpitam gua yang pada akhirnya malah menjadi seperti "sampah timeline". Dan hal tersebut gua lakukan karena sudah tentunya soal masalah percintaan gua tersebut. Yang dengan kata lain berarti, "sekarang ini sudah menjelma menjadi amarah yang luar biasa kepada mereka!" Bukan rasa sayang, ingin kembali, dan mendayu-dayu lainnya. Tapi benar-benar sebuah rasa amarah yang paling gila, namun sayangnya, hanya kepada satu orang saja yang gua lantunkan beberapa kata kasar lewat SMS. Sedangkan yang satunya lagi gua biarkan pergi setelah gua delcont BBM-nya tersebut. Tetapi tak apa-apa untuk yang tak kena damprat emosi gua ini. Karena sebentar lagi dia akan segera menerima suatu hal yang mengerikan dari sebuah pekerjaan bernama "MLM".

Hahaha.... kedengarannya gua sudah berbuat suatu hal yang jahat sekali yah. Tapi itu lah yang sesungguhnya yang sedang gua alami sekarang. Benar-benar sebuah amarah yang disebabkan karena perbuatan mereka berdua ini yang sungguh buat gua jadi muak. Padahal apa yang sudah gua lakukan dahulu itu sama sekali tak pantas untuk mendapatkan berbagai macam penyakit hati seperti ini. Dan padahal juga, gua sudah banyak sekali mengalah kepada mereka. Bahkan sampai-sampai gua rela menghancurkan "apa yang selama ini gua bangun" hanya karena gua tak ingin melihat mukanya lagi. Dan bahkan juga, gua sampai rela membiarkan diri gua menjadi korban dari masa lalu orang yang gua suka tersebut. Benar-benar menyesakkan di dada, dan maklumlah kalau sampai meledak beneran di minggu-minggu belakangan ini. Lagipula juga, itu hanyalah sebuah sms kasar yang baru sekali gua lakukan, dan juga hanya delcont bbm yang sebenarnya akan sangat menyenangkan dia (inget ya, ini ada dua orang). Yup, mereka berdua ini tentunya tetap akan menikmati liburan akhir tahun ini tanpa adanya kehadiran gua (karena pilihan gua untuk pergi dan delcont tersebut).

Lalu bagaimana dengan amarah yang gua luapkan di twitter?? Waduh, itu benar-benar baru kali ini loh gua lakukan. Kata-kata seperti "anj*ng" , "bang*at" , "berengs*k" , "sampah" , dan "bangke" sungguh gua keluarkan tanpa gua mempedulikan bakal dikira apa gua ini sama teman-teman gua. Yang bahkan, sempat ada yang bilang kalau KUALITAS HIDUP gua itu GAK ADA?! Dan kata-kata itu malah membuat gua menjadi tambah kesal bukan main. Yang langsung saja gua damprat teman gua ini walau masih ada sopan-santun-nya karena gua tak ingin malah tak berhubungan lagi dengannya. Gak mungkin gua juga pake kata-kata kasar untuk menunjukkan kekesalan gua ke dia. Hanyalah sebuah kata-kata seperti "sory ya, gua lagi marah. Tolong jangan buat gua tambah marah lagi dengan itu kata-kata. Karena bukannya malah mendukung gua, tapi bakal jadi buat emosi gua makin menjadi-jadi." Ya kira-kira seperti itu lah. Dan untunglah, yang lainnya hanya ada yang ngajak bercanda dan nanya "ada apa?" Yang pada kenyataannya baru gua balas keesokan harinya, karena gua benar-benar lagi tak mau ngomong sama siapa-siapa di bbm.

Dan, yang gua lakukan pada waktu gua lagi digilakan amarah tersebut adalah, gua memutuskan untuk berkaraoke bersama teman-teman kampus gua! Yeah!! Saat berkumpul bersama beberapa teman kampus gua, seperti Budiman, Leonardy, Angga, dll, itu sungguh makin buat otak gua menjadi fresh. Karena ada banyak sekali tawa yang muncrat dari mulut gua ini. Dan walau mereka memang tak tau gua lagi kena masalah apa, tetapi gua sudah sangat dibahagiakan di hari-hari penuh emosi itu. Yup, itu lah yang gua butuhkan ketimbang didamprat ama orang yang gak tau masalahnya apa, dan seperti gledek nyamber-langsung ngerocos hal yang gak penting dan malah buat gua jadi tambah naik pitam.

Memang di dalam hidup ini, masih banyak sekali tersimpan berbagai macam misteri yang sulit untuk dipecahkan. Gua sendiri pun masih tak menyangka kalau pada akhirnya gua berani sampai nunjukin amarah gua tersebut, langsung lewat sms dan ngerocos di twitter. Padahal kan seharusnya gua tetap memberikan "cinta kasih" yang tak pernah menuntut apa-apa itu. Ya, walaupun gua diberikan hal yang negatif, tapi gua tetap memberikan hal yang positif. Namun, memang sebenarnya sih gua sangat-sangat-sangat ingin meminta maaf (lagi) dengannya itu. Karena setelah emosi selesai, yang ada di benak dan batin gua malah kembali lagi terjun ke perasaan cinta tersebut. Yang walau bagaimanapun juga, hati gua seakan telah diambil oleh mereka berdua ini. Dan bakal tetap diambil sampai gak tau kapan selesainya gua "merasa" hal tersebut. Karena seperti yang gua bilang, kalau hidup ini masih menyimpan banyak misteri, dan gua gak tau kapan misteri soal "pengambilang hati" ini dapat segera terselesaikan.

"Apakah memang tak bakal hilang lagi yah sampai gua mati nanti?? Waduh! Itu pasti akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan di dalam kehidupan gua ini!!" Yah apa boleh buat ya, jika memang gua kebagian-nya hal seperti ini. Yang pastinya setiap dari kita pun memiliki pengalaman menyakitkannya masing-masing. Betul kan yaaa...... :D

Thanks God
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath