"Film Pilihan Lu Gak MUTU Ton!!"

Setelah sebuah review film yang sudah gua tuliskan sebelumnya itu, sekarang gua ingin membahas tentang yang namanya "selera orang soal film!" Dan ini adalah hal yang memang ingin gua katakan di blog tercinta gua ini sejak dulu.

Okeh, jadi, perkenalkan terlebih dahulu gua (yang mungkin belum mengenal), adalah Anton Suryadi yang sejak SD sangat menyukai yang namanya Film Layar Lebar. Hingga akhirnya sampai sekarang gua pun menjadi movie freak. Yang untunglah, gua tak hanya sekedar menikmati filmnya saja, tapi gua seakan sedang melakukan "pembelajaran" menjadi pe-review film di dalam sebuah blog. Jadinya, semoga suatu hari nanti gua bisa bekerja menjadi penulis dalam hal "film" ketika "waktunya tiba". :p


Nah, di dalam dunia movie freak gua ini, gua bisa dibilang sangat menyukai semua genre film, seperti drama, horror, romance, comedy, dll. Dan cara gua melihat film itu bagus atau tidaknya pun sudah berbeda. Bukan dari "apa yang ingin gua lihat" seperti pertunjukan adu jotos antara orang jahat dan baik, dll. Melainkan dari siapa para pemainnya, sutradaranya, teknis pembuatannya, naskah, penceritaan, dll, yang pastinya para pe-review film lainnya juga sudah pasti sama seperti gua (soalnya gua kan juga sering ngebaca review orang lain :p contoh: movienthusiast.com).

Nah (lagi), selama bertahun-tahun belakangan ini, sewaktu gua kuliah, banyak pertanyaan pun muncul dari benak gua. Seperti "kenapa film yang gua bilang bagus kok dibilang jelek sama orang lain." Coba deh buka twitter, dan pilih aplikasi "search", lalu tuliskan kata "(nama film yang kamu suka) plus kata "jelek", contoh: The Avenger jelek. Widih, padahal tu film benar-benar sangat kamu agungkan sekali, tapi nyata-nyatanya-masih ada aja orang yang berkata kalau film tersebut "jelek!" Benar-benar sebuah hal yang mengesalkan! (khususnya untuk gua).

Tapi kekesalan gua ini terjadi pada awalnya saja. Karena lama-kelamaan gua sadar. Yup, dengan "cukup lama", sewaktu kira-kira "semester tiga!" gua pun baru tersadar dari mimpi buruk gua tersebut. Karena ternyata oh ternyata, gua melupakan suatu hal yang bernama: "SELERA". 

Ckckck.... Gua sudah melakukan banyak kebodohan di masa lalu gua. Yang dimana saat ada orang lain yang meminta tolong gua untuk mengatakan "film apa yang lagi bagus" atau "film itu bagus atau tidak?", dan lalu karena cara melihat bagus tidaknya film tersebut di mata gua sudah sangat berbeda, eh gua malah mengatakan hal yang tak sesuai dengan "selera" mereka. Yang alhasil, gua pun dibilang "bodoh!" dan hal-hal keji yang jujur, cukup "hurting" ckckck.... (ini karena gua masih belum membuat sebuah karisma. Jadi manusia masih berani berkata gila ke gua. Tapi kalau emang pada dasarnya suka ngomong gitu, ya susah deh ckckck)

Dan memanglah pada kenyataannya itu, di sekeliling gua ini, atau pergaulan gua, benar-benar bisa dikatakan hanya gua sendiri yang adalah movie freak! Yang lainnya sih, hanya menganggap kalau film itu ya hanya sekedar hiburan semata dan bukan suatu hal yang penting. Jadinya, jika tak sesuai dengan "selera" mereka, ya seakan film tersebut menjadi seperti "sampah!"

Contohnya, film "The Cabin in the Woods". Para pe-review film mengatakan kalau film ini adalah termasuk horror yang terbaik. Dan rating ratusan ribu masyarakat di seluruh dunia dan para kritikus film di website ternama dan terpopuler seperti imdb dan rotten tomatoes pun sudah memberikan scor yang tinggi. 


Rotten Tomatoes: Tomatometer: 90% dan audience: 78% http://www.rottentomatoes.com/m/the_cabin_in_the_woods/

Dan dari gua sendiri yang sudah menonton film ini, sangatlah mengatakan dari hati terdalam gua kalau ini adalah film horror yang gua tunggu-tunggu sejak dulu!!!

Namun, dengan bedanya "selera" manusia, seperti beberapa teman gua yang sudah menontonnya kemarin. Ya mereka pun bilang kalau film The Cabin in the Woods sangatlah "gaje!"

Lalu, masih banyak lagi pokoknya film-film yang sudah gua kasih review-nya itu menjadi terlihat bagaikan genangan sampah di lumpur yang jorok.

Ya intinya sih, tetap kadang sedikit buat gua jadi kesal sendiri, karena kenaaappppaaaaaa Goddd.... hanya saya sendiri yang menjadi "movie freak" di lingkungan saya iniii..... Huuaaaaa!!!

Tapi tetap gua gak menyalahkan teman-teman gua tersebut ya. Karena yang menjadi dalangnya tetaplah "selera mereka". Yang penting, gua bakal kembali sering nonton sendiri di bioskop karena sudah cukup gua mengajak teman-teman gua nonton film-film yang seharusnya bagus, tapi tak sesuai dengan selera mereka. Soalnya hey! gua sekarang sudah tahu selera teman-teman gua itu seperti apa. Yang pasti kebanyakannya itu adalah bergenre "action!" 

Hahaha... sebenarnya memang kenyataan pahitnya adalah, dari apa yang gua lihat, mayoritas orang indonesia itu memang tak terlalu peduli soal yang namanya "film". Yang jelas itu "menghibur!" Jadinya, tuk film-film yang bahkan sudah memenangkan OSCAR sebagai film terbaik, seperti contohnya langsung adalah "The Artist", yaaa.... jangan harap deh bakal diterima di negara tercinta kita ini. Karena yang terjadi sebenarnya dengan film ini adalah: waktu itu gua sudah periksa di 21cineplex.com kalau tu film hanya tampil di sedikit bioskop Indonesia, lalu kira-kira hanya 2 minggu atau hanya 1 minggu (kalau tak salah), ya ables dah! Hilang nih film dari permukaan bumi Indonesia. Hahaha....

Jadi, untuk sudut pandang gua dan para pe-review film lain sih memang cukup menyedihkan. Namun, siapa yang peduli. Mau gua ngomong sampai berbusa-busa kalau film yang sebenarnya bagus itu begini begitu, ya tetap mereka tak akan mengatakan kalau film tersebut bagus!!


So, ini hanyalah curhatan sekilas dari seorang anak laki-laki yang sangat menyukai film, dan tentunya tak berharap untuk semua orang di Indonesia ini, khususnya teman-teman gua agar dapat berubah menjadi sama seperti gua..... :D

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath