A Separation: Film Asing Pemenang OSCAR

Incredible! Mantap! Bombastis!!! Itulah kata-kata yang dapat gua ucapkan setelah menonton film yang sungguh memukau ini.

Jodaeiye Nader az Simin, atau jika sudah masuk ke dalam kancah Hollywood ia bernama, "A Separation", bisa dikatakan adalah sebuah masterpiece yang sudah dibuat oleh Asghar Farhadi, yang pada akhirnya mampu dengan persentase 100 persen-memenangkan sebuah piala OSCAR sebagai film asing terbaik.

Gua pun sangat menyetujui penghargaan yang memang pantas didapatkannya tersebut. Karena setelah gua menonton film ini (bahkan dua kali), gua seakan sudah melihat sebuah karya yang begitu pintar, yang dimana memang perfect sekali untuk ukuran sebuah drama. Yaitu terdapat alur cerita yang mulus dan bagus, lalu para aktris dan aktor yang sudah memerankan tokohnya dengan begitu baik, dan tentunya adalah untuk dialog dan isi ceritanya yang keren sekali

Coba kita lihat sebentar review singkatnya....


Adalah terdiri dari lima tokoh utama (menurut gua). Yakni, Nader (Peyman Moadi), Simin (Leila Hatami), beserta anaknya Termeh (Sarhina Farhadi). Lalu Razieh (Sareh Bahyat) dan Hojjat (Shabab Hosseini) yang juga memiliki anak bernama berumur 4 tahun, Somayeh (Kimia Hosseini).

Setelah Nader dan Simin memutuskan untuk ingin berpisah karena mereka berdua ini memiliki ego-nya masing-masing, kehidupan mereka pun ternyata makin dibuat menjadi tambah pusing sebab kehadiran Razieh yang akan dipekerjakan sebagai pembantu dan perawat ayahnya Nader yang menderita Alzhemier di rumahnya Nader tersebut.


Ada kira-kira 40 hari dimana Nader dan Simin masih harus memikirkan soal keputusan mereka. Dan selama 40 hari itu jugalah, kehidupan mereka harus teruji. Karena tiba-tiba terjadilah suatu konflik diantara Nader dan Razieh, yang pada akhirnya menyebabkan Razieh menjadi keguguran dan tuntutan pun dilakukan.

Kemudian dimulailah sebuah aksi diantara mereka semua, yang dimana adalah "keinginan untuk membuktikan siapa yang paling benar". Namun tetaplah sebuah kejujuran yang akan meredam itu semua....


Sebenarnya ada cukup banyak konflik di dalam film ini yang dapat membuat kita menjadi tak bosan. Dan konflik-konflik yang disajikan ini benar-benar dibuat serealistis mungkin. Hal tersebut bisa kita lihat dari tersiksanya Tarmeh, sebab orang tuanya yang begitu ingin bercerai. Lalu juga kehidupan keluarga Razieh dan Hojjat, yang bisa dibilang adalah dari kalangan menengah kebawah, yang dimana Hojjat pun saat itu sedang terjerat dengan banyak sekali utang.

Dan semua itu ditampilkan dengan begitu baik oleh Asghar. Tak ada hal-hal cengeng disini. Masing-masing tokoh sungguh diperlihatkan tiap kebaikan dan keburukan mereka masing-masing. Seperti Nader yang begitu keras kepala, Simin yang langsung give up, Razieh yang sangat religius (yang bahkan ia benar-benar mengikuti sekali hukum di dalam agamanya tersebut), lalu juga Hojjat yang begitu emosional. Kita pun akan dibawa ke dalam tahap "netral". Karena masing-masing dari mereka itu memiliki penjelasannya sendiri-sendiri "mengapa mereka sampai melakukan hal ini dan itu". Jadinya kita tak akan pernah sampai mendukung salah satu dari mereka, sebab tak ada antagonis yang benar-benar antagonis, dan protagonis yang dirinya adalah sungguh seorang yang antagonis.



Benar-benar setelah menonton film ini (yang suka film drama), akan dibuat tercengang dengan karya yang sungguh luar biasa ini. Apalagi untuk di akhir ceritanya. Kita akan menemukan sebuah twist menarik, dan juga sebuah adegan yang dimana adalah sebuah suguhan yang begitu mendalam tentang nasib sebuah keluarga yang sedang dalam tahap perceraian, yang sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan anak dari orang tua yang sudah tak mau mengalah atau berkorban lagi. Namun, bukan hanya itu, kita akan menemukan banyak sekali pesan moral jika kita benar-benar memperhatikannya.

So, with pleasure, I will say,"BRAVO!" buat film yang sungguh mantap ini!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath