Ingatan, Masa Lalu, dan Eksistensi



Di dalam pengalaman gua yang bisa terbilang sudah sangat banyak ini, gua ingin mengambil satu kesimpulan. Dan kesimpulannya adalah, kalau ada dua orang di dunia ini yang baru saja gua temui keberadaannya secara nyata. Yaitu, seseorang yang bisa mengingat banyak hal tentang masa lalu, dan seseorang yang sangat bisa melupakan hal-hal di masa lalu. Jadinya, untuk orang yang bisa mengingat banyak hal di kehidupan dulunya tersebut, bisa gua katakan kalau ia mampu mengingat banyak kejadian-kejadian yang istilahnya itu, "tak terlalu penting lah" untuk orang lain. Sedangkan untuk yang suka melupakan, jadinya mereka sangat sebodo amat soal apa yang sudah terjadi dulu-dulu. Mereka sangat tak mau mengambil pusing dan terus menjalani kehidupan mereka sebagaimana mestinya.

Dan, dengan paragraf awal tersebut, sebenarnya gua hanya ingin memberitahukan kalau gua itu termasuk di orang yang bisa mengingat banyak hal soal masa lalu. Yup, gua sangat mau untuk mengingat banyak kejadian yang menurut gua memang pantas untuk diingat, walaupun kejadian tersebut tak penting. Seperti contohnya adalah, mengingat semua hal baik dan buruk yang dilakukan semua teman-teman gua ke gua. Jadinya, ketika mereka pernah bantu gua, pasti akan terus gua ingat, dan jika mereka habis membuat gua kesal, SUDAH PASTI akan gua INGAT!! Wkwkwkwk.... 

Namun bukan berarti gua punya otak yang brilian yah dengan mengatakan hal ini. Soalnya gua juga bisa melupakan hal-hal lainnya, seperti lupa "taruh kunci motor dimana" , terus lupa "ada tugas apa besok" , dll. Ya intinya sih gua akan sangat mengingat lebih soal kejadian-kejadian yang menyangkut masalah "hubungan antar manusia atau interpersonal".

Gituh....

Entah, mungkin memang karena kejadian di masa lalu, dan sebuah kebiasaan yang akhirnya terbentuk dari masa lalu tersebut lah yang akhirnya membuat gua menjadi orang seperti ini.

Dan sepertinya gua akan membagi sedikit soal kisah masa lalu gua tersebut. Yang dimana sebenarnya itu gua dulunya memiliki kehidupan yang sangat sulit sekali untuk berhubungan erat dengan sesama manusia. Yang lalu menimbulkan gua menjadi sangat sensitif, tertarik, dan bisa dibilang "lebih memfokuskan" hal-hal yang menyangkut "cara berkomunikasi gua dengan semua manusia".

Bayangkan saja, dulu itu, untuk berteman saja gua sangat kesulitan. Sejak kecil gua jarang sekali mendapatkan seorang teman atau lebih jelasnya adalah "teman bermain", yang dimana "teman bermain" ini yang seharusnya membuat gua sejak dulu itu terbentuk menjadi seseorang yang sangat PEDE untuk mengobrol dengan siapa saja. 

"Lohhh???" Mungkin ini kali ya pertanyaan beberapa teman gua yang sekarang sudah mengenal gua itu adalah seorang anak laki-laki yang sangat PEDE sekali. I mean, sangat PEDE dalam hal becanda ama temen ampe gila-gilaan dengan gaya yang mampus-mampusan, lalu sangat PEDE dalam hal presentasi di depan kelas dengan gaya gua sendiri yang terbilang sangat GILA! Dll.. Wkwkwk....

Ya, itu adalah sebuah kata-kata WEW! Karena yang sebenarnya adalah, gua masih terbilang sangat gak PEDE untuk ngobrol sama orang yang baru saja gua kenal, dan lebih jelasnya mungkin adalah, orang-orang yang gua rasa itu-mereka berada di atas "kelas" gua. Ya kelas ekonomi dah. Yang dimana kadang itu terlihat dari cara berpakaian mereka dan tata bahasa mereka yang kelihatan lebih "cool".

Dan apalagi, gua ini sangat sulit untuk ngobrol dengan yang namanya "orang gede". I mean, bukan gede apanya yaaaa..... tapi maksud gua itu dari umurnyaaaa hahaha.... Hal ini karena masa lalu juga sih, tapi karena gua harus ngebahas atau mengedepankan masa lalu yang membuat gua pada akhirnya menjadi orang yang suka mengingat, yasudah deh, lain kali ya gua ceritakannya hehe (kayak pada mau denger aje :p).

Nah, lanjut ke hal kenapa gua sangat sensitif, tertarik, dan lebih memfokuskan soal hubungan gua dengan manusia lainnya..... (soalnya waktu gua bilang di awal, kata-kata ini sebenarnya masih belum pantas untuk dikatakan terlebih dahulu ckck. Ngebuat aneh....)

Setelah gua yang dulunya sangat sulit untuk memiliki teman, nah, akhirnya gua pun mengambil sebuah keputusan yang sanggup mengubah segalanya hingga sekarang. Yaitu: "stand up alone!" Berusaha untuk menjadi eksis bagaimanapun caranya. Dan kenapa gua ingin melakukan hal ini, itu tentu saja karena salah satu hobi the best gua, "menonton", yang pada akhirnya membuat gua ingin sekali menjadi seorang artis sejak kecil.

Hahaha... ARTIS lohhh wkwkwk.... Gua selalu ditertawakan sewaktu SMA setiap ada salah seorang guru gua yang sedang menanyakan ke para murid, "ingin jadi apa kalo uda gede nanti?" Dan gua sangat konsisten sejak dulu kalau gua berkeinginan kuat untuk menjadi artis. Tapi karena fisik gua bisa dibilang "gak oke", jadinya gua pun memutuskan untuk menjadi artis yang buat lucu-lucuan aja, yang mungkin artis yang bakal sering digunain dalam hal "bullying" yang sanggup membuat para penonton menjadi tertawa terbahak-bahak wkwkwk....

Oke, lanjut lagi ya soal gua menjadi sangat sensitif, tertarik, dan lebih fokus soal hubungan gua dengan individu-individu lainnya (diulang-ulang terus dahhhh).

Dengan gua yang dulunya itu sulit berteman, eh tiba-tiba menjadi sangat suka berteman, yang langsung aja, kalau sekarang itu gua bisa terbilang "sangatlah eksis!" baik di kampus maupun di gereja. Soalnya kalau di kampus, gua setidaknya 98 persen mahasiswa/i angkatan gua sudah mengenal atau mengingat nama gua (yang lucunya, gua sendiri suka lupa beberapa nama mereka ckckck). Dan di gereja sendiri, anak-anak mudanya, setidaknya 80 persen dah sudah berhasil "melucukan diri gua" hahaha.... Ya intinya adalah, mereka semua bisa dibilang cukup tertarik dengan keanehan-keanehan yang ada di dalam diri gua (seperti tangan patah, gaya ngomong yang beda, gaya ngelucu yang beda, dan hal-hal beda lainnya :p. Jadinya keeksisan gua itu disebabkan karena hal-hal beda dan unik yang sudah gua berikan ke dalam kehidupan mereka fufufu).

Namun sayang sekali. Karena seperti yang sudah gua katakan sebelum-sebelumnya. Walaupun gua eksis, tapi gua tetaplah seorang pemalu, dan malah kadang bisa suka salah tingkah sendiri orangnya ckckck. Ya itu sih kembali lagi ke masa lalu gua yang "kelam" tersebut. Yang memang membentuk diri gua menjadi seperti ini. Hanya karena cita-cita ingin menjadi "artis" lah, gua pun akhirnya menjadi berkeinginan kuat untuk bisa hidup eksis.

Dan dari semua itu, dapat terjelaskan bukan, kalau sejak dulu memang gua ini selalu memfokuskan hubungan interpersonal gua ke orang lain. Yang pada akhirnya gua pun menjadi sangat sensitif ketika mendapatkan cercaan, makian, dan kata-kata yang menyakitkan dari congor mereka masing-masing. Yang sanggup membuat gua menjadi gila karena gua bahkan bisa terus memikirkan, "Kenapa mereka bisa sekejam itu?! Sial!"

Tetapi karena masa lalu gua juga, gua lupa beritahu, kalau gua akan tetap menjaga hubungan gua dengan orang lain dengan mencoba terus akrab dan tersenyum dengan mereka semua. Karena gua akan terus menganggap kalau mereka itu "baik", soalnya namanya juga manusia, kadang bisa jahat, dan kadang juga bisa baik. Asalkan ketika mereka jahatin gua, terus gua diam dan pergi menjauh aja, ya next time ketika gua tersenyum ke mereka juga, ya biasanya itu bakal "terlihat baik" merekanya.

Nah, intinya adalah, terlihat jelas bukan dari semua kata-kata yang sudah gua utarakan dari atas sampai bawah ini. Membuktikan kalau gua memanglah salah satu dari seseorang yang sangat menyukai yang namanya mengingat masa lalu. Dan bisa gua simpulkan, kalau salah satu faktor kenapa ada yang bisa menjadi seperti ini adalah dari "hubungan interpersonalnya".

Yup, seperti itu saja.... This is just a paper yang berisi hal-hal yang entah, memang tiba-tiba aja gua menuliskan hal seperti ini. Yang kalau boleh jujur, padahal itu gua ingin menuliskan suatu hal yang berbeda, yang memang ingin gua tuliskan dari awalnya. Tapi karena tulisan itu seperti air mengalir, jadi apa adanya dah yaaa wkwkwk.... (gua juga soalnya waktu udah tau kalau tulisan gua sudah gak nyatu sama ide sebenarnya, ya gua males ngapus aja :p)

Thanks
Gbu

N.B: Sesuai dengan pengalaman, mungkin untuk beberapa orang akan berpersepsi negatif soal post gua yang seperti ini. Soalnya ini kan membicarakan tentang diri sendiri, yang dimana bisa membuat orang-orang itu menjadi mengira-ngira seenak jidak mereka :p. Intinya, I'm just TALK in this my lovely blog..... Dan gua ga akan membuat post gua ini menjadi sangatlah panjang dengan berbagai macam penjelasan-penjelasan yang detail (soalnya sudah pasti gua akan dijudge ini dan itu). Tq :D

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath