Tentang Film "JUNO"

Baiklah, untuk post pertama di Bulan September yang biasa disebut dengan "September Ceria" ini (gua lupa karena apa disebut begitu haha), gua akan memberikan sebuah Review Film yang bisa dibilang "sebuah terobosan baru di dunia perfileman-yang tentunya membawa nafas yang begitu segar". :D

Sebelum Film Young Adult muncul, sesungguhnya Jason Reitman sudah memberikan sebuah film yang sempat mendapatkan sebuah penghargaan bergengsi, yup! Piala OSCAR untuk penulis tercintanya, Diablo Cody. Dan film yang gua maksudkan ini berjudul.....



Juno (Ellen Page), sebuah nama seorang anak perempuan yang terkesan aneh. Namun, setelah selidik demi selidik saat kita sedang menonton filmnya, ternyata Diablo Cody sangat pintar untuk menciptakan sebuah nama selain daripada kalimat-kalimat percakapannya yang menarik dan new tersebut.

Dan inilah yang akan lebih banyak gua bahas. Yaitu setiap "komunikasi" ciptaannya, yang dimana dapat kita nikmati sejak awal cerita dimulai. Dan semua kegilaan yang ada adalah berawal dari sebuah "kursi". Yup, sebuah tempat duduk yang akhirnya dapat membuat gadis berumur 16 tahun malah menjadi hamil, dan menciptakan berbagai macam permasalahan yang baru-baik itu di dalam kehidupan keluarganya dan tentunya-nasibnya ke depan.

But, hal yang sangat gua sukai dari film ini adalah, kenyataannya itu, permasalahan yang ada seakan dibuat menjadi seperti "kain sutra". Begitu lembut, menarik, dan pastinya disukai banyak orang.

Coba deh kita lihat bagaimana perlakuan temannya Juno, bahkan orang tuanya. Namun, sekarang gua akan ngebahas tentang temannya terlebih dahulu yang bernama Leah (Olivia Thirlby) itu. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh Leah sewaktu mengetahui kalau Juno hamil. Demi Tuhan, jarang banget ada seorang teman yang terus mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh temannya sendiri. Seperti saat Juno ingin tetap melahirkan anaknya tersebut dan memutuskan untuk memberikan anaknya itu ke keluarga yang "mandul" namun berkeinginan kuat untuk memiliki seorang anak. Leah pun, dengan senyumannya malah memberitahukan ke Juno kalau ia baru saja melihat sebuah iklan di koran yang sesuai sekali dengan apa yang diinginkan oleh Juno tersebut, bukan malah memarahinya, memberikan segala macam suggest yang bisa membuat Juno malah makin stress.


Kemudian, ayo kita lanjut ke orang tuanya Juno, yang bernama Bren dan Mac Macguff. Dan perlu diketahui, kalau sebenarnya itu, ibunya Juno yang sekarang adalah ibu angkatnya. Jadi-ayahnya, Mac sudah bercerai dengan ibu aslinya lalu menikah lagi. Namun hal tersebut, setelah kehidupan berlanjut, seakan tak ada huru-hara yang terjadi antara ibu dan anak, tak seperti sinetron indonesia yang selalu mengundang konflik antara ibu tiri dengan anaknya yang sudah membuat gua gerah tersebut. Okeh, lanjut ke "apa yang dilakukan orang tuanya Juno sewaktu mengetahui Juno sedang hamil." Awalnya itu, di dalam ruang tamu rumahnya Juno, ia yang ditemani oleh teman terbaiknya tersebut sedang ingin mengobrol serius dengan kedua orang tuanya yang sedang duduk geregetan karena penasaran soal "Juno abis ngapain??"

Nah, hingga akhirnya Juno mengatakan yang sesungguhnya. Keadaan mulai terasa panas saat itu. Namun, yang terjadi berikutnya bukanlah sebuah adegan "orang tua berkata-kata kotor ke anaknya" atau "pukul-pukulan" atau "tangis-tangisan ampe gila" atau hal-hal yang malah buat seseorang makin terasa stress lainnya. Yang orang tuanya lakukan setelah itu adalah, ibu angkatnya malah menuliskan di selembar kertas soal apa saja yang harus Juno lakukan sewaktu dirinya sedang hamil, seperti janji pergi ke dokter, lalu minum vitamin untuk anaknya, dan keperluan-keperluan penting untuk orang hamil. Dan ayahnya, ia malah yang akan mengantarkan Juno ke orang tua yang bakal mengambil bayi dalam perut Juno tersebut, dan bertanya siapa ayah kandungnya dengan nada suara yang terkesan "mencoba tenang". Yang lalu, ternyata malah ada adegan tawa singkat sewaktu Juno menjawab kalau ayahnya itu adalah Paulie Bleeker, seorang anak laki-laki yang dianggap "kurang mutu" oleh ayahnya bahkan temannya Juno. Tapi itu hanyalah bercandaan belaka, bukan benar-benar menjelek-jelekkan Paulie. Dan kemudian, setelah pembicaraan selesai, kehidupan kembali berjalan dengan tetap "masih ada permasalahan yang baru lagi". Ya, namanya juga kehidupan... hahaha....


Jujur, gua sangat menyukai film ini so much! Apalagi untuk writer-nya, yang sudah menceritakan suatu hal dengan begitu unik dan berkesan sekali.

Sesungguhnya, jarang banget gua lihat ada anak yang bakal didukung saat dirinya sedang mengalami masalah yang besar, atau sebuah masalah yang dengan cerobohnya anak tersebut buat sendiri. Apalagi dalam kasus "hamil" yang dimana selalu diserukan "memalukan nama keluarga!" yang begitu fenomenal tersebut. Namun disini, bukan berarti gua sedang menghujat atau mungkin terlihat "memperbolehkan" seorang anak untuk melakukan seks bebas di saat muda ya. Tapi gua hanya mengungkapkan sesuatu yang sepertinya terdengar  indah jika ada keluarga, bahkan teman sepermainan yang berlaku seperti yang ada di film ini. Mungkin lebih jelasnya, nonton saja film ini dan perhatikan dengan seksama setiap perkataan yang ada. Karena dari apa yang gua lihat, ajaran keluarga Juno pun tak menunjukkan yang namanya "sebuah ajaran gagal untuk anaknya" (namun tetap tak sempurna ya). Jadinya, ngapain nambahin masalah ke orang yang yang sedang bermasalah, padahal orang tersebut sedang ingin meminta dukungan darimu. :D


Btw, selain masalah "dukungan" dari keluarga dan sohib yang sudah gua bicarakan, sekarang gua ingin banget ngomongin soal kisah asmara-nya Juno.

"Hal yang terbaik adalah menemukan orang yang bisa mencintaimu dengan apa adanya keadaanmu. Mood bagus, Mood jelek, jahat, cantik, tampan, apapun. Orang yang tepat akan tetap berfikir bahwa matahari bersinar dari buritmu. Itulah orang yang sangat berharga." Kata Mac, ayahnya Juno, sewaktu ia sedang berbicara dengan ayahnya soal pernikahan.

Perkataan ini mungkin sudah sering terdengar. Namun, adalah indah dan berharga jika memang ada orang yang mencintaimu dengan apa adanya keadaanmu dalam waktu yang sangat lama. Dan hal tersebut berhasil diraih oleh lelaki yang sebenarnya adalah ayah dari bayi yang dikandung Juno, yakni Paulie. Mereka berdua benar-benar sepasang kekasih yang cocok. :)


Okeh, jadii.... hidup itu memang tak pernah lepas dari yang namanya ketidak-sempurnaan. Ada keluarga yang memiliki ayah angkat, anak angkat, single parent, dll. Yaa.... mungkin dengan masih adanya "cinta" dan jauh sekali dari pikiran kolot yang mengharuskan untuk "membuat salah seorang dari keluarganya menjadi tambah stress", ya mungkin-akan terasa otak ini masih memiliki ruang untuk bisa berimajinasi indah hahaha.... soalnya kan masalah itu memang bakal selalu ada.... :D.


Alhasil, Film Juno ini sudah memberikan sebuah pola pikir yang baru (lagi), yang sungguh manis, dan sangatlah kuat untuk setiap orang yang menontonnya. So, enjoy the movie very well.... :p

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath