Sekilas Tentang Anak Bernama Angga

Selain gua akan membahas tentang keharusan soal minggu ini, yang sebelumnya sudah gua publikasikan, gua pun akan merasa bersalah sekali jika gua tak cepat-cepat memberikan sebuah tulisan yang dapat mewakili setiap pikiran dan perasaan gua tentang yang namanya "kepergian seorang sahabat".


Dan, perkenalkanlah seorang anak laki-laki berumur 23 tahun, bernama Angga (yang gua lupa nama panjangnya apa hehe). Semenjak ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta tahun lalu, dan beberapa hari atau minggu kemudian - akhirnya gua malah bertemu dengannya lewat seorang teman, bernama Leo dan Budiman. Setelah itu gua pun memulai sebuah kebiasaan yang baru, yang baru tahun ini sangat gua nikmati sekali sewaktu mengalaminya. Antara lain: "MENGINAP!" wkwkwkwk....

Yup, gua baru pertama kali menginap bersama teman-teman gua itu sewaktu kuliah. Dan awalnya itu sangat lucu sebenarnya. Soalnya saat itu gua sedang ketagihan sekali dengan yang namanya bermain capsa (dari kartu remi beneran). Jadinya, bisa dua minggu sekali gua menginap di kos-an Angga bersama Budi, Leo, dan Kevin. Kami pun selain main capsa, permainan-permainan seperti uno stako, monopoli, dll juga turut dimainkan. Hal-hal yang cukup menyenangkan deh.

(waktu lagi main2 aja si sama ni anak2 pada haha) 

(waktu lagi ultah Angga. Ditraktir di De'Cost!)

Tapi, lama-kelamaan, setelah gua sudah mengenal mereka makin dekat. Gua pun dalam dua bulan ini, sewaktu lagi libur kuliah, sudah sangat sering sekali menginap di kos-an-nya. Kerjaannya itu, yaa.... tak main capsa lagi, tapi kebanyakan ngobrol-ngobrol-ngobrol ampe begok.

Menjadikan kami, mau tak mau, ya seakan sudah sulit untuk terpisahkan deh. Sehingga, rasanya sangat sulit jika mengetahui kalau anak ini sebenarnya memiliki sebuah penyakit yang tak terduga, yang mengharuskan ia menjalani sebuah perawatan di luar negeri. Ya, intinya adalah ia bakal pergi untuk waktu yang lamaaaaa sekali. Dan gua, alhasil tak akan menginap lagi, karena tak ada sebuah kos yang dapat menampung kami berempat hahaha....

Namun, walau memang sulit, tapi gua sudah mempunyai pola pikir yang baru semenjak gua dua tahun yang lalu pernah mengalami rasanya "kehilangan seorang Bokap", dan itu memanglah sebuah kehilangan yang sangat besar sekali, karena adalah orang rumah yang sangat kenal baik gua dari kecil. Jadinya, semenjak tahu kalau si Angga bakal berobat lama di sebuah negara bernama Singapura, otak gua pun tersentak berpikir,"ya memang lah, hal seperti ini hanya akan terjadi sebentar. Jadinya jangan ambil pusing, dan lupakan saja...." (Lupakan yang gua maksudkan itu bukan berarti bener-bener ngelupain si Angga yo. Just, gak ingat-ingat lagi, ya paling ingatnya sewaktu bersama Budi atau Leo aja hahaha).

Waduh, kelihatannya si Angga ini cukup penting juga ya di dalam kehidupan gua karena gua sudah ngomong demikian :p. Ya, intinya sih sebenarnya adalah, karena kehadiran si Angga ini sudah membawa banyak perubahan yang sangat membuat gua nyaman di hari-hari sebelumnya itu, jadinya memang dia bakal menjadi orang penting banget dah. Soalnya, setelah ia pergi, ya mau tak mau, bakal berubah banyak hal lagi. Sama seperti saat Bokap gua akhirnya pergi, hal-hal pun berubah pesat, gua benar-benar tak pernah melihat sosok seorang ayah lagi, dan kehidupan keluarga gua sendiri juga berubah habis-habisan (dari cara Nyokap gua ngerawat gua dan adek serta enci gua, dll).


Ya begitu.... Setelah pada Hari Senin kemarin akhirnya si Angga ini benar-benar pergi, dan gua, Leo, Budi, serta Robin turut mengantarkannya ke Bandara Soekarno Hatta, yaa... detik-detik untuk mengalami perubahan di hari-hari esok gua itu akhirnya terjadi dah. Tapi, ya sudah deh, sewaktu gua menjabat tangannya sebelum ia lalu, gua tak menganggapnya terlalu serius kemarin (karena pola pikir yang gua sebutkan sebelumnya). Habis itu, ya gua cerita-cerita soal dia ke si Leo dan Budi sepulangnya kami dari bandara dan memutuskan untuk menginap terakhir kalinya di kos-an Angga (soalnya waktu habis nginapnya itu Hari Selasa kemarin). Dan begitu deh... ada banyak kenangan yang enak untuk diceritakan sewaktu ada sosok seorang anak manusia bernama Angga.

(Lagi di Bandara. Nemenin ni anak pulang kampung)

Hahaha..... gua pun tak akan pernah terlupakan, karena selain gua bisa menginap, gua juga bisa meraih sebuah juara (ketigaaa) dari lomba bernama entrepreneur di kampus tercinta gua, UBM. :p Dan itu anggotanya adalah, gua, Budi, dan Angga. Kami waktu itu sudah sangat bekerja kerasa dengan tanpa emosi yang membuat suasana menjadi tambah tertekan.

(Setelah dapat juara haha :p)

Pokoknya masih banyak banget deh pengalaman menarik sewaktu bersama tu anak. Dan gua berencana akan memberikannya sesuatu yang dapat mengingatkan dia tentang gua sewaktu di SG sana. Dan hal ini pun sebelumnya gua sangat merasa bersalah sekali kepadanya karena disaat yang lain sudah kasih dia boneka, bingkai foto, sedangkan gua-gak kasih apa-apa wkwkwk.... 

Ditunggu yaa...... something dari gua, dan kedatangan elo kembali ke Jakarta.

Gws
and
Gbu....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath