Tentang Sarung Tangan dan Sebuah Kutukan

Sarung tangan adalah sesuatu yang sangat sakral, jika gua bilang untuk sekarang ini. Karena sarung tangan itu benar-benar sangat dibutuhkan oleh banyak pengendara motor untuk menghindarkan tangan yang lagi polos dari cahaya mistis dan berbahaya (baca: cahaya matahari). Soalnya akan berakibat fatal sekali jika kita membiarkan kedua tangan polos kita itu tak tertutupi oleh sesuatu. Menyebabkan akan munculnya sebuah kutukan gelap, yang intinya adalah kedua tangan kita itu akan menjadi gelap.

Untuk gua sendiri pun, yang berkulit sawo matang ini, sebenarnya sudah mengalami kutukan gelap tersebut semenjak awal mula gua mengendarai motor dan menghiraukan sebuah peraturan penting tersebut. Sehingga kedua tangan gua jadi keliatan belang dan menyeramkan. Dan terkadang juga, pada waktu gua melihat kedua tangan gua ini dari dekat, sungguh keliatan lebih kering dari pada kulit lainnya yang tertutupi. Menyebalkan!

Mau tak mau, dengan cepat gua melakukan transaksi pertukaran antara uang dengan sarung tangan yang awalnya tak sampai menutupi semua jari (hanya setengah jari aja. Semuanya udah pada tahu lah ya sarung tangan seperti ini). Namun sayangnya, gua merasa tak efektif, sebab walau awalnya itu gua pakainya nyaman-tapi lama kelamaan gua merasa kalau jari-jari yang tak tertutupi itu terasa panas dan malah jadi belang deh. Hingga pada suatu ketika, muncul lah sebuah kesempatan yang tak terduga untuk gua dapat membeli sarung tangan yang langsung menutupi semua tangan gua.

Kantung motor gua (ya gua sebut begitu), menurut gua adalah tempat yang sangat tepat untuk menaruh sarung tangan gua yang habis gua pakai, entah itu dari kampus maupun dari mall. Tetapi ternyata, sepertinya pikiran gua yang bilang kalau tempat tersebut adalah tepat, gua rasa sudah bisa gua hancurkan teori itu. Karena di tempat yang kecil tersebut-gua merasa kalau ada sebuah "kutukan" yang selalu saja hinggap disana. Dan kutukan tersebut lah yang pada akhirnya selalu membuat kantung celana gua jadi menipis.


Yup, kalau kata gampangnya, di kantung motor itu-adalah tempat dimana sarung tangan gua dengan mudahnya dapat terjatuh. Dan parahnya, gua selalu saja gak sadar kalau sarung tangan gua tersebut tiba-tiba saja terjatuh pada waktu gua sedang mengendarai motor. Walau awalnya gua merasa beruntung karena gua bisa membeli sarung tangan yang baru, yang dapat menutupi semua tangan gua, tapi nyatanya sekarang-entah sudah ke berapa kalinya, yang mungkin kira-kira di atas lima kali gua kehilangan sarung tangan. Dan anehnya, setiap kali gua kehilangan sarung tangan, selalu saja khusus yang ada di sebelah kiri. Sama sekali gak pernah yang di sebelah kanan-nya. Menyebabkan gua merasa kalau gua sedang dikutuk oleh suatu hal lewat setiap sarung tangan yang habis gua beli.

(Tinggal sisa yang kanan dahhhh....)

Yah mungkin hal tersebut adalah keteledoran gua sendiri, yang selalu lupa untuk tak menaruh sarung tangan di tempat yang terkutuk yang ada di bawah starter motor gua lagi. Entah, seperti tadi saja (ya, barusan gua ngalamin lagi!), lagi-lagi pada waktu gua pulang dari mall, eh gua tiba-tiba aja teringat kalau kedua sarung tangan gua sedang berada di tempat yang terkutuk itu lagi. Yang pada akhirnya, saat gua memutuskan untuk berhenti untuk mengecek keberadaan sarung tangan yang masih baru gua beli tersebut, ternyata memang telah almarhum kembali yang sebelah kiri-nya. Hahaha....

Ini adalah sesuatu yang sakral, yang mampu membawa gua ke dalam kutukan tergelap untuk kedua tangan tercinta gua saat sedang mengendarai motor. Mungkin ini adalah petanda dari Tuhan, kalau gua itu akan selalu mendapatkan sesuatu yang baru, sama seperti saat gua habis membeli sarung tangan yang baru. Yang berarti, sesuatu yang baru tersebut akan selalu mahal harganya jika gua ingin merasakannya kelak. Dan, intinya, sesuatu yang baru itu harus selalu gua tempatkan di tempat yang tepat, jangan yang mudah membuatnya menjadi menghilang. Yah, ujung-ujungnya ini memanglah anugerah yang harus disyukuri deh. Karena gua sekarang bisa membagikan kepada kalian semua tentang sebuah cerita yang unik, yang berasal dari dalam kehidupan gua ini. :D

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath