Tentang Film "Wall-E"

"Menyenangkan", itu adalah sebuah kata yang pas sekali untuk dapat menunjukkan perasaan gua pada pagi dini hari ini (sekitar pukul dua). Karena tiba-tiba saja perasaan sedih gua (dapat kalian lihat di post gua yang sebelumnya), dapat teralihkan oleh sebuah film yang menurut gua sangatlah indah sekali. 


Film yang sudah pastinya telah kalian tonton pada tahun 2008 lalu ini, memanglah sangat pantas gua katakan jika sudah berhasil mendapatkan sebuah penghargaan sebagai best animation di ajang OSCAR. Soalnya kita dapat melihat benar bagaimana Andrew Stanton (sutradara dan penulisnya) berhasil membuat para penontonnya menjadi tersentuh oleh karena tingkah laku kedua buah robot yang bagaikan manusia.

Hmm... ini mungkin aneh. Yaitu ketika sebuah robot malah diberikan sesuatu hal yang hanya manusia miliki, yaitu: "perasaan". Namun inilah yang menjadikan film Wall-E menarik. Dan hal tersebut dapat terlihat ketika satu-satunya robot yang masih hidup di bumi, yakni Wall-E, tiba-tiba saja harus bertemu dengan sebuah robot yang secara prosedur memang diwajibkan mengunjungi bumi untuk mencari sesuatu hal yang penting di masa itu, yaitu: "Tanaman". Robot ini pun dipanggil dengan nama "Eve". Dan ketika Wall-E pada akhirnya pertama kali melihatnya, ia pun langsung jatuh cinta dengannya. Hingga kemudian, sedikit demi sedikit namun pasti, mereka bisa berhubungan layaknya orang pacaran. Hal ini benar-benar dibuat seteliti mungkin agar "perasaan mereka berdua ini" dapat tersampaikan di benak para penonton.

Namun bisa gua katakan, kalau bukanlah masalah percintaan yang sebenarnya ditekankan di film ini. Tapi sesuatu yang lebih besar. Yang mungkin saja nyata untuk ke depannya nanti. Yaitu tentang bagaimana bumi bisa kiamat, dan bagaimana para manusia yang sudah hidup di luar angkasa selama 700 tahun itu bisa berhasil membuat bumi menjadi dahulu kala lagi. Jadinya, untuk kisah asmara antara Wall-E dan Eve, bisa dikatakan hanyalah sebagai bumbu penyedap untuk para penonton agar film yang sebenarnya membahas soal lingkungan hidup ini bisa menjadi lebih enak untuk ditonton.


Yup, ini memanglah sebuah masterpiece dalam bentuk animasi yang mampu memukau para penontonnya. Apalagi film ini memang diperkenankan untuk ditonton oleh semua umur. Jadinya gak terlalu kekanak-kanakan, dan tak terlalu berat untuk orang dewasa juga. Bahkan hebatnya, pesan yang begitu mendalam yang ada di dalam film ini pun sungguh dapat tersampaikan dengan baik. Yang semoga saja dapat menegur banyak orang yang masih belum menjaga bumi ini dengan sepantasnya. 


Stand up applause dari gua buat film ini!!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath