Tentang Film "Brave"

Hari ini, sebuah awal minggu yang sangat menyesakkan di siang harinya, namun cukup menghibur di sore harinya. Ya....... menyesakkan sudah pasti karena UAS, yang dimana gua harus akui kalau gua belum bisa menjawab dengan sangat tuntas hingga terasa hati ini tak puas dan tidak sama sekali ter-ekspektasi tinggi untuk bisa mendapatkan nilai yang paling bagus di kelas. Gua benar-benar agak kesulitan dalam menjawab setiap pertanyaan yang padahal sudah ada kisi-kisinya. Lagi-lagi ada rasa malas melanda, mengguncang setiap penyesalan tanpa arti. Ckckck....

Namun gua pun memutuskan untuk mengobatinya sedikit, seperti sebuah luka baretan yang dikasih hansaplas. Walau nantinya luka tersebut bisa mengering, tetap saja akan ada bekasnya. Dan bekas di dunia nyata yang barusan gua rasakan adalah sebuah bukti dari yang namanya kesalahan yang sudah gua lakukan. 

Semua yang sudah mengenal gua mungkin kira-kira tahu lah ya obat apa yang gua maksudkan tersebut. Hahaha... tentu saja FILM! Yup, tadi sore gua langsung menancapkan gas motor gua untuk segera menuju ke Mall Pluit Junction (yang paling murah untuk sekarang ini, Rp 25.000,- !!) untuk menonton DUA film sekaligus!! Dan dua film itu adalah "Brave" dan "Abraham Lincoln: Vampire Hunter". 

Dan kali ini, gua mengambil pilihan untuk menonton sendirian lagi setelah sudah seringnya belakangan ini gua menonton bersama teman-teman kampus gua. Hahaha... Sebuah budaya original dari dalam kehidupan gua sendiri yang sudah tercipta sejak gua SMP :p.

Soalnya tak mungkin lah gua bisa nonton dua film sekaligus jika mengajak seorang teman. Dan sebenarnya sih gua juga sedang tak lagi mau mendengar bawel-nya teman-teman gua yang memang harus gua mengerti kalau mereka bukanlah movie freak, atau intinya mereka tak seperti gua, yang sangat menyukai semua genre film, baik itu drama, science, action, horror, dll. Karena kebanyakan dari mereka sangat menyukai film action, jadinya jika gua ajak nonton film kayak drama gitu, pasti bakal ngoceh-ngoceh bilang "gak bagus!!" walau film tersebut sudah mendapatkan rating bagus di situs terkenal seperti IMDB, Rotten Tomatoes, dll. Hahaha... yasudah deh, gua nonton sendirian aja, lalu menuliskan pendapat gua di blog tercinta ini :p.

.....

Oke, sudah selesai kata-kata awalannya, sekarang waktunya untuk me-review kedua film tersebut, namun yang pertama akan dipegang oleh Brave. Here we go!


Jika kalian mendengar logat pengucapan dari setiap tokoh dari film ini, sudah pasti kalian akan mengetahui kalau ini adalah film dari Negara Inggris. Sangat ketara sekali british pronunciation-nya, yang untuk gua sendiri terdengar cukup menggemaskan, sama halnya untuk beberapa tokoh yang ternyata mampu untuk mengambil perhatian gua ini.

Adalah Merida, yang memiliki pipi tembem dan rambut keriting tak beraturan berwarna merah. Sebuah tokoh yang unik dan menarik menurut gua. Bentuk rambutnya pun sungguh dibuat makin terlihat nyata dan kompleks oleh para animator, sehingga membuat gua tak bosan-bosannya untuk menunggu hingga film tersebut habis.

Lalu juga untuk ketiga anak kembar adiknya Merida yang juga berambut merah keriting. Mereka sangat nakal, dan gua sangat suka dengan kenakalannya. Karena memang bisa sebagai pelengkap untuk tontonan animasi seperti ini.


Cerita awalnya sih bisa terbilang biasa, mengisahkan tentang seorang anak perempuan yang memiliki problem dengan ibunya. Disini ibunya Merida, Elinor, yang adalah seorang ratu, ia ingin mempersiapkan anaknya tersebut untuk bisa menjadi sama seperti dirinya di kemudian hari nanti. Namun sayangnya Merida tak suka, ia yang sangat menyukai memanah dan berkelana di alam liar, atau bisa terbilang agak tomboy (dari hobi), sama sekali tak mau dipaksakan untuk menjadi anggun selayaknya wanita terhormat di dalam kerajaan. Dan karena mereka berdua sangat sulit dalam hal mendengarkan dan saling mengerti, mau tak mau  pada suatu hari akhirnya terciptalah sebuah masalah yang besar. Pada saat Merida sedang dijodohkan oleh ibunya dengan ketiga kandidat laki-laki dari tiga suku yang berbeda, dengan beraninya Merida melakukan hal yang bisa mempermalukan ketiga laki-laki tersebut, yang lalu membuat ibunya gusar dan marah sekali.


Singkat cerita, Merida sakit hati pada ibunya dan menginginkan ibunya tersebut untuk berubah. Setelah itu cerita berganti menjadi sesuatu yang tak gua sangka-sangka. Sebuah TWIST yang membuat alur menjadi lebih menarik, seru, menakutkan, magical, dan mengharukan.

Kenapa gua sebut magical, karena terdapat juga penyihir, yang walau bukan pemeran antagonis di film ini , tapi memiliki tugas yang sangat penting untuk dapat mengubah kehidupan Merida.... 

....

Inti dari film ini adalah sebuah hubungan dari seorang ibu dan anak. Bagaimana cara mereka berdua bisa berbaikan dan pada akhirnya sanggup untuk saling mengerti. Dan Mark Andrews, selaku sutradara dari film ini berhasil membuatnya dengan sebuah sajian yang unik dan menarik, alies berbeda dari yang lainnya, yang biasanya itu mah dengan cara anaknya kabur dari rumah lah, diculik lah, apa lah. Waduh, kalau kalian menonton sendiri, bakal aneh banget dah bagaimana proses "berbaikan"-nya tersebut. :D

Gua pribadi sangat menyukai film animasi yang satu ini. Karena entah napa gua memang selalu tertarik untuk sebuah cerita yang dimana premisnya adalah membahas tentang hubungan antara ibu dan anak. Seperti dalam Film Awake, yang walaupun banyak adegan "gila"-nya, tapi berakhir mengharukan, karena terdapat seorang ibu yang begitu besar cintanya pada anaknya hingga mau rela bunuh diri untuk bisa memberikan jantungnya pada anaknya yang sedang sakit, padahal sebelumnya itu hubungan mereka berdua sedang berlangsung kurang baik. Hhhh...

Untunglah sebelumnya gua sempat membaca review dari movienthusiast.com, sehingga gua bisa tahu kalau Film Brave itu menceritakan tentang hubungan antara ibu dan anak. Kalau seandainya gua gak tau mah, gua gak bakal nonton karena gua kira film ini akan ada peperangan atau apa lah hahaha.... Tapi ternyata lebih bagus dari apa yang gua ekspektasikan. :D

Oke, akhir kata....


"Takdir itu ada di dalam diri kita masing-masing. Hanya apakah kita berani untuk mengambilnya...." (sebuah kalimat dari Film ini, yang pada akhirnya gua jadi tahu kenapa "Brave" (berani) bisa menjadi judulnya... :) )

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath