Tentang Film "DOUBT"

Apa jadinya jika Meryl Streep, Philip Seymour Hoffman, Amy Adams, dan Viola Davis, para penetap piala OSCAR ini bermain di dalam satu film. Wow!! Sungguh, hasilnya sama sekali tak main-main. Apalagi jika film ini ternyata berhasil mendapatkan lima nominasi OSCAR karena memang ceritanya yang begitu bagus sekali dan para tokoh yang sudah bermain dengan sangat baiknya. Saat sudah menontonnya saja, gua seakan benar-benar dibawa masuk ke dalam dunia masterpiece yang begitu mempesona.

Yup, gua ngomong ini beneran. Karena Film DOUBT, yang disutradarai oleh John Patrick Shanley yang tayang pada tahun 2008 lalu ini, seakan sudah meledakkan kepala gua dengan segala bentuk akting dari para pemain-nya, lalu juga setiap percakapan yang diucapkannya, dan pastinya chemistry yang dibangun dengan begitu kuat dari ke-empat aktor dan aktris ternamanya itu.

Di ceritanya sendiri, Meryl Streep yang pernah menjadi tokoh besar: Iron Lady, disini juga berperan sebagai wanita yang bertangan baja. Dimana ia adalah seorang kepala sekolah bernama Sister Aloysius, di St. Nicholas yang juga didirikan berdasarkan organisasi dari Gereja Katolik Roma. Jadinya untuk guru-guru-nya saja adalah para suster yang selalu mengenakan jubah hitam serta penutup kepala warna hitam. Dan para pastor serta pendeta adalah atasan dari mereka-para suster ini. Dan Philip Seymour Hoffman lah yang berperan menjadi salah satu pendeta tersebut (bernama Father Flynn), yang bisa dibilang adalah pendeta pindahan baru, yang ternyata semenjak kehadirannya di St. Nicholas, akhirnya mulai mencuatnya sebuah konflik yang begitu kompleks.

Disini Sister Aloysius yang begitu ditakuti oleh semua murid, menaruh curiga yang tinggi terhadap Father Flynn yang bisa terbilang ramah terhadap semua orang. Dan kecurigaannya malah makin menjadi sewaktu Sister James, guru baru di St. Nicholas, tiba-tiba menemukan kalau salah satu muridnya, Donald Miller, yang satu-satunya anak berkulit hitam, ia seperti habis mengalami sesuatu yang tak menyenangkan. Yang bahkan di nafas mulutnya saja tercium bau alkohol. Hal tersebut pun segera diberitahukan ke Sister Aloysius, yang lalu sebuah pertemuan antar mereka bertiga akhirnya dilakukan di dalam ruang kepala sekolah.

Namun sangat disayangkan, ternyata Father Flynn cukup pintar untuk membentengi dirinya sendiri. Sehingga membuat Sister Aloysius terkalahkan satu kali. Namun hal tersebut adalah sebuah pertempuran baru untuk Sister Aloysius. Karena ia yang masih belum puas sebab ia masih percaya pada pandangannya sendiri kalau ada sesuatu yang kelam di dalam diri Father Flynn, ia pun mulai melakukan segala upaya untuk menjatuhkan dan membuatnya pergi dari sekolah.


Ceritanya bisa terbilang sangat complicated. Dan konfliknya itu sungguh kompleks sekali. Apalagi untuk model percakapan yang sungguh unik, yang juga dibuat oleh sutradaranya yang rangkap menjadi writer. Semua itu seakan membuat kita harus menontonnya berkali-kali untuk bisa nangkap betul akan semua jalan ceritanya. Soalnya untuk para pembuat konflik disini, mereka juga seakan lihai dalam memainkan kata-kata, sehingga intinya adalah ada banyak kebohongan yang mereka perbuat, yang malah sampai di akhir cerita pun semua masalahnya itu sama sekali belum terpecahkan sepenuhnya.

Dan sedihnya gua, sutradara film ini pun ternyata tak membuat sekuelnya, bahkan film-film yang bergenre lainnya. Padahal gua sangat mengharapkan filmnya yang terbaru sebab gua sudah jatuh cinta dengan film bikinannya ini. Yang dimana sungguh sangat unik untuk model percakapannya.


Kalau boleh gua bilang, film bergenre drama dan misteri model Shanley ini adalah termasuk yang perfect jika gua lihat dari semua film yang pernah gua tonton. Coba saja kita lihat bagaimana Shanley benar-benar membentuk karakter dari para pemainnya. Seperti Sister Aloysius yang walaupun ia sangat tegas sehingga ditakuti, ia pun juga adalah orang yang baik hati, yang siap membantu setiap orang yang berhasil mendapatkan simpatinya (Mrs. Miller adalah salah satunya). Tapi ia juga termasuk orang yang kolot, yang masih tak menerima hal-hal terbaru yang sedang terjadi di dunia ini. Lalu Sister James, adalah orang yang sangatlah polos dan juga menampilkan dirinya yang begitu baik hati disini. Yang bahkan ia ini tak suka jika terlalu terlibatkan ke dalam sebuah masalah. Sedangkan Father Aloysius, ia itu ramah, mudah bergaul, dan ingin membawa St. Nicholas ke dalam dunia yang baru, seperti memasukkan lagu-lagu sekuler ke dalam acara natal. Tapi sayangnya, ia memanglah memiliki rahasia besar yang buat gua sendiri pun curiga sama seperti Sister Aloysius yang hebat tersebut. Yah, jika kita tahu soal masalah-masalah para pendeta di dunia luar dan nyata sana, kita tahu lah apa sebenarnya yang disembunyikan oleh Father Flynn ini (gua bukan lagi mengata-ngatai ya. Hanya memberikan kenyataan dari berita-berita yang sudah gua dapatkan :) ) 

Dan tak akan pernah gua lupakan soal percakapan antara Father Flynn dengan Sister Aloysius yang begitu menggebu-gebu sebelum memasuki ending cerita. Dimana dengan emosi yang meledak-ledak, mereka berdua mencoba untuk membuat argumen yang intinya adalah untuk mengalahkan lawan bicara mereka. Dan itu adalah hal yang menarik. Karena kalimat-kalimatnya itu sungguh unik, yang mungkin hanya bisa kita lihat sekali di film buatan Shanley ini.


Tak apa deh jika memang tak ada lanjutan dari film ini (walau gua mengharapkan betul sih hehe). Yang penting, gua sangat menunggu karya dari John Patrick Shanley yang berikutnya, dan yang pastinya bakat akting dari keempat aktor dan aktris yang hebat dan sudah mendapatkan chemistry di antara mereka ini.

Akhir kata,

Father Flynn     : "I can fight you!"
Sister Aloysius  : "You will lose!"

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath