Tentang Film "End of Watch"

End of Watch, bisa gua bilang adalah suatu hal yang baru di dalam dunia perfilman kini. Karena baru kali ini gua melihat cara penggunaan kamera yang sebegitu kasarnya, yang sedikit diberi unsur mockumentari, dan hal tersebut ternyata tetaplah sanggup untuk menghibur para penontonnya.


Adalah David Ayer yang menjabat sebagai produser, sutradara, plus writer disini. Yang juga ia berhasil mengambil kedua pemain terkenal, yaitu Jake Gyllenhaal dan Michael Pena, yang dimana mereka berdua ini sudah pastinya yang menjadi pemain utama dalam kisah kedua sahabat dalam dunia kepolisian yang harus siap menghadapi kejahatan tiap harinya.

Senangnya, bukan lah kejahatan-kejahatan yang biasa yang ditampilkan di film ini. Adegan pembukanya saja adalah aksi kejar-kejaran mobil, yang bahkan sampai berkali-kali memasuki gang-gang kecil dalam sebuah daerah yang bisa dikatakan memiliki cukup banyak kejahatan. Dan masalah "rasis" lah yang diangkat disini. Yaitu perpecahan antara orang meksiko dengan orang kulit hitam di dalam daerah tersebut. Sampai-sampai sebuah senjata berat, seperti pistol AK pun diberlakukan untuk dapat menundukkan si lawan. Menyebabkan Brian dan Mike yang adalah sepasang partner satu mobil, mereka selalu kedapatan sebuah kejahatan yang ternyata makin lama itu makin tinggi tingkat kejahatannya.

Yup, kita akan menyaksikan sebuah alur yang akan terus naik. Yang awalnya masih kejahatan yang menyebabkan tonjok-tonjokkan, lama-kelamaan akan ada yang sampai tertusuk matanya dengan sebuah pisau, lalu penemuan banyak sekali potongan tubuh manusia yang diperlihatkan secara frontal. Hingga di akhirnya, sebuah klimaks yang benar-benar sangat menegangkan serta menyedihkan.


Namun kita tak akan dicekokkan dengan tindak kriminal terus saja. Karena pendalaman karakter dari Brian dan Mike pun dilakukan. Sehingga kita akan melihat bagaimana kehidupan yang sedang mereka lalui di luar pekerjaannya sebagai polisi itu. Yaitu seperti berpacaran, menikah, punya anak, dan tentunya adalah tentang persahabatan mereka berdua ini yang memang sangat terbangun sekali chemistry-nya.

Dan lucunya, gua ternyata sempat terkecoh saat menonton awal filmnya ini. Yang dimana gua kira kalau mereka berdua adalah sepasang polisi yang suka seenaknya dalam membasmi kejahatan, atau bisa dibilang sebagai polisi nakal deh. Tapi setelah diperlihatkan tentang sensitifnya sifat Brian (dalam hal positif), dan keberanian yang tulus dari Mike, yang menyebabkan mereka berdua ini memang pantas mendapatkan derajat seorang HERO, yup-gua sungguh seakan sudah di BOM lewat sebuah kalimat yang sering kita dengar, yaitu: "Don't Judge a Book by Its Cover!!" Mungkin memang itu adalah salah satu pesan dari David Ayer selain sindirannya terhadap para politikus.

Sama sekali tak gua sangka kalau film ini akan menjadi begitu sangat menarik. Khususnya di-ending-nya itu yang sungguh menegangkan. Dan juga tak lupa dari dialog-dialog serta jalan ceritanya yang sungguh keren dan real (saking real-nya, kita akan sering mendengar kata-kata f*ck disini hahaha).

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath