Tentang Film "The Intouchables"

The Intouchables, mungkin bisa dibilang adalah sebuah film yang dapat menghangatkan jiwa. Karena terlihat sekali dari eksekusi yang dihasilkan dari awal hingga akhir ceritanya, dimana ada banyak momen yang sungguh menyentuh, tapi tak cengeng sebagaimana seringnya Film Indonesia yang suka menampilkan hal tersebut. Hanyalah kisah dari dua orang tokoh, yang pada akhirnya bisa menjadi sepasang sahabat-karena munculnya sebuah kenyamanan yang pekat di antara mereka berdua. Apalagi film ini juga diangkat dari kisah nyata. Gua benar-benar salut dengan kisah yang sangat luar biasa ini.


Adalah Philippe, yang sedang mengalami suatu penyakit bernama: Tetraplegic, dimana ia hanya bisa berbicara dan menggerakkan kepalanya saja, sedangkan yang lainnya mengalami kelumpuhan total. Dan ia yang adalah orang kaya yang tinggal di Paris, Perancis ini pun sedang mencari seseorang yang bisa selalu ada untuknya, seperti dalam hal membangunkannya dari tempat tidur ke kursi roda, lalu memandikannya, dan lain-lainnya yang tak bisa ia lakukan seorang diri. Hingga tiba lah seorang pria tinggi berkulit hitam dengan sifat yang agak kasar, bernama Driss, dimana ia adalah salah satu calon yang melamar kerja untuk merawat Philippe ini, yah walau yang sebenarnya, ia hanya ingin meminta surat lamaran pekerjaannya di tanda tangani saja, agar ia bisa mendapatkan sesuatu untuk kebutuhan hidupnya kelak.


Dan pada saat Philippe melihat Driss yang sama sekali tak punya pengalaman apa-apa dalam bidang membantu penyakitnya ini, ia pun merasa kalau Driss adalah orang yang paling berbeda diantara para pendaftar lainnya, dan bahkan cocok menurut kriterianya, yang adalah: tetap menganggap Philippe sebagai orang yang sama, tanpa adanya rasa kasihan pada dirinya itu. Hingga akhirnya Driss pun dipekerjakannya, dan hal tersebut cukup membuat Driss menjadi terkejut pada saat ia diminta datang ke rumah Philippe kembali. Dan tambah terkejutnya ia, kalau ternyata Driss yang sebenarnya habis diusir dari rumahnya sendiri, ia pun bisa mendapatkan kamar yang begitu mewah di dalam rumah Philippe yang besar tersebut.

Yang lalu, hari demi hari dihabiskan Driss untuk menantang dirinya sendiri dalam merawat Philippe. Yang walau ada banyak sekali kesalahan, tapi siapa sangka kalau Driss bisa menjadi lebih dari seorang perawat untuk Philippe. Karena disaat mereka berdua sudah mulai terbuka satu sama yang lainnya, seperti siapa wanita yang dicintai oleh Philippe, dan hal-hal lainnya, Driss pun bertingkah layaknya adalah seorang sahabat untuk Philippe. Ia selalu melakukan hal-hal yang diluar pikiran setiap orang. Seperti saat Driss mau mengajak keluar Philippe pada malam hari, padahal ia sebenarnya tak diperbolehkan. Lalu juga memintanya untuk merokok karena ada satu momen dimana Philippe benar-benar kedinginan. Dan lebihnya lagi, Driss ikut campur dalam urusan percintaan dari Philippe, yang pada akhirnya membuat Philippe dan pasangannya itu menjadi bahagia.

Yah, walaupun Driss adalah orang yang cukup kasar dan terlihat tak punya masa depan, karena ia pun pernah mencuri dan dipenjara, tetapi siapa sangka-kalau siapa dirinya itu memang sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan Philippe-yang ternyata instingnya sangat tepat untuk memilihnya menjadi perawat, bahkan sahabat sejati untuknya.


Ini adalah salah satu Film Paris yang terbaik, yang sudah disutradarai oleh Oliver Nackache dan Eric Toledano. Yang dimana, walaupun tak ada adegan yang penuh dengan air mata meleber, tetapi secara mendalam, kita pun dapat melihat sendiri mengenai betapa hangatnya kisah yang diangkat dari kehidupan nyata ini, yang diperankan secara sukses oleh Francois Cluzet dan Omar Sy.

Mantap dan mengagumkan!!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath