Tentang Film "Monster (2003)"

Baiklah, malam ini gua telah diberikan sensasi yang luar biasa dari you know what, "FILM!" wkwkwk.... Dan entah, film ini sudah sangat menyentuh gua sekali serta sungguh mendorong gua untuk segera menuliskannya. Karena film ini diambil dari kisah nyata kehidupan seorang pembunuh berantai bernama Aileen Wuoros. Ya, mungkin yang sudah pernah menontonnya tahu lah ya film apa ini....


Monster, diawali dengan hal-hal yang manis dari harapan serta keinginan dari seorang gadis cilik, yang bercita-cita ingin menjadi seorang wanita dewasa yang begitu cantik, kaya, dll. Namun ketika kehidupan terus berjalan, dan kehidupan telah memberikan gadis cilik tersebut banyak sekali masa-masa menyedihkan hingga pada akhirnya ia lulus sekolah, terciptalah seorang wanita yang bisa dibilang tak pernah merasakan apa itu yang namanya cinta, karena banyak sekali manusia yang menolaknya.


Aileen Wuoros, ia akhirnya benar-benar menjadi seorang pelacur yang sudah ia jalani lama sekali. Namun disaat ia sudah stak, tak tahan dengan kehidupannya yang begitu sendirian dengan segudang tekanan gila, ia pun sebenarnya ingin bunuh diri, tapi hal tersebut tak jadi ia jalani karena pertemuannya dengan seorang perempuan lesbi bernama Selby. Seorang perempuan yang sedang duduk sendirian di Bar khusus Lesbi, yang lalu mengajak Aileen mengobrol. Walau awalnya Aileen menolak, namun lama kelamaan ternyata mereka menjadi akrab dan mampu menghabiskan malam yang begitu menyenangkan di dalam Bar tersebut.

Sejak pertemuan itu, ternyata Selby seakan ingin memberikan cintanya ke Aileen, dan dengan kaget dan super kebingungannya Aileen, ia seperti seakan baru saja mendapatkan sesuatu hal yang diidam-idamkannya sejak dulu, yang pada akhirnya Aileen pun berubah juga menjadi seorang lesbi, dan lalu mereka berdua menjadi sepasang kekasih.

Tapi singkat cerita, suatu hal terjadi pada Aileen. Disaat ia sedang mendapatkan pelanggan, ternyata pelanggan tersebut berniat buruk padanya. Laki-laki yang sedang berada bersama ia di dalam mobil sebenarnya sangat ingin memperkosa bahkan membunuhnya habis itu. Aileen yang tiba-tiba tak berdaya karena habis dipukul kepalanya hingga berdarah dan diikat tangannya di dalam mobil agar tak bisa lepas, lalu mengambil keputusan besar yang mampu mengubah kehidupannya kelak. Karena ketika dengan sangat beruntung, ia bisa lepas dari ikatan tersebut, ia langsung menembak laki-laki itu sampai mati. 

Dan dimulailah sebuah momen yang dimana Aileen menjadi terbiasa untuk membunuh laki-laki ketika mereka sedang menjadi pelanggan Aileen. Tapi hal tersebut tak berlaku untuk laki-laki yang tak sesuai dengan kriteria Aileen, atau yang tak pantas mati karena mungkin dari tak kejamnya perlakuan mereka ke Aileen.

Namun bukan itu intinya, semua yang dilakukannya tersebut setelah pembunuhan pertamanya itu sebenarnya disebabkan oleh tuntutan dari sikap kekanak-kanakkannya Selby. Ia sangat ingin banyak hal, dan banyak hal tersebut membutuhkan uang. Dan karena Aileen sangat mencintai Selby serta tak ingin lepas darinya, ia pun rela melakukan semua itu.

Di bagian ini, bagian psikologi manusia sedang dimainkan. Dan untuk gua yang sudah menontonnya, untuk kelakuan Aileen yang memang jahat karena telah mengambil kehidupan orang lain tersebut sungguh malah membuat gua menjadi sangat simpati terhadap dirinya. Karena kehidupan yang selama ini ia cicipi memanglah tak pernah adil. Dan keluarganya semenjak ia kecil lah yang menciptakannya menjadi seperti itu. Seperti salah satu bagian paling menyentuh dalam film ini adalah ketika Aileen berkata kalau sewaktu ia kecil-ia telah diperkosa oleh teman ayahnya, lalu-walaupun ia sudah mengadu kepada ayahnya, ayahnya tersebut ternyata tak mempercayainya, sehingga laki-laki bejat itu terus-terusan memperkosanya. Untuk Aileen kecil yang tak akan pernah mendapatkan keadilan atas perlakuan bejat yang sudah menimpanya tersebut, ia sama sekali tak tahu lagi bagaimana cara bermain menghadapi dunia ini selain hanya dengan "bertahan hidup".

Dan adilkah, ketika di akhir ceritanya, seorang korban perkosaan sejak kecil itu malah berakhir di penjara yang lalu di hukum mati 12 tahun kemudian. Ditambah, ternyata Selby yang sudah ia percayai, malah dengan jahatnya mengkhianati Aileen dengan alasan ia tak mau berada di dalam penjara, sehingga ia bekerjasama dengan polisi untuk menangkapnya. Arkh! Gua sangat membenci kenyataan pahit seperti itu!

....

Awal gua ingin menonton film ini adalah karena tokoh utamanya yang pada tahun 2004 tersebut berhasil meraih OSCAR sebagai pemeran wanita terbaik, yang sudah pasti adalah Charlize Theron. Yang dimana ia rela menaikan berat badannya bahkan membuat mukanya menjadi sangat begitu seperti orang yang tiap harinya selalu tertimpa masalah yang berat. Gua tak menyangka, kalau aktris cantik dengan tubuh proposional ini memanglah seorang aktris sejati, ia bermain dengan begitu apik di film ini. Sehingga membuat diri gua menjadi merasakan betapa depresinya kehidupan dari Aileen tersebut berkat kehebatan permainan drama dari Charlize tersebut.


Tapi memanglah harus terdapat seorang aktris yang hebat untuk film-film yang diambil dari kisah nyata seperti film ini (walau tetap tak semuanya yang ditampilkan dari dalam film ini tuh nyata ya. Masih ada permainan pengambilan gambar, dll untuk lebih menetralkan hasil akhirnya, menurut gua). Karena setiap orang yang menontonnya harus terbawa emosi dengan begitu dalam, sehingga pesan yang ingin disampaikan pun pada akhirnya tepat sasaran.

Dan untuk pesan dari film ini sendiri, yang sudah tercipta dengan sendirinya dalam benak gua tersebut, mengatakan kalau Aileen pantas mendapatkan lebih banyak hal yang baik dari dalam kehidupannya. Ia tak pantas mati dieksekusi walau memang tetap perbuatannya tersebut adalah sebuah kesalahan. Karena banyak orang yang belum mengenalnya lebih dalam.

Baiklah, jadi, film ini memanglah sangat menggambarkan banyak ketidak-bahagiaan dari salah satu kehidupan seorang anak manusia. Jadi terlihat sangat depresi, apalagi untuk pemeran utamanya ada Charlize Theron yang sudah memukau siapapun yang telah melihat aksinya tersebut. Menjadikan film ini sesuatu yang mantap untuk digunakan sebagai salah satu acuan untuk dapat mensyukuri kehidupan kita masing-masing yang selesai menontonnya, dan tentunya adalah sebuah teguran yang mengatakan: jangan menganggap rendah orang lain!



Terima kasih....
Gbu

N.B: Untuk ingin lebih mengetahui kehidupan nyatanya Aileen, dibuka aja ya disini. Semuanya dalam bentuk bahasa inggris, jadinya untuk gua, yang belum lancar dan belum mempelajari lebih lanjut bahasa inggris, ya.. gua hanya menuliskan apa adanya saja ya dari apa yang sudah gua tonton hehehe.... Karena seperti yang sudah gua bilang, kalau tak semua dari film ini itu nyata. Masih ada yang diubah sana-sininya.... :D

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath