A New Chapter

Sulit saat ingin menghancurkan apa yang sudah dibangun sejak dulu sekali. Seperti bangunan tingkat delapan bahkan sepuluh, dengan seorang arsitek handal yang merancangnya, dan bahan-bahan baku seperti semen, pasir, batu-bata, dll yang sudah membuat bangunan ini menjadi sangatlah sulit untuk tergores sedikit pun (ini versi lebay-nya hehe). Dan itu lah yang masih gua rasakan kini ketika ingin melupakan si dia yang masih tertanam di batin.


Semua ini memang sebenarnya berawal dari kepercayaan gua akan sebuah keajaiban dan kisah-kisah cinta yang berakhir bahagia. Dan itu gua alami sejak gua masih kecil. Yang dimana gua pun pernah juga menyukai seseorang sampai lama sekali pada waktu gua masih memakai putih merah di sekolah. Namun memanglah gua ini masih tak jera. Yaitu kalau gua tak akan bisa membangun sebuah "rasa cinta" dari seseorang yang gua suka dan sama sekali menganggap gua biasa-biasa saja. Itu benar-benar butuh yang namanya keajaiban dalam membuat hal tersebut menjadi mungkin.

Dan sampailah kehidupan gua di saat usia gua sudah mencapai 20 tahun. Dan sungguh sudah cukuplah gua jika memiliki angan-angan akan yang namanya keajaiban dan kisah cinta yang berakhir bahagia. Sudah saatnya untuk gua harus rehat sejenak dalam hal mencintai seseorang. Lebih baik gua tunggu saja sampai yang benar-benar ada cahaya terang (harapan) yang sangat lebar, sama seperti kisah asmara "jadi" gua dahulu kala. Dan jika memang sudah terjadi, baru lah gua menjadi sama seperti waktu gua sedang mengejar orang yang gua cintai sebelum-sebelumnya itu. Yaitu dengan sangat penuh keyakinan kalau gua akan selalu membuatnya bahagia lewat cara apa-pun juga. Dan tentunya adalah dengan penuh keterbukaan soal siapa diri gua agar tak ada yang namanya kebohongan yang menyakitkan nantinya.

Yang pasti, intinya adalah sekarang, gua akan memberhentikan dahulu tentang kepercayaan gua akan yang namanya keajaiban. Yang dimana hal tersebut seperti doa-doa yang pernah gua panjatkan disaat gua berulang tahun dan natal, yaitu hanya menginginkan si "dia". Yah, kenyataannya sungguh pahit sekali yah. Namun ini memanglah hidup. Dan ini adalah my new chapter di dalam kehidupan gua kini. Yang dimana gua pun sudah jarang sekali mendengarkan lagu-lagu galau tiap gua sedang naik motor, dan gua ganti jadi musik hip hop dan lain-lainnya yang ngejreng-ngejreng. Lalu gua juga akan fokus pada cari duit deh sekarang hahaha....

"Hingga kutemukan cinta kembali yang dapat membangkitkan lagi kepercayaan akan keajaiban itu...."

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath