Tentang Film "Rise of the Guardians"

Saat melihat sebuah karya tulis dengan segala bentuk imajinatif yang super keren, memang akan sangat menyenangkan jika divisualisasikan dalam bentuk film. Apalagi jika dalam bentuk tayangan animasi 3D yang penuh dengan pernak-pernik yang memanjakan mata. Hal tersebut lah yang akan kita lihat saat menonton Film Rise of the Guardians, yang diambil dari buku "The Guardians of Childhood" karya William Joyce, yang pada akhirnya dijadikan menjadi bentuk visual yang disutradarai oleh Peter Ramsey.


Apa sih yang tak menyenangkan jika di dalam suatu film itu ada karakter-karakter yang memiliki "kekuatan super"? Sama seperti film ini, yang dimana dimulai dari terangkatnya seorang pria kurus tinggi berambut putih (Chris Pine) dari dalam air yang sudah diselimuti oleh tebal-nya es. Hingga lalu, ia tersadar kalau ia bisa membentuk sesuatu menjadi es, dan itu pun dengan bantuan dari tongkat coklat tua-nya. Tapi sayangnya, ia tak tau akan siapa dirinya. Hanya sebuah nama "Jack Frost" yang katanya-diberitahukan dari "Man in the Moon" (yup, istilahnya Man in the Moon ini adalah Tuhan).

Kemudian, baru lah kita akan melihat beberapa karakter yang berikutnya, diikuti juga dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing. Seperti North (Alec Baldwin), yang disini berperan sebagai penjaga kutub utara dengan perut gemuk dan pakaian merahnya itu. Ya, dia adalah Santa Claus, tapi saat gua sekilas membaca di internet tentang North ini, sang penulis pun membuat kalau North adalah nama yang dipakai sebelum ia berubah menjadi Santa Claus, dan itu ada ceritanya tersendiri nantinya. 

Selanjutnya, ada Tooth (Isla Fisher), sang peri gigi yang bentuknya adalah gabungan dari manusia dan humming bird. Ia adalah satu-satunya perempuan yang ada disini. Dan ia pun bertugas untuk, yang sudah kita semua ketahui, yaitu: mengumpulkan semua gigi anak-anak yang lalu nantinya akan digantikan dengan koin. Ia juga memiliki banyak bala bantuan dari para peri gigi yang bentuknya kecil - kecil, hingga akhirnya bisa sampai menjangkau anak-anak di seluruh dunia.

Lalu, kita sambut sang kelinci paskah, yaitu Bunny (Hugh Jackman). Dengan ukuran tubuhnya yang seperti manusia, lalu muka gahar dan bumerang andalannya, ia sudah siap untuk menghadapi semua musuh yang ada di depannya. Ia pun juga memiliki bom-bom yang cukup mematikan dari telur-telur paskah buatannya yang sudah dihias sedemikian rupa.

Terakhir, Sandman, yang mungkin akan cukup memukau kita karena kemampuan-nya untuk meluaskan pasir-pasir emas-nya, untuk memberikan mimpi yang sangat indah ke semua orang yang ada di dunia tiap malam. Walau ia tak bisa mengeluarkan sepatah kata atau bebunyian dari mulutnya, lalu ia juga berbadan cebol, tapi ia pun bisa mengalahkan musuh-musuhnya dengan cambuk yang juga berwarna emas-nya itu.


Nah, kenapa gua sampai menceritakan sedikit mendetail soal para tokoh-nya ini, soalnya menurut gua mereka sangatlah menarik. Apalagi kadar kemunculan mereka semua itu sama-sama pas, sehingga para penonton bisa dipuaskan dengan "apa yang mereka bisa, dan apa yang mereka kerjakan".

Nah (lagi), sesuai dengan apa yang kita lihat, seperti adanya North yang selalu ada di Hari Natal, lalu juga Bunny di Hari Paskah, peri gigi, dan juga Sandman. Kita pun dapat menyimpulkan kalau mereka ini adalah sama-sama memiliki tugas untuk memberikan kebahagiaan, keajaiban, dan harapan untuk semua anak yang ada di bumi ini. Dan oleh sebab itu lah mereka disebut-sebut sebagai "Guardians". Sang penjaga setiap anak dari sesuatu yang sanggup untuk membuat mereka menjadi murung tak bersemangat, yaitu: "ketakutan". Dan itu lah yang akan menjadi musuh utama disini, dimana seorang pria yang bernama "Pitch" (Jude Law), ia akan menjadi Boogeyman yang tiba-tiba saja ingin kembali memberikan sebuah ketakutan terbesar untuk semua anak seperti di masa lalu-sebelum munculnya para guardians tersebut.


Dan karena akan ada suatu hal yang tak terduga itu. Akhirnya "Man in the Moon" mengeluarkan tanda-tanda-nya yang dapat dibaca oleh para guardians. Yang lalu, setelah 300 tahun terciptanya "Jack Frost", akhirnya Man in the Moon memberikan sebuah kepercayaan untuk Jack ini bisa menjadi guardian yang berikutnya. Yang walaupun sangat kurang dipercayai oleh beberapa pihak, dan Jack sendiri juga masih tak percaya dan bahkan sempat tak mau jika ia lah yang terpilih, tapi-ya we know lah, kalau sesuatu akan terjadi nantinya. Dimana selain Jack akan sangat menunjukkan kekuatannya yang begitu luar biasa, ia pun pada akhirnya bisa menemukan siapa dirinya yang sebenarnya terdahulu, dan mengapa ia juga sampai bisa terpilih menjadi seorang guardian.


Gua benar-benar menyukai film ini, sampai akhirnya kita bisa lihat sendiri-kalau gua sudah menuliskannya sepanjang ini. Bahkan kalau boleh gua bilang, gua pun masih belum puas dalam hal menceritakannya. Soalnya dari awal mula film ini mulai saja-sudah sungguh keren, baik itu dari gaya penceritaannya, dan juga bentuk animasi-nya yang megah tersebut. Sehingga, walau gua nontonnya ini pada waktu midnite, ya sama sekali tak membuat gua ngantuk :p.

Apalagi soal inti dari film ini, yang mungkin menurut gua adalah untuk membuat para penontonnya menjadi memiliki "harapan" dan "kepercayaan" kembali di dalam kehidupan mereka masing-masing. Yang dimana mereka pun harus selalu mengalahkan segala ketakutan agar mereka tak dapat dikuasai olehnya tersebut. Hingga akhirnya, sesuatu yang indah, yang akan dapat membuat dunia ini menjadi terus bercahaya pun bisa muncul tiap detik-nya.... 

Dan itu pun, setidaknya kita juga harus bisa sama seperti para guardians tersebut. Seperti North, yang memiliki mata yang selalu melihat akan keajaiban, sehingga ia bisa membentuk suatu hal-hal yang gaib seperti benda terbang, dan lain-lainnya (intinya adalah terus melihat ke dalam keajaiban). Lalu juga Jack Frost, yang dimana ia sangat mengerti akan bagaimana cara menyenangkan setiap anak, dan juga memberikan ketenangan di dalam hati mereka masing-masing, dengan kehangatan kata-kata dan perasaan dari Jack tersebut, sehingga ia pun menggunakan kemampuan dingin-nya itu hanya untuk menyenangkan mereka semua.

Yah, masih banyak banget. Seperti Bunny dalam hal "awal yang baru", lalu peri gigi untuk rasa "percaya", dan Sandman sang pemberi "mimpi"..... :')

Semuanya itu benar-benar sudah dikemas dengan sangat baik, sehingga bisa menjadi sebuah tontonan yang sangat menghibur dan setidaknya-sebagai "pemberi harapan baru" untuk para penontonnya....


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath