Tentang Film "Ruby Sparks"

Menciptakan sebuah figur di dalam sebuah buku, memang adalah tugas dari seorang penulis. Ia harus bisa membentuk sedemikian rupa latar belakangnya, agar dapat jelas betul mengapa tokoh ciptaannya ini bisa menjadi seperti apa, sesuai dengan yang diceritakannya.

Hal tersebut dapat dikatakan sebagai sesuatu yang begitu menarik, yang selalu dilakukan oleh seorang penulis. Yang dimana juga, khusus untuk: Calvin Weir-Fields, ia bahkan sampai berhasil menciptakan sebuah tokoh yang begitu mendetail-nya, karena ia sangat-sangat mengingini tokohnya ini sungguh bisa menjadi kekasihnya kelak. Yup, tokoh tersebut adalah seorang perempuan yang cantik, yang sang penulisnya sendiri memberikannya nama: "Ruby Sparks".


Dengan mesin tik kesayangannya, dan kehidupannya yang bisa dikatakan kurang bersosialisasi, Calvin yang sehabis mendapatkan sebuah mimpi yang begitu mempesona, ia pun dengan cepat-segera menghabiskan waktu dengan mengetik, mengetik, dan mengetik. Dimana di dalam mimpi itu, ia bertemu dengan tokoh Ruby ini. Yang pada akhirnya langsung menginspirasinya untuk segera menuliskan kisahnya lebih mendalam.

Namun tak akan pernah ia sangka. Sebuah keajaiban ternyata mampu ia lihat dengan begitu nyatanya saat ia habis bangun pagi dengan kucelnya.

Tiba-tiba saja seorang wanita berambut merah, yang hanya memakai kemeja dan pakaian dalam, keluar begitu saja dan berbicara pada Calvin. Yang tentu saja wanita itu adalah Ruby, dan hal tersebut mampu untuk membuat Calvin menjadi terkejut dan berpikir kalau dirinya itu sudah gila.

Hingga kemudian, singkat ceritanya, Ruby Sparks ini bukanlah hanya sebuah imajinasi belaka dari Calvin. Tetapi ia adalah wanita yang benar-benar "ada" di muka bumi ini, yang juga sanggup untuk bersosialisasi dengan manusia-manusia lainnya. Dan pada waktu Calvin sudah menyadari hal itu, ia pun menjadi sangat bahagia sekali, karena akhirnya ia berhasil bersama dengan wanita idamannya selama ini.


Ruby Sparks, memanglah sebuah film fiksi, yang dibuat dengan begitu imajinatifnya, sampai-sampai kita semua-kalau boleh gua kasih saran, jangan lah terlalu banyak bertanya mengenai hal imajinatif soal terciptanya Ruby Sparks ini. Soalnya kita akan banyak melihat sesuatu yang tak akan sampai di logika. Hanyalah sebuah hubungan antar kedua anak manusia lah, yang menjadi inti dari semuanya. Dimana walaupun Calvin awalnya memang begitu bahagia, tetapi di dalam suatu hubungan-pastinya akan selalu mengalami hal-hal yang terburuk juga. Yang sayangnya, hal tersebut adalah hal yang tak bisa Calvin terima. Oleh karena itu, muncullah beberapa konflik yang membuat Calvin gusar. Hingga ia pun melakukan sesuatu yang sangat simple untuk dapat membuat hubungan mereka berdua menjadi dapat bertahan sesuai dengan "keinginnan"-nya. Dan hal itu adalah sesuatu yang begitu diharamkan sekali, yang sanggup untuk membuat Calvin menjadi benar-benar gila sendiri nantinya.

Yup, kita akan melihat banyak sekali kisah hidup dari Calvin Weir-Fields di film ini. Tentang karakter dan sifatnya, yang dapat menjelaskan mengapa ia bisa begitu anti sosial dan kesepian. Yang gua sendiri sebenarnya sangatlah kesal dengannya itu. Apalagi saat sedang menyaksikannya bertingkah laku layaknya "hanya peduli pada dirinya sendiri".

Yah, tapi film ini cukup lah untuk dapat menghibur dan menyampaikan pada setiap pasangan mengenai "aturan" dalam menjalani hubungan, seperti "ruang pribadi", dan lain-lainnya. Yang dimana dapat dibawakan dengan penuh chemistry oleh Paul Dano dan Zoel Kazan, yang sebenarnya memanglah mereka berdua ini adalah sepasang kekasih di dunia nyata. Yang juga, sesungguhnya ada beberapa adegan yang sanggup membuat gua ini menjadi begitu iri sekali dengan mereka berdua ckckck......

So, that's it! :D


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath