Tentang Film "SUPER (2010)" dan Arti Kehidupan

Sewaktu liburan kuliah selama dua bulan ini, setelah Nyokap gua memberikan sebuah meja belajar di dekat tempat tidur gua, yang akan selalu gua gunakan untuk memainkan Laptop, saat itu pun gua mendapatkan sesuatu setelah termotivasi untuk membereskan semua barang-barang gua yang ada di dalam lemari.

Dan sesuatu yang gua dapatkan tersebut adalah sebuah penglihatan akan masa lalu yang seakan begitu menyentuh. Hhhh... semua barang-barang berdebu yang adalah berasal dari masa-masa dulu itu telah berhasil membuat gua menjadi berpikir,"hey, it's your life, and you did it!" Gua seperti kembali ke dalam titik keseimbangan dalam kehidupan, dimana pikiran membawa gua untuk tak memikirkan apa yang sedang gua lakukan, tapi kepada suatu imajinasi yang dapat membuat gua merasa kuat untuk meneruskan kehidupan gua kedepannya.

Hal ini pun sama seperti sebuah film yang pernah gua tonton belum lama ini, yang judulnya adalah "Super". Dari kemarin-kemarin sebelum menonton "The Amazing Spiderman" sebenarnya gua ingin me-review-nya terlebih dahulu. Soalnya menurut gua film ini bagus dan mengandung makna yang kuat di akhir ceritanya. Namun apa daya, malas sudah berkuasa setelah gua selesai menontonnya hehe....


Kisah singkatnya itu, jadi ada seorang laki-laki paruh baya, bernama Frank Darrbo (Rainn Wilson) yang memiliki kehidupan yang cukup membosankan. Ia melakukan aktifitas manusia seperti biasanya, yaitu menikah, bekerja, dan do something else yang gitu-gitu aja. Namun pada suatu hari, sesuatu menimpa istrinya, yang lalu takdir membawanya hingga ia dapat mengubah kehidupannya....

Istrinya, Sarah (Liv Tyler) memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama kekasih barunya, Jacques, yang dimana ternyata Sarah hanya dimanfaatkan oleh Jacques (Kevin Bacon) untuk terus-terusan menjadi kelinci percobaan dari semua narkoba yang akan dijualnya. Yup, disini Sarah adalah seorang pecandu, jadi ia sendiri tak masalah jika dijadikan seperti itu oleh Jacques.

Dan Frank pun merasa sangat sedih. Hingga pada akhirnya, malah muncul sebuah tontonan televisi dan sebuah mimpi yang lalu membuat ia menjadi termotivasi untuk menjadi pahlawan bertopeng bernama "The Crimson Bolt" di tengah-tengah masyarakat.

Kemudian, dengan tekad yang kuat, Frank langsung membuat sebuah kostum untuk dapat menutupi dirinya. Dan dengan bersenjatakan sebuah kunci inggris yang cukup besar, ia pun segera pergi ke jalanan dan memukul semua orang yang melakukan tindakan yang tak bermoral. Namun di film ini, terlihat sangat sadis sekali setiap adegan action-nya (bayangkan jika ada orang yang tiba-tiba saja dipukul kepalanya dengan besi?!!).


Di ceritanya, ia juga dibantu dengan seorang penjaga komik yang begitu tergila-gila untuk menjadi seorang superhero. Namanya adalah Libby (Ellen Page), dan ia menjadi "Boltie" untuk nama panggilan barunya setelah memakai topeng.


Setelah itu, segala bentuk keganasan terjadi, dan itu dengan tujuan agar Frank bisa mendapatkan kembali istri tercintanya....

....

Karena ini film tahun 2010, tak apa kali yah jika gua menceritakan akhir ceritanya. Tapi tetap tak akan gua beritahukan BIG TWIST yang gua sendiri pun sangat terkejut sekali sewaktu menyaksikannya. Hahaha...

Jadi, seperti sebuah kalimat,"kehidupan yang tak sesuai dengan harapan" mungkin dapat menggambarkan adegan terakhir dari yang terjadi di kehidupan Frank.

Setelah ia berhasil menyelamatkan istrinya itu, istrinya pun tinggal bersama Frank selama berbulan-bulan. Namun ternyata hal itu dilakukan istrinya sebagai rasa tanggung jawab karena ia sudah diselamatkan oleh Frank. Jadi lalu ia pergi lagi dan melanjutkan sekolahnya di bidang antropologi, hingga kemudian menikah lagi dengan orang lain.


Agak menyakitkan sih kalau boleh dibilang. Namun jika kalian perhatikan dialog yang diucapkan oleh Frank, mungkin hati kalian akan tersentuh. Karena Frank tersadar, ia tak terpilih untuk menyelamatkan banyak orang dari penjahat, melainkan ia terpilih untuk menyelamatkan istrinya yang di kemudian hari memang akan menyelamatkan orang-orang dengan menjadi seperti psikiater. Dan disini tetap diperlihatkan kalau Sarah adalah manusia biasa yang memiliki kebutuhan untuk menikahi laki-laki yang memang sesuai dengan apa yang selama ini tak pernah ia mendapatkannya sewaktu bersama dengan Frank.

Kemudian, dengan sebuah adegan yang banyak menyorot gambar-gambar di dinding yang adalah lukisan tangan Frank sendiri, hati gua makin terenyuh. Karena gambar-gambar tersebut bisa dibilang adalah kejadian sehari-hari yang pernah dialami oleh Frank, seperti sewaktu ia menyapa orang lain, mengisi bensin, dan mungkin hal-hal biasa lainnya tapi tetap ada juga yang luar biasa sewaktu ia sedang menjadi pahlawan bertopeng....

Semua gambar-gambar itu sama seperti semua barang-barang yang sedang gua bereskan. Dan itu lah kehidupan, yang selalu kita ingat dan kenang sampai sekarang. Hingga saat kita kembali lagi melihat kenangan-kenangan tersebut, kita akan menemui kalau diri kita sendiri sebenarnya telah menjadi seorang manusia yang sangat kuat dan penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan....






It's a magical sense for me.... :')

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath