Tentang Film "DOGVILLE"

Para penggemar si cantik Nicole Kidman, dan film-film karya Lars Von Trier pasti sudah mengetahui tentang keunikan dan kehebatan dari sebuah film yang berjudul "Dogville".


Film yang berisi banyak aktor dan aktris ternama ini akhirnya kemarin bisa gua tonton dengan penuh kesabaran karena tiada teks Bahasa Indonesia yang biasanya menggantung di bawah layar. Jadinya mau tak mau gua mencoba untuk beradaptasi dengan Bahasa Inggris dan mencoba mengartikan segala jenis keadaan di tiap adegan dengan ekspresi dari masing-masing pemain. Dan untunglah, bukan lah orang yang main-main yang bermain di dalam film ini. Karena mereka semua berhasil memerankan peran mereka masing-masing dengan begitu bagusnya.

Lars Von Trier memang tak salah untuk memilih mereka, khususnya Nicole Kidman yang disini menjadi pemeran utamanya. Yup, Nicole yang di film ini bernama Grace, sudah berhasil membuat gua menjadi sangat bersimpati dengannya. Karena perannya yang adalah sebagai korban dari tiap keegoisan dan ketidak-tahu-maluan para penduduk Dogville.


Awal dari kisah ini, mungkin akan sangat membuat kita menjadi merasa aneh, karena Von Trier langsung menunjukkan sebuah setting yang adalah di dalam sebuah studio, dengan segala macam gambar-gambar dari cat putih untuk menentukan rumah, jalanan, tanaman, bahkan anjing. Dan untuk sekeliling dari desa yang bernama Dogville ini diberikan sebuah layar hijau agar dapat menentukan keadaan pagi, siang, dan malam. Semuanya itu bagaikan sebuah theatrikal di atas panggung, yang mungkin untuk awalnya akan membuat para penonton menjadi merasa boring. Apalagi untuk pengisahannya yang seperti sebuah novel, dengan terdapatnya narator dan chapter-chapter untuk menentukan perubahan adegan.

Tapi saat mulai munculnya Grace, setelah seorang laki-laki bernama Tom mendengar beberapa tembakan dari kejauhan, barulah dimulai sebuah cerita yang akan sangat mengusik emosi jiwa kita.


Penduduk dari desa ini, yang ada kira-kira 20 orang, bisa terbilang baik-baik saja bahkan ramah karena pada akhirnya bisa menerima Grace yang sedang kabur dari sebuah gangster untuk menetap sementara di desa terpencil mereka itu. Bahkan setiap ada polisi yang mencarinya, mereka selalu siap untuk menutupi kehadiran dari Grace.

Namun, sebuah syarat pun berlaku untuk Grace jika ia ingin menetap di Dogville tersebut. Yaitu kalau ia harus turut membantu meringankan setiap pekerjaan dari setiap orang di dalam desa itu. Seperti harus membersihkan rumah, mengambil apel, merawat seseorang yang cacat, mengajar anak-anak, dan merawat seorang pria yang buta. Walau awalnya Grace melakukan semua pekerjaan itu dengan suka cita, tetapi lama-kelamaan malah kelihatan juga wajah asli dari penduduk Dogville ini. Dan hal tersebut mulai terlihat dari saat ada seorang anak yang dengan bandelnya mengganggu Grace, serta adanya seorang pria yang tak bisa menahan birahinya, langsung memperkosa Grace. Yang pada akhirnya membuat Grace menjadi seolah-olah harus bertahan hidup menghadapi tekanan dari perlakuan menyedihkan seperti itu. Apalagi Grace ini masih berusaha untuk tetap baik terhadap mereka semua, dengan berusaha tak menyakiti hati mereka dan terus membantu mereka. Yang ternyata pada akhirnya membuat para penduduk Dogville malah menjadikan Grace seorang budak.

Yup, makin lama film ini berlangsung-akan makin parah nasib dari Grace. Bahkan parahnya, Grace tiba-tiba saja harus diikatkan rantai di lehernya dan diberikan pemberat karena ia sempat mencoba kabur dari desa tersebut. Yang lalu membuat para lelaki disana menjadi leluasa jika ingin memakai tubuh Grace yang memanglah putih bersih dan proposional itu.


Film ini bisa dikatakan seakan ingin memperlihatkan kalau setiap manusia itu memang bisa menjadi sangat serakah, egois, munafik, bahkan layaknya seekor binatang. Dan yang paling gua benci, setiap manusia itu bisa juga karena ingin menjaga nama baiknya, ia rela berbohong dan menyakiti orang lain dengan mencari pembelaan dari banyak orang untuk membenci orang yang sebenarnya sudah disakitinya itu. Di film ini kita akan melihat benar tentang semua hal tersebut. Namun tentunya diikuti serta dengan sebuah AKIBAT BESAR jika berani melakukan hal-hal yang tak bermoral seperti itu.

Jujur, gua sangat menyukai film ini. Untuk durasi yang hampir tiga jam itu benar-benar serasa tak berasa oleh karena alurnya yang makin lama makin naik dan sangat bisa mengundang emosi gua menjadi kesana-kemari. Apalagi para pemainnya memanglah sudah berhasil bermain dengan baik di film ini. Setiap karakternya itu benar-benar unik semuanya, sehingga membuat mata gua menjadi tak berhenti untuk memandang dan tak sabar untuk melihat akan kejadian apa yang bakal selanjutnya terjadi.

Lagi-lagi Lars Von Trier sudah mengguncang gua dengan karyanya yang luar biasa seperti Melancholia yang memukau itu. Dan Nicole Kidman, sungguh juga lagi-lagi memberikan pada gua sebuah keasyikan saat menonton film oleh karena kemampuan beraktingnya yang memang di atas rata-rata itu. Pokoknya BRAVO HABIS dehh!!! :D


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath