Tentang Film "Architecture 101"

Dan pagi ini, gua pun akhirnya dibuat cukup terpesona dengan sebuah film Korea, yang bisa dikatakan cukup menyentuh dan real. (Gua nonton film ini dari pukul 4 pagi, hingga selesainya itu sekitar jam 6-an. Soalnya gua tidurnya itu dari pukul 7 sore sampai 2 pagi :p.)

Adalah Seung-Min dan Seo-Yeon yang menjadi tokoh utamanya. Kisah mereka berdua ini pun dibuat "terbagi menjadi dua bagian", yang dimana ada yang ketika mereka berdua untuk pertama kalinya bertemu sewaktu berada di Semester satu saat kuliah, dan ada yang ketika mereka akhirnya dewasa dan sudah bekerja.

Awal kisah, menceritakan sewaktu Seo-Yeon yang sudah dewasa, akhirnya memutuskan untuk menemui Seung-Min yang akhirnya telah menjadi seorang arsitek. Dan dengan berbekal sebuah perjanjian di masa lalu, dimana Seung-Min berkata kalau ia akan membangunkan sebuah rumah untuk Seo-Yeon, Seo-Yeon pun sangat percaya kalau Seung-Min lah orang yang sanggup membangunkan rumah baru untuknya. Dimana rumah yang akan dibangunnya tersebut terletak di rumah semasa kecil Seo-Yeon yang sangat dekat sekali dengan pemandangan laut di Pulau kecil bernama Jeju.


Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ternyata karakter Seung-Min telah berubah pesat. Ia kini bisa dikatakan menjadi cukup berani dan banyak berkata-kata. Berbeda sekali dengan saat pertama kalinya Seo-Yeon bertemu dengannya. Yaitu: sangat pendiam dan pemalu.

Hal tersebut bisa dilihat sewaktu kisah pun di flashback ke belakang, saat untuk pertama kalinya mereka berdua ini bertemu....


Waktu Seung-Min berada di dalam bis disaat ia sedang berada di perjalanan menuju kampusnya, matanya pun langsung tertuju ke seorang perempuan cantik, yang bisa dikatakan sanggup membuatnya menjadi salah tingkah. Dan perempuan itu sudah pasti adalah Seo-Yeon.

Hingga pada akhirnya ia berada di dalam kelas, ternyata perempuan tersebut juga berada di dalamnya. Sejak saat itu pun, mulai muncul sebuah kebahagiaan baru di dalam kehidupannya.

Apalagi saat sebuah momen yang ternyata mampu membuat mereka berdua ini menjadi saling berbicara, yaitu disaat mereka berdua sedang mengerjakan tugas di lingkungan tempat tinggal mereka. Sebuah hubungan antar kedua anak manusia pun akhirnya terjalin dengan begitu lembutnya.


Selanjutnya, kita akan melihat-kalau perubahan sifat Seung-Min yang telah dewasa itu pun karena disebabkan oleh Seo-Yeon yang memang sanggup memberikan sebuah virus kehidupan terbaru di dalam kehidupannya Seung-Min.

***

Agak sulit sebenarnya saat gua ingin mengisahkan film ini menjadi suatu bentuk tulisan yang cukup mempesona, agar sama seperti sewaktu gua sedang menontonnya. Yaa... itu memang apa daya, soalnya kita akan melihat beberapa "twist" menarik di sepanjang film ini berlangsung. Jadinya gua sama sekali tak boleh mengganggu para pembaca yang ingin juga menontonnya :D.

Yang pastinya adalah, untuk sebuah ukuran film drama dengan alur lambat seperti ini, gua sudah cukup terhibur dan agak sedih juga dengan endingnya. Karena cukup nyata sekali. Yang seolah mengatakan, "jangan terlalu banyak berharap terhadap yang namanya cinta". Sebab setiap manusia itu memiliki keputusannya masing-masing.

Yaa... coba saja kita lihat kisah dari mereka berdua ini. Yang dimana adalah sama-sama menjadikan kedua belah pihak sebagai first love mereka masing-masing. 

Yang sangat disayangkannya adalah, gua cukup dibuat kesal oleh karakter Seung-Min yang sungguh pengecut dan bodoh itu. Membuat pada akhirnya gua melihat sebuah bentuk nyata dari yang namanya kehidupan soal keputusan mereka masing-masing.

Ckckck.... :s

Oke dah. Itu saja review dari gua tentang film yang mempesona namun cukup sedih ini....

Akhir kata,


"Am I stupid ? How could I not know. You even kissed me when I was sleeping. That was my first kiss" - Seo-Yeon

Thanks
Gbu


N.B: Tak lupa juga untuk gua ucapkan, kalau rumah baru yang akhirnya jadi di Pulau Jeju itu sangatlah indah. Dan.... lagu yang menjadi soundtrack film ini pun, yaitu: Kim Dong Ryul - Etude of Memories, benar-benar sanggup membuat gua galau.... :')

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath